
Happy Reading temen temen 💙
Cery menghabiskan waktunya di cafe Star bersama dengan para sahabatnya.
"Lo pada nerusin kemana guys?" tanya Rama memecah keheningan.
"Gue nerusin di kampus Camvroda." ujar Cery cuek.
"Lah kak, napah nggak bareng gue sama Rama aja!" sahut Enjii.
"Lo kan kuliahnya di luar negeri, mana papah ngijinin sih!" balas Cery.
"Iya yah, nah Lo Vin jadi ambil militer?" tanya Enjii.
"Ya jadilah, masa iya kagak." celoteh Vina.
"Hm, Lo Sa nerusin dimane?" tanya Meryana.
"Gue? Gue belum tau sih, yang jelas mau ambil jurusan hukum. Lo sendiri?" tanya Reisa balik.
"Oh gue sesuai jurusan, mau ambil dokter aja." jawab Meryana.
"Wah setuju gue! Ntar kalo Rama selingkuh, tinggal Lo kasih vaksin mematikan aja!" celetuk Enjii tiba-tiba.
"Eh, bener bener!" imbuh Reisa.
"Eh duo kuntet! Lo nggak bisa apa ngatain gue yang bener?!" geram Rama.
"Ogah bingit!" sahut Reisa meledek.
"Yak tul! Lo sendiri aja orang nggak bener, ngapain juga gue ngatain Lo bener!" cerocos Enjii.
"Diem deh! Tuh mulut remnya blong apa?!" kesal Rama.
Meryana tak mau ambil pusing, ia segera mengambil beberapa stik kentang lalu memasukkannya ke dalam mulut Rama.
"Udah diem, kunyah tuh!" perintah Meryana tegas.
"Hahahaha, anak ayam nurut induknya!" ujar Vina di selingi tawanya.
Mereka berada di cafe Star cukup lama, sampai akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah.
"Pah, mah Cery pulang!" ujar Cery ketika berada di ruang utama.
__ADS_1
"Sini sini nak! Papah mau ngomong sama kamu." perintah papah Jemi sambil memberi aba aba lewat gerakan tangannya.
"Ada apa pah?" tanya Cery setelah mendudukkan pantatnya.
"Jadi kamu mau ambil jurusan apa di kampus Camvroda?" tanya papah Jemi langsung.
"Cery pengennya ambil jurusan bisnis manajemen pah, biar bisa nerusin perusahaan papah." jelas Cery mantab.
"Kamu yakin sayang?" tanya mamah Emil merasa ragu.
"Cery yakin seratus tujuh puluh lima persen pah mah." jawabnya dengan tegas.
"Seratus persen Cery." kata mamah Emil membenarkan.
"Hehehe iya mah." balas Cery cengengesan.
"Bagus, besok pergilah ke kampus untuk mendaftar! Jika perlu biar di temani sama mamah." kata papah Jemi panjang kali lebar.
"Ch, emang Cery anak kecil apa?! Cery udah besar pah, besok Cery berangkat sendiri aja!" sahut Cery jengah. "Ya udah Cery pergi ke kamar dulu ya pah mah!" sambungnya.
Papah Jemi dan mamah Emil hanya saling pandang saat menyaksikan punggung Cery yang lama kelamaan menghilang.
"Cery sekarang udah besar ya pah!" ujar mamah Emil tiba-tiba seraya tersenyum.
"Mana ada! Di nikahin aja belom!" balas mamah Emil sewot.
"Nunggu waktu mah! Lagian mereka juga belum kenal satu sama lain." jelas papah Jemi ketika memandangi mamah Emil dan saat itu juga pandangan mereka saling bertemu. "Ekhem, gimana kalo kita bikin sendiri mah?" tanya papah Jemi menunjukkan senyum menggodanya.
"Apaan sih pah? Ingat umur kalik!" jawab mamah Emil dan pergi meninggalkan sang suami, lantaran merasa malu.
"Mah, gini gini papah masih kuat dengan beberapa gaya mah!" tambah papah Jemi berusaha menggoda mamah yang sudah lari terlebih dulu.
"Aish, papah apaan sih?!" kesal mamah Emil.
Papah Jemi terkekeh pelan saat melihat istrinya yang tengah malu, karena ulahnya.
Hari semakin malam, Cery berusaha memejamkan matanya agar besok ia tak bangun kesiangan.
"Gue besok sendiri dong daftarnya! Ah bodoamat lah!" guman Cery sebelum tidur.
Karena merasa sangat lelah dan mengantuk, Cery akhirnya berangkat menyelami alam mimpinya.
Keesokannnya, Cery bangun pagi dan segera mengganti pakaian tidurnya dengan pakaian jogingnya.
__ADS_1
Tak lupa ia juga membawa earphone serta topi putih. Cery sangat menyukai musik, apalagi yang baznya kencang.
"Mah, pah Cery joging dulu ya!" pamitnya seraya memakai topi putih polos miliknya.
"Iya, hati-hati!" sahut mamah Emil.
"Olahraga yang bener Cer! Biar turun dikit berat badannya." ledek papah Jemi.
"Papah nih, apa apaan sih?!" jawab Cery seraya mengerucutkan bibirnya.
Saat perdebatan selesai, Cery segera keluar rumah dan mulai berlari mengelilingi kompleks.
Cukup satu jam Cery sudah kembali ke rumah dengan keringat bercucuran di mana mana.
Cery masuk rumah dalam keadaan muka merah seperti tomat, karena sejak tadi Cery sudah terpapar panas matahari.
Cery melangkah ke kamarnya dan segera menghilangkan rasa lengket di tubuhnya.
Dirasa cukup, Cery segera bergegas keluar dan bersiap untuk pergi ke kampus.
Hari ini Cery memilih mengendarai mobilnya, karena cuaca begitu sangat panas.
Sesampainya di parkiran kampus, Cery segera turun dan melangkah pergi.
Baru beberapa langkah Cery jalan, ia pun langsung berhenti.
"Kenapa kakak kakak tingkat liatin gue sih!" gerutunya kesal.
Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍
Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)
Ayolah jangan cuman baca doang 😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌
Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏
Ini novel pertamaku jadi harap maklum 😉
Ada desa namanya Jajar
Kepala desanya bernama Damian
Apalah dayaku hanya seorang pelajar
__ADS_1
Yang ingin membantu perekonomian