Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
71. Bertemu Teman Lama


__ADS_3

Happy Reading temen temen 💙


"Wah, habis di usir malah enak enakan minum jus disini." ujar Maya tiba-tiba duduk di depan Cery.


"Lah Lo ngapain ikut keluar sih?" omel Cery.


"Ch. Lo tuh seharusnya ngehargain kerja keras gue, buat nyusul Lo keluar." jawab Maya sambil mengkorek telinganya yang tidak terasa gatal.


"Gue kan kagak nyuruh Lo keluar, ondel!" gertak Cery karena merasa kesal dengan kelakuan Maya.


"Udah deh. Di kelas tuh sepi kagak ada Lo." sahut Maya merajuk.


"Yayaya, terserah Lo aja Bray." balas Cery berlalu pergi meninggalkan Maya.


"Gitu tuh, punya temen sedeng. Udah di bela belain ikut keluar, gua malah di tinggal sendirian!" gerutu Maya.


Dengan cepat Maya pun segera menyusul Cery.


"Lo mau kemana sih?" tanya Maya saat mensejajarkan langkah kaki Cery.


"Perpuslah. Masa iya hari pertama ikut kelas, udah di usir aja!" kesal Cery.


"Ya itu salah Lo sendiri, pakek ngumpat tuh dosen segala." protes Maya.


"Serah! Lo juga salah, ngapain Lo nggak ngasih tau gue cobak?" balas Cery semakin ketus. "Ash, kita berdua sama salahnya." sambung Cery kemudian.


"Hm, gitu dong adil." kekeh Maya.


Cery memutar bola matanya karena merasa jengah, ia segera berlalu masuk ke dalam perpustakaan.


Sekitar satu jam setengah, Cery berkutat dengan buku buku yang ada di perpus.


Sedangkan Maya? Jangan di tanya lagi, ia sudah tertidur sejam yang lalu setelah bermain game cacing di ponselnya.


Cery merentangkan tangannya, karena terasa pegal. Setidaknya Cery sudah mendapat sedikit ilmu, walaupun di usir dari ruangan.


Cery segera mengembalikan buku yang tadi di bacanya dan segera menghampiri mejanya tadi.


"Ch elah. Ni anak tidurnya kayak kebo gitu ya!" guman Cery pelan. "Hoy, bangun! Waktunya pulang." ujar Cery sembari menggoncangkan tubuh Maya.


Merasa tidurnya di ganggu, Maya segera membuka matanya dan mengumpulkan nyawa yang masih seper empat bagian.


"Ngapain Lo bangunin gue sih?" gerutu Maya.


"Lo ga mau pulang? Ya udah sono tidur lagi." balas Cery dan kemudian meninggalkan Maya di dalam perpustakaan.


"Kebiasaan dah tuh bocah! Suka banget ninggalin gue." celetuk Maya merasa kesal karena selalu di tinggal Cery. "Cer tunggu napah!" teriak Maya kencang, membuat sekelilingnya menatap ke arahnya.

__ADS_1


Dengan refleks Maya segera membungkam mulutnya dan berlari mengejar Cery.


Sedangkan Cery hanya acuh dan lebih fokus ke ponsel yang menempel di telinganya sembari berjalan pergi.


"Ngapain Lo nelpon gue?" tanya Cery tanpa bosa basi.


"Cih gaya Lo." respon Reisa di ujung teleponnya.


"Ada apa?" tanya Cery dengan suara beratnya.


"Temuin gue di taman belakang kampus." sahut Reisa cepat.


"Ngapain?" tanya Cery merasa heran.


"Buruan napah? Gue punya temen lama kita nih!" jawabnya.


"Tungguin, gue ke sana sekarang!" balas Cery segera mematikan panggilannya dan berjalan berlawanan arah.


"Lah Lo kok balik lagi?" tanya Maya bingung, namun tetap mengikuti Cery.


"Kepo dah Lo." balas Cery yang masih berjalan menuju taman di belakang kampus.


Sesampainya di taman, Cery menatap sekelilingnya sejenak dan pandangan Cery terhenti pada arah Reisa yang tengah duduk mengobrol dengan seorang pria.


"Jangan jangan tuh Derin lagi! Tapi badan Derin kan nggak setegap itu." batin Cery, karena memang posisi mereka membelakangi Cery. "Sialan! Ngapain sih gue mikirin tuh b******k!" maki Cery tanpa sadar jika di sebelahnya masih ada Maya.


"Ha? Apa? Bukan tadi itu ada bayangan orang b******k lewat." celetuk Cery.


"Oh, kirain." balas Maya cengengesan.


Cery hanya berdehem dan kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.


"Isa." panggil Cery sedikit kencang, membuat yang punya nama pun menoleh begitu juga seorang laki-laki di sampingnya.


"Nah, tuh anaknya nongol." kata Reisa sambil tersenyum.


Cery menatap seorang pria di depannya dengan lekat.


"Cery." panggil laki-laki tersebut.


"Lo!" sahut Cery tak percaya sedangkan Maya nampak bingung, ia hanya menatap Cery dan pria itu secara bergantian.


"Apa ini pacar Cery ya? Tapi lebih tampanan pak Reyhan lah." batin Maya.


"Hm, Lo lupa ya sama gue?" tanya pria tersebut sedikit kecewa.


"Lo Arka kan?" tanya Cery memastikan.

__ADS_1


"Syukurlah, ternyata gue masih ada di ingetan Lo." celetuk Arka sambil terkekeh.


Iya dia adalah Arka mantan ketua OSIS SMA Tunas Bangsa.


"Bisa aja Lo." tawa Cery. "Oh iya, Lo kuliah di sini jugak?" imbuh Cery.


"Iya, gue ambil jurusan hukum sama kayak Reisa." jawab Arka.


"Oh, apa kalian juga satu kelas?" tanya Cery lagi dan langsung di anggukin oleh Arka.


"Ekhem." suara deheman Maya, membuat mereka menatap Maya dengan penuh tanda tanya.


"Oh iya, kenalin temen baru gue namanya Maya." sahut Cery sedikit ramah.


Entah mengapa akhir akhir ini ia jarang sekali bisa bersikap dingin lagi.


"Maya." kata Maya setelah menjabat tangan Arka dan Reisa secara bergantian.


"Lo satu kelas sama kutu kupret ini?" tanya Reisa.


"Iyalah." jawab Maya.


"Hati-hati, tuh orang sering ngamuk nggak jelas." kompor Reisa.


"Kurang ajar Lo!" pekik Cery.


Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍


Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)


Ayolah jangan cuman baca doang 😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌


Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏


Terimakasih juga bagi yang sudah mau berbagi:) Lovyu✨


Ini novel pertamaku jadi harap maklum 😉


Bang Ucup makan sayur hambar


Makannya di waktu pagi


Saya sudah ngetik panjang lebar


Sekarang giliran kalian berbagi


😘

__ADS_1


__ADS_2