Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
72. Menabrak Mobil


__ADS_3

Happy Reading temen temen 💙


"Ternyata tuh anak disini! Katanya sakit malah keluyuran, udah untung aku bolehin keluar." guman kecil seorang pria yang sedang mengamati mereka dari kejauhan.


"Udah dulu ya ngobrolnya, aku masih ada kelas nih!" ucap Arka pada Cery.


"Iya sama." timpal Reisa.


"Yaudah, lain kali kita sambung lagi. Gue juga mau pulang, bye." pamit Cery.


"Bye." balas Reisa dan Arka bebarengan.


Cery pun melangkahkan kakinya menuju parkiran. Sesampainya di sana ia juga berpas pasan dengan pak Reyhan.


Dengan perasaan kesalnya, Cery segera memalingkan wajahnya lalu memakai helm dan dengan segera ia langsung menancap gas motor gedenya.


"Waduh buset dah, tuh anak!" batin pak Reyhan menatap Cery miris.


"Hm, mari pak." ucap Maya sambil cengar-cengir.


"Hm." jawab pak Reyhan.


"Idih, ganteng ganteng jutek!" batin Maya.


Cery menaiki motornya bak seorang pembalap profesional seperti Valentino Rossi namun boong.


Dengan wajah lesunya, Cery segera masuk ke dalam rumah.


Ia melihat mamah papahnya belum pulang. Ya wajar saja, karena hari masih menjelang siang.


Merasa bete di rumah, Cery langsung mengambil kunci mobilnya. Ia segera mengeluarkan mobil dari garasi dan bergegas menuju toko kue sang mamah.


***


Mata Cery nampak takjub saat melihat bangunan yang berdiri kokoh di depannya, dengan desain yang sangat sempurna.


Cery tercengang ketika melihat banyak kendaraan yang terparkir di samping toko mamahnya.


"Mamah nih, bisnis kue apa syorum sih? Banyak amat kendaraan yang terparkir." guman Cery.


Cery langsung masuk begitu saja dan segera menuju meja kasir.


"Mau pesen apa nona?" tanya pegawai sopan.

__ADS_1


"Apa mamah saya ada di sini?" tanya Cery namun pegawai itu nampak tak paham. "Iya, mamah saya mamah Emilia Sanjaya." ulang Cery.


"Oh ibu Emil? Ibu ada di ruangannya di lantai dua nona, mari saya antar." sahut pegawai tersebut.


"Jangan panggil saya nona, panggil saya Cery aja mbak." tungkas Cery tegas.


"Baiklah Cer." sahut pegawai tersebut.


"Oh iya, nama mbak siapa?" tanya Cery ramah.


"Ow iya, perkenalkan nama saya Rena." balas pegawai itu.


"Hm, orang kepercayaan mamah." sahut Cery dan langsung mendapat senyuman hangat dari Rena.


"Ini Cer ruangan ibu Emil." tunjuk Rena sopan.


"Makasih ya mbak." balas Cery.


Cery segera mengetuk pintu dan masuk setelah di persilahkan masuk oleh mamahnya.


"Cery!" kaget mamah Emil. "Tumben kamu ke sini." ujar mamah Emil saat merapikan barang barangnya.


"Cery jenuh di rumah terus mah." jawab Cery dan langsung mendudukkan pantatnya di sofa.


"Apa? Pulang mah?" tanya Cery tak percaya.


"Iya ayo!" ajak mamah Emil menarik paksa lengan Cery.


"Haduh mamah! Cery baru duduk, udah di ajakin pulang. Bahkan Cery belum makan kuenya." cerocos Cery kesal, namun mamah Emil tidak perduli.


"Besok lusa kan bisa." jawab mamah Emil.


Siang berganti sore, sore berganti malam, malam berganti pagi.


Dan hari ini Cery ada jadwal kuliah dadakan pada pukul 09.00 pagi. Sementara saat ini sudah pukul 08.00.


Cery segera menyibak selimutnya dan bergegas mandi.


30 menit kemudian, Cery sudah siap dengan segala perlengkapannya.


Ia segera turun ke bawah dan melihat mamahnya sedang membereskan dapur. Dengan segera ia langsung meminum susu buatan mamahnya, sampai kandas.


Sesudah itu, Cery berpamitan dan langsung melajukan motornya dengan kecepatan penuh. Karena saat ini sudah pukul 09.00 kurang 20 menit.

__ADS_1


Saat hampir sampai di parkiran Cery nampak tergesa gesa dan tak menyadari jika ada mobil yang tengah melintas di depannya.


Dengan sigap, Cery langsung mengerem motornya. Namun karena jaraknya sudah dekat, Cery tak bisa berbuat apa apa lagi. Ia hanya kepikiran tentang kuliahnya saja.


"Braghh.." motor Cery ambruk setelah menabrak mobil hitam di depannya, namun tidak terlalu kuat.


Tanpa berkata kata lagi, Cery segera bangun bersamaan dengan keluarnya pak Reyhan yang merasa mobilnya telah di tabrak.


"Gimana sih? Bawa mobil tuh yang jelas dong pak!" ketus Cery dan langsung mendirikan motor gedenya.


Melihat jam yang sudah mepet, Cery segera menghidupkan motornya dan meninggalkan pak Reyhan begitu saja.


Ia lebih mementingkan kuliahnya daripada motor ataupun tangannya yang tergores luka.


"Yang salah aku apa dia sih?!" gerutu pak Reyhan.


Dengan cepat pak Reyhan langsung mengambil ponselnya, untuk mencari kontak seseorang.


"Halo, selamat pagi pah. Maaf Rey ganggu!" ucap pak Reyhan sopan sambil memandangi mobilnya yang tergores.


"Iya, pagi juga Rey. Apa ada yang perlu di sampaikan?" tanya seseorang di seberang.


Pak Reyhan nampak berbicara menjelaskan panjang kali lebar dan setelah selesai menelpon, ia langsung tersenyum penuh kemenangan.


Selesai membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍


Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)


Ayolah jangan cuman baca doang 😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌


Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏


Terimakasih juga bagi yang sudah mau berbagi:) Lovyu✨


Ini novel pertamaku jadi harap maklum 😉


Orang itu kena penyakit ayan


Ayan itu datang karena Mak lampir


Tetap ku tunggu dukungan kalian


Dan jangan bosan untuk mampir

__ADS_1


😘


__ADS_2