Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
bab 24


__ADS_3

Bu Dahlia masuk ke dapur menemui Hana.


"Aisya di depan ada laki-laki tinggi, putih, mirip orang china, tadi Alwi manggilnya apa ya, Mak lupa. cepat sana lihat," ucap Bu Dahlia


Hana diam sejenak.


Gak mungkin itu Pak Arka tapi ciri-ciri yang disebut Mak sangat mirip sama Pak Arka batin Hana


Bu Dahlia melihat Hana melamun.


"Aisya...!" panggilnya


"Ah iya Mak, Aisya lihat dulu," kata Hana


Hana melepaskan sayur di tangannya lalu mencuci tangan.


Hana tersenyum bingung saat melihat Maknya.


Bu Dahlia sedang membuat kopi.


Hana berjalan pelan ke ruang tamu.


Langkah Hana terhenti saat melihat Arka duduk di samping Alwi sedang mengobrol bersama Arif dan Alwi. Terlihat wajah lelah Arka karna jauhnya perjalanan.


Arka melihat ke arah Hana yang berdiri mematung saat melihatnya.


Arka sedikit tersenyum sambil menatap ke arah Hana, langsung menundukkan wajahnya walau sebenarnya Ia ingin terus menatap ke arah Hana.


"Pak Arka," ucap Hana yang masih kaget


"Ternyata kampung kamu jauh juga," ucap Arka


Bu Dahlia keluar juga membawa minuman dan kue.


"Aisya kenapa gak duduk," ucap Bu Dahlia


Hana perlahan mendekat dan langsung duduk.


"Ini Pak Arka bos di tempat Aisya kerja dulu." Hana memperkenalkannya pada Arif dan Bu Dahlia


Bu Dahlia tersenyum.


"Pak ini Mak dan adik saya Arif," kata Hana


"Ah iya, maaf ya saya ke sini mendadak," kata Arka


"Gak apa-apa ini minumlah," ucap Bu Dahlia


Arka melihat kopi di depannya, Ia terlihat ragu ingin mengambil minuman itu.


"Minum Pak," ucap Hana


Arka tersenyum tipis lalu langsung mulai meminumnya perlahan.


"Saya ke sini karna ada sesuatu yang mau dibicarakan, tapi sebelum membicarakan itu bisakah bantu saya cari penginapan," ucap Arka


"Di kampung sini gak ada penginapan, adanya di dekat pasar tapi agak jauh," kata Arif


"Nak Arka di sini mau berapa lama?" tanya Bu Dahlia


"Lusa pulang," ucap Arka


"Kalau begitu gak apa tinggal di sini saja bersama kami," ucap Bu Dahlia

__ADS_1


Hana dan Arka sama-sama kaget.


"Maaf Bu bukannya saya tidak mau tapi kita bukan keluarga jadi gak baik juga jika harus tinggal serumah," ucap Arka


Hana menghela nafas lega.


"Ah iya benar juga. Itu kayaknya Bapak datang kita tanya Bapak dulu," ucap Bu Dahlia


"Assalamu 'alaikum," ucap Pak Hairul


"Wa'alaikumussalam," ucap semuanya.


Arka berdiri saat melihat Pak Hairul masuk, Pak Hairul kaget ada tamu.


Arka ingin berjabat tangan untuk memperkenalkan diri tapi Pak Hairul menolak.


"Tangan Bapak kotor," kata Pak Hairul gak enak


"Gak apa Pak," kata Arka yang langsung memegang tangan Pak Hairul walau kotor.


"Saya Arka Pak dari Jakarta," ucap Arka


"Oh, pasti kenalannya Aisya, ayo duduk lagi." Pak Hairul mempersilakan Arka duduk.


"Pak, Arka ini bosnya Hana dulu, Ia mau di sini sekitar 2 hari, tapi kan penginapan jauh, kita harus bagaimana?" tanya Bu Dahlia


Hana melihat ke arah Arka yang memang terlihat sangat lelah.


"Oh itu gampang kok, Pak Santo kan cuma tinggal sendiri, menumpang saja di rumah mereka. Bagaimana?" ucap Pak Hairul


"Ah iya benar nanti aku dan Alwi akan menemani Bang Arka di rumah Pak Santo," ucap Arif


"Pak Arka bukan Bang Arka," kata Hana saat menatap Arif.


Alwi memegang tangan Arka.


"Oh ya karna semuanya sudah kumpul di sini, saya bicara langsung saja," kata Arka


"Membicarakan apa?" tanya Pak Hairul


"Begini Pak, saya ke sini bermaksud ingin melamar Hana Aisya," ucap Arka sambil melihat sebentar ke arah Hana.


Semua kaget mendengarnya termasuk Hana.


Arka membuka tasnya dan mengeluarkan kotak cincin lalu menyimpannya di meja.


Hana melihat ke arah cincin itu begitu juga keluarganya.


"Arka kan tau sendiri Hana ini seorang janda, pasti keluarga Arka gak akan setuju sama status Hana, ditambah Arka lihat sendiri kan kehidupan kami seperti ini sangat tidak pantas bersanding dengan keluarga kalian," ucap Pak Hairul


"Awalnya Mama saya memang gak setuju Pak, tapi Papa saya setuju, tapi itu dulu, sekarang Mama sayalah yang menyiapkan cincin ini untuk Hana," kata Arka


Pak Hairul melihat ke arah Hana yang terlihat bimbang.


Hana menunduk.


Rasanya saat ini belum siap untuk menikah lagi dengan orang dari keluarga berada, batin Hana


"Aisya bagaimana?" tanya Bu Dahlia


"Bisakah jawabannya saat Pak Arka mau pulang, hal seperti ini kan harus dipikirkan baik-baik, tapi nanti apapun jawaban saya mohon diterima dengan baik," ucap Hana


"Baiklah, saya akan terima apapun jawaban kamu nanti," kata Arka

__ADS_1


"Cincinnya biar kamu pegang dulu," ucap Pak Hairul


Arka mengangguk dan langsung memasukkannya ke dalam tas lagi.


"Ya sudah Bang Arka kita langsung ke tempat Pak Santo," ajak Arif


"Iya," kata Arka


"Minum lagi," kata Bu Dahlia


Arka meminumnya lagi karna gak enak pada semuanya.


Setelah minumannya habis, Arka berdiri sambil mengangkat Alwi.


"Nanti saat jam makan langsung ke sini," kata Bu Dahlia


"Iya Bu, maaf merepotkan." Arka langsung berjalan keluar mengikuti Arif.


Tetangga menyapa mereka, Arka hanya tersenyum.


Hana melihat ke arah rumah Pak Santo yang ada disebelah kiri rumahnya.


Ia mengambil HP di sakunya, ternyata HPnya mati karna habis batrai, tanpa sengaja Arka menoleh ke arah Hana. Hana buru-buru masuk.


Arka hanya tersenyum melihatnya.


"Assalamu 'alaikum," ucap Arif


Pak Santo keluar dan menjawab salam mereka.


"Pak kami ingin menginap di sini untuk 2 malam saja," kata Arif


"Ah iya ayo masuk, silakan," kata Pak Santo senang.


Arka yang masih memegang Alwi masuk bersama Arif ke dalam.


Pak Santo mempersilakan mereka duduk.


"Pak berapa biaya menginap?" tanya Arka yang baru duduk di depan Pak Santo


Arif dan Pak Santo bingung.


"Bang Arka di sini gak perlu bayar kan hanya menumpang sebentar," ucap Arif


"Ini nanti kalian tidur di kamar sini," kata Pak Santo.


Mereka mengangguk.


"Terima kasih Pak," kata Arka


"Om nanti Alwi juga mau tidur di sini sama Om Arka," kata Alwi


"Ah iya memang Alwi harus tidur sama Om," kata Arka sambil memangku Alwi.


Arif memasukkan tas Arka ke dalam kamar lalu keluar lagi.


"Kalau mau mandi, kamar mandinya di sana," ucap Pak Santo


Arka mengangguk.


"Arif bisa bantu ngecas HP gak?" tanya Arka


"Ah iya Bang sini HPnya biar aku cas di rumah, di sini gak ada pengecasnya," ucap Arif

__ADS_1


Arka memberikan HPnya ke Arif.


__ADS_2