
Beberapa waktu berlalu, Sudah hampir sebulan Arka dan Hana menikah tapi Hana juga belum menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri, cara bicaranya saja masih formal.
Setiap pagi Hana selalu melihat senyuman Arka yang penuh kesabaran.
Rasa bersalah semakin besar muncul di hatinya saat melihat senyuman itu.
Saat sarapan di meja makan, Linda melihat ke arah Hana.
"Hana kamu harus rajin makan buah dan sayur biar bisa cepat hamil," ucap Linda saat mengupaskan Hana buah.
Hana dan Arka kaget mendengar ucapan Linda, mereka jadi saling menatap dengan wajah pucat, dalam sekejap pandangan mereka kembali normal.
"Ini dimakan," ucap Linda lagi sambil memberikan buah
Hana langsung mengambil buah itu dari tangan ibu mertuanya, "Terima kasih Ma,"
"Susunya juga jangan lupa diminum," ucap Linda
Hana mengangguk pelan.
"Ma, mereka baru sebentar menikah jadi biarkan saja mereka menikmati masa berdua," kata Wijayanto
"Ya baiklah, tapi segeralah bawa Alwi ke sini," kata Linda
"Iya Ma gak akan lama lagi kok cuma beberapa bulan lagi," kata Arka sambil melihat ke arah Mamanya lalu melihat ke arah Hana.
*
Saat malam hari Arka baru pulang dari sholat di masjid, Hana sedang mengaji di kamar.
Arka buru-buru masuk ke kamar saat mendengar suara Hana, Ia duduk di tepi tempat tidur sambil mendengar Hana mengaji.
Setelah selesai mengaji, Hana menoleh ke arah Arka yang duduk di pinggir tempat tidur.
Arka tersenyum padanya tanpa berkata apa-apa, Hana membalas senyumnya. Ia melipat mukena dan sajadahnya, lalu menyimpan semuanya di atas meja lalu Ia duduk di samping suaminya itu.
"Oh ya, besok harus ke Singapura, kalau perlu apa-apa telpon saja," ucap Arka
Hana langsung mengangkat wajahnya.
"Mau pergi berapa lama?" tanya Hana
"Hanya 3 hari, besok jam 9 pagi sudah naik pesawat," kata Arka sambil tersenyum, saat Arka bergerak tidak sengaja tangannya menyentuh lengan Hana.
"Ahhh...," Hana terlihat kesakitan sambil mengangkat lengannya
Arka kaget dan langsung memegang tangan Hana, Hana menariknya tapi gak bisa karna suaminya memegangnya erat.
Arka langsung membuka lengan baju Hana, betapa kagetnya Ia saat melihat luka bakar di tangan Hana.
"Astagfirullah, ini kenapa?" tanya Arka panik sambil menatap wajah Hana.
"Tadi gak sengaja terkena minyak panas, sudah diolesi obat kok," kata Hana
"Lain kali jika terjadi seperti ini langsung telpon," kata Arka
"Iya, tapi ini tadi gak parah cuma kelamaan jadi gini, mungkin karna terkena lengan baju," kata Hana sambil menatap ke arah Arka yang memang terlihat sangat khawatir.
__ADS_1
Arka bangkit dari duduknya dan langsung mengambil obat di laci lemari.
Ia kembali berjalan menuju Hana, lalu langsung mengoleskan obat ke lengan Hana.
Hana melihat ke arah Arka yang fokus mengobati tangannya.
"Ini obat dikasih sama Rangga, punya teman dokter itu sangat menguntungkan," ucap Arka lalu mengangkat wajahnya menatap ke arah Hana yang sedari tadi terus menatapnya. Mereka jadi saling menatap sedikit lama.
Hana tersadar dan buru-buru menarik tangannya karna salah tingkah, Arka juga langsung berdiri menyimpan obat di lemari tadi.
Arka menoleh ke arah Hana yang sudah siap-siap berbaring. Ia kembali mendekat dan ikut berbaring di samping Hana.
"Mimpi indah," ucapnya
Hana tersenyum dan langsung memejamkan mata, sedangkan Arka kembali duduk dan langsung membuka laptopnya.
Arka melihat ke arah Hana yang tertidur memeluk guling, Ia juga melihat ke arah tangan Hana yang terluka.
3 hari nanti gak akan bisa lihat wajah kamu istriku batin Arka
Setelah Hana tertidur lelap, Arka langsung mengusap pelan rambutnya Hana.
"Aku mencintaimu Hana Aisya," ucap Arka
Sebenarnya Hana hanya pura-pura tidur sehingga Ia bisa mendengar apa yang dikatakan Arka barusan. Ia tersentuh mendengarnya mengucapkan cinta.
Aku juga berharap bisa mencintaimu batin Hana yang belum menyadari jika Ia sudah mulai mencintai Arka.
*
Keesokan harinya Arka sudah siap akan berangkat, Hana mengantarnya ke depan.
Hana mencium tangan suaminya.
Arka berjalan menuju mobil lalu langsung masuk ke mobilnya Farel dan menoleh sebentar ke arah Hana sambil tersenyum seperti biasanya.
Mobil pun mulai jalan.
Mata Hana tetap tertuju pada mobil itu hingga akhirnya tidak terlihat lagi.
Hana memegang dadanya yang mulai berdetak cepat saat mengingat senyuman suaminya, Ia langsung melangkah masuk sambil menutup pintu.
Hana melihat lukanya yang tadi sempat diobati lagi oleh Arka, Ia tersenyum saat ingat perlakuan Arka padanya.
Hana langsung masuk ke kamar, Ia mengambil pakaian yang sudah kering, Ia langsung menyetrika semua pakaian mereka lalu menggantungnya di dalam lemari.
Saat melihat isi lemari, Ia memegang kemeja Arka dengan lembut seakan sedang menyentuh suaminya.
Saat kau kembali semoga kita bisa lebih dekat batin Hana
Hana langsung berjalan ke depan TV, Ia membuka beberapa siaran tapi tidak ada yang bagus, jadinya Ia akan menutup kembali TV tapi terhenti saat melihat siaran langsung saat orang-orang berkerumun di bandara, tertulis di bawah layar kalau pesawat tujuan singapura pukul 9 baru 15 menit lepas landas langsung terjatuh ke dalam air.
Hana shock sambil menganga, remot di tangannya terjatuh tanpa disadarinya, Ia langsung berlari keluar kamar dan langsung berlari keluar rumah membuat pembantu dan satpamnya kaget.
"Mbak Hana, Mbak," Bik Ijah memanggil-manggil Hana beberapa kali tapi Hana mengabaikannya.
Hana berlari keluar pagar dalam keadaan panik mencari taxi yang lewat.
__ADS_1
Hana berlari kesana kemari dan akhirnya ada taxi yang berhenti di depannya, Ia langsung masuk ke dalam taxi itu.
"Pak ke bandara cepat," ucap Hana
Taxi pun mulai jalan, mata Hana mulai berkaca-kaca, kenangan tentang kecelakaan Vito langsung muncul dipikirannya, Ia memegang kepalanya yang mulai terasa sakit.
Gak, gak, Pak Arka gak boleh pergi juga batinnya
Kenangan saat Arka datang melamarnya pun muncul, kenangan saat mereka menikah juga muncul. Hampir semua kenangan tentang Arka muncul.
Hana memegang dadanya menahan tangisnya yang hampir pecah.
*
Di tempat lain Wijayanto juga panik dan berusaha menghubungi Arka tapi tidak aktif, Wijayanto menelpon Farel dan langsung tersambung.
"Iya Pak," ucap Farel saat menjawab telpon.
"Arka mana? apa dia sudah naik pesawat?" tanya Wijayanto panik
"Mungkin sudah Pak, tadi saya gak jadi mengantarnya hingga bandara soalnya tiba-tiba Ibu saya masuk rumah sakit," kata Farel
"Pesawat arah ke singapura yang baru lepas landas terjatuh keperairan," ucap Wijayanto lemah
"Apa?" tanya Farel yang ikut shock
Wijayanto mematikan sambungannya dan langsung berlari keluar kantor, Ia langsung masuk ke mobil dan melaju pergi.
Wijayanto sampai ke depan butik istrinya, Ia langsung masuk dengan panik.
Linda bingung melihat suaminya datang dengan panik, Linda tidak melihat berita jadi tidak tahu apapun.
"Ma ayo kita ke bandara," ajak Wijayanto
"Mau ngapain?" tanya Linda yang masih bingung
"Pesawat tujuan Singapura yang baru lepas landas terjatuh ke air, Arka naik pesawat itu," ucap Wijayanto
Linda shock dan langsung melepaskan pakaian yang dipegangnya.
Linda langsung memegang tangan suaminya saat berjalan keluar, Ia memegang dadanya yang terasa sesak, tangisnya langsung pecah saat masuk ke dalam mobil.
Tidak ada yang bisa bicara satupun, Linda hanya terus menangis.
*
Hana sendiri sudah sampai di bandara.
"Saya lupa bawa uang, kalau bisa tunggu saya di sini, ini pegang ponsel saya dulu sebagai jaminan," ucap Hana
Hana memberikan ponselnya lalu langsung membuka pintu dan berlari keluar.
Supir taxi hanya melihat kepergiannya lalu melihat ponsel mahal milik Hana.
Hana masuk ke bandara, terlihat banyak kerumunan orang-orang, Ia masuk ke kerumunan itu, terlihat keluarga para korban menangis histeris.
Hana masih menahan tangisnya tapi sudah tertulis jelas kalau pesawat tujuan Singapura yang terjatuh.
__ADS_1
Hana berjalan dengan lemah sambil memegang dadanya.
Kakinya langsung lemas hingga Ia hampir terjatuh ke lantai.