
hari setelah sholat Isya, Hana dan Arka berdiri di teras kamar mereka yang kali ini gak sebesar teras kamar Arka di rumah orang tuanya.
"Oh ya Aisya, ini sudah lama sekali ingin ditanyakan," ucap Arka
"Tentang apa?" tanya Hana
"Fahri sepertinya menyukai kamu, apa kamu sadar?" tanya Arka
Hana mengangguk, "Mungkin karna terlalu kasihan pada kami sehingga timbul rasa ingin melindungi di hatinya," ucap Hana
"Sejak kapan kalian saling kenal?" tanya Arka
"Sejak pergi dari rumahnya Mas Vito, waktu itu aku mulai sakit perut, lalu Mas Fahri melihat aku di jalan, dia langsung manggil orang untuk bawa aku ke rumah sakit tapi dia ikut juga, sesampainya di rumah sakit aku langsung melahirkan dan Mas Fahri yang bayar semuanya karna saat pergi dari rumah aku hanya membawa berapa helai pakaian tanpa bawa uang," cerita Hana
"Pantas Rangga sangat sedih memikirkan hidup kalian setelah pergi, terus setelah itu apa yang terjadi?" kata Arka
"Saat Mas Fahri tau aku gak punya rumah, Ia langsung menyuruh aku tinggal di kontrakannya yang ada di dekat rumah sakit, karna Mas Fahri harus pindah ke Bogor, dia juga yang mencarikan kerjaan di rumah sakit jadi tukang bersih-bersih," cerita Hana sedikit sedih saat mengingat semua itu.
Arka juga menatap Hana dengan sedih.
"Mas Fahri sering mengunjungi kami, tapi setelah beberapa tahun kami ikut pindah ke Bogor dan ngontrak di samping rumah Mas Fahri, Mas Fahri sangat baik, dia yang sering jaga Alwi makanya Alwi suka banget sama dia," Hana mengingat semuanya
"Apa sedikitpun tidak ada rasa untuknya?" tanya Arka
Hana menggeleng, "Beberapa kali mencoba tapi gak bisa, cuma hingga sekarang masih sangat merasa hutang budi sama dia," kata Hana sambil tersenyum sedikit ke arah Arka
"Mulai sekarang aku akan berusaha supaya kalian gak menderita lagi," kata Arka
"Aku tau itu, Mas Arka pasti akan membahagiakan kami." Hana tersenyum saat mengucapkan itu
"Minggu depan kita bisa ke kampung, ambil waktu diakhir pekan," ucap Arka
Hana tersenyum bahagia dan langsung melompat senang kepelukan Arka.
Arka tersenyum sedikit saat melihat Hana memeluknya dengan erat.
Hana tersadar dan langsung melepaskan pelukannya sambil tersenyum gak enak.
Arka menatapnya hingga membuat Hana salah tingkah lalu mengalihkan pandangan ke arah lain.
"Terima kasih," ucap Hana
Arka memegang wajah Hana dan menghadapkan wajah Hana kembali padanya.
"Sampai kapan harus selalu mengucapkan terima kasih seperti ini, aku ini suami kamu, wajar jika melakukan apa yang istrinya suka," kata Arka
"Seumur hidup akan selalu mengucapkan hal ini," kata Hana sambil tersenyum.
Arka menatap Hana sambil memegang wajah Hana dengan lembut. Ia membelai lembut wajah Hana.
Arka mendekatkan wajahnya dengan lambat, karna sepertinya Hana tidak menghindar seperti biasa, Ia langsung mencium Hana pelan, Hana memejamkan matanya menerima ciuman dari Arka, tapi tangannya terus mengepal karna grogi. Karna Hana menerima ciumannya, Ia jadi semakin berani memperdalam ciuman itu hingga Hana sedikit terengah-rengah.
Arka melepaskan ciumannya itu takut Hana kehabisan nafas, tapi kedua tangannya masih memegang wajah Hana.
Arka menatap Hana dengan lembut sebelum akhirnya mengucapkan sesuatu.
"Bolehkah malam ini melakukannya?" tanya Arka pelan dengan wajah penuh harap.
Hana mengangguk lambat dengan wajah sedikit malu.
"Kamu yakin?" tanya Arka
__ADS_1
"Sangat yakin, kita menikah sudah sebulan tapi sekalipun aku gak pernah melakukan kewajiban yang satu ini," ucap Hana
"Bisakah Mas Arka memaafkan kesalahanku ini?" tanya Hana sambil kedua tangannya memeluk pinggang suaminya.
"Tentu," ucap Arka yang langsung mengangkat Hana.
"Mas Arka, aku ini berat lo, turunin gak!" ucap Hana
Arka tidak memperdulikan ucapan Hana dan langsung membawanya masuk ke dalam, Ia menutup pintu teras menggunakan kakinya.
Hana merangkul leher Arka saat masih di gendongan Arka.
Arka langsung menurunkan Hana di tempat tidur mereka.
Ia membuka jilbabnya Hana dengan pelan saat duduk di dekat Hana.
Hana hanya diam saat Arka melakukan itu, Ia hanya menatap Arka lekat.
Arka menyimpan jilbab Hana di meja lalu kembali menatap Hana.
"Kamu masih bisa berubah pikiran jika tidak yakin," ucap Arka
"Apa saat ini wajahku kelihatan terpaksa dan tidak yakin?" tanya Hana balik
Arka tersenyum lalu perlahan membaringkan Hana.
Saat itu juga mereka berdoa dalam hati lalu melakukan hubungan suami istri yang belum pernah mereka lakukan selama mereka menikah.
*
Malam pun berlalu dengan cepat, Arka terbangun dari tidurnya, saat Ia membuka mata, Ia tersenyum melihat Hana yang masih tertidur dipelukannya, Arka bahagia karna pada akhirnya Hana sudah benar-benar menjadi miliknya.
Hana membuka matanya dan langsung menutup wajah saat melihat Arka menatapnya.
"Gak apa-apa, bangun tidur pasti jelek," ucap Hana
"Sudah sebulan lihat kamu bangun tidur gak pernah jelek kok," kata Arka sambil menarik tangan Hana supaya melepaskan tangannya dari wajah.
"Terima kasih untuk malam ini, seperti halnya makan, aku sangat kenyang," ucap Arka sedikit tersenyum
Hana menatapnya, "Terima kasih juga karna tidak pernah lelah menunggu,"
"Aku mencintaimu Aisya," ucap Arka
"Aku juga mencintaimu Mas Arka," kata Hana tulus.
Mereka sama-sama bangkit.
"Kamu duluan saja mandinya," ucap Arka
Hana mengangguk dan langsung turun dari tempat tidurnya.
Hana masuk ke kamar mandi tapi lupa bawa handuk jadi keluar lagi untuk ngambil handuk.
Arka hanya melihat ke arah Hana yang keluar lagi cuma untuk mengambil handuk.
*
Hana dan Arka selesai sholat subuh, Arka berbalik melihat Hana, Hana mencium tangannya.
"Mau sarapan apa?" tanya Hana
__ADS_1
"Apa aja yang penting bisa dimakan," ucap Arka
Hana tersenyum mendengarnya, "Terus minumnya apa?" tanya Hana lagi
"Apa aja yang penting bisa diminum," jawab Arka
Hana semakin tersenyum karna itu ucapan Arka saat Arka memintanya kembali kerja di pabrik.
Arka juga tersenyum.
Hana membuka mukenanya lalu menyimpan semuanya di meja.
Arka kembali berbaring di tempat tidur sedangkan Hana duduk di depan meja, Ia mengikat rambutnya lalu memakai sedikit bedak, setelahnya langsung memakai jilbab.
"Aku ke dapur dulu," kata Hana yang sudah selesai.
Baru selangkah Hana berjalan, Arka menariknya hingga terjatuh di atas tubuhnya.
"Mas Arka...!" ucap Hana sambil memukul pelan dadanya Arka.
Arka langsung memeluknya erat, "5 menit saja seperti ini jangan gerak," ucap Arka sambil tersenyum.
"Gak bisa nafas," ucap Hana
Arka merenggangkan sedikit pelukannya.
Hana langsung bangkit dan berlari keluar dari kamar, Arka hanya tersenyum melihatnya.
Arka memejamkan matanya walau gak tidur.
*
Hana masuk ke dapur, "Selamat pagi Bu Lastri," ucap Hana dengan wajah berseri.
Bu Lastri melihat ke arah Hana, "Pagi Mbak Hana, Mbak Hana masih jam segini sudah cantik aja," kata Bu Lastri
"Terima kasih Bu," ucap Hana
Hana langsung mengambil beberapa bahan untuk membuat nasi goreng.
"Bu Lastri mau gak bantu saya ambil sayuran di kebun belakang," ucap Hana
"Ah iya Mbak, tunggu bentar ya," ucap Bu Lastri
Bu Lastri langsung berjalan membuka pintu untuk ke luar.
Bu Lastri mengambil beberapa batang sawi dengan hati-hati karna masih agak gelap.
Bu Lastri membawa sawi yang baru diambilnya.
"Maaf ya Mbak sawinya gak terlalu kelihatan tadi jadi asal ambil, jadinya daunnya agak rusak," ucap Bu Lastri saat memperlihatkan sawinya.
"Gak apa kok, rasanya tetap sama," kata Hana
Bu Lastri langsung mencuci sayurannya baru memberikannya pada Hana.
Saat Hana memasak, Bu Lastri mengerjakan pekerjaan lain.
*
Arka sudah siap berangkat kerja, Ia langsung menuju meja makan.
__ADS_1
Arka langsung duduk dan melihat nasi goreng buatan Hana, Hana mendekat membawa teh untuk Arka. Ia ikut duduk di samping Arka, Arka mulai memakan nasinya lalu tersenyum ke arah Hana.