
Happy Reading temen temen 💙
Selepas kuliah, Cery langsung pergi ke parkiran kampus dan mengecek body motornya, setelah tadi sempat menabrak mobil pak Reyhan.
"Huft." helaan napas Cery yang nampak berat. "Ch.. Gara gara mobil pak Reyhan nih kan jadinya banyak goresan!" gerutu Cery. "Aish, ntar kalau papah tau gimana cobak?!" pikir Cery.
"Ekhem!" suara deheman seseorang di belakang Cery, membuat ia memutar bola matanya dengan malas. "Motor kamu cuman ada goresannya dikit, coba di lihat mobil saya. Bahkan sampai penyok lo!" ujar pak Reyhan tiba-tiba.
"Hm, bapak mau nyalahin saya? Terus nyuruh saya ganti rugi gitu!" tanya Cery sedikit ngegas.
"Saya tidak menyuruh kamu ganti rugi. Kita sama sama impas, jadi nggak usah nyalah nyalahin." jawab pak Rey dengan tenang.
"Enak aja! Kan itu salah bapak, jadi harus tanggung jawab dong! Motor saya penuh dengan goresan nih pak!" protes Cery yang bahkan terlihat lucu di mata pak Reyhan.
"Itu bukan sepenuhnya salah saya. Kamu juga salah, ngapain pakek naik motor ngebut segala?" balas pak Reyhan.
"Ya, karena saya ada jadwal." jawab Cery mulai putus asa. "Ah udahlah, percuma bilang sama bapak!" putus Cery dan pergi meninggalkan kampus dengan naik motornya.
Sesampainya di rumah ia segera masuk ke rumah dengan mengendap ngendap, takutnya ntar orang rumah tau kalau Cery baru saja nabrak mobil.
"Cer, kenapa kok kamu jalannya gitu?" tanya mamah Emil seketika menghentikan langkah Cery.
Cery mengatur napasnya sejenak.
"Ah mamah, Cery tuh hanya meragain contoh peperangan yang ada di video saat di kampus tadi." dustanya. "Iya peperangan sama tuh dosen gila!" batin Cery kesal.
"Oh yaudah cepet ganti baju dan makan siang." perintah mamah Emil.
"Siyap mah." jawab Cery lega.
Dengan segera ia langsung berlari menaiki tangga menuju kamarnya.
Cery bernapas lega saat sudah berada di kamarnya yang telah ia kunci rapat rapat.
"Akhirnya mamah nggak curiga." guman Cery pelan.
Hari ini Cery terpaksa makan siang di kamarnya dan beralasan bahwa saat ini ia sedang banyak tugas.Padahal Cery sedang menghindari mamah dan papahnya.
***
Dan saat ini tibalah waktu makan malam, mau tidak mau Cery menuruti perintah papahnya yang telah di sampaikan oleh Bi Ijah.
"Cer, setelah makan malam temui papah di ruang utama." perintah sang papah dingin.
Cery yang masih makan pun terpaksa menghentikannya karena jantungnya sudah berdetak tak karuan karena takut.
__ADS_1
Selesai makan malam, Cery langsung menemui papahnya dan saat itu juga ia merasakan getaran di tubuhnya.
Namun sebisa mungkin Cery menutupinya agar papahnya tidak curiga.
"Pah ada apa? Kok tumben papah manggil Cery." ujar Cery santai padahal keringat dingin sudah mulai keluar.
"Duduk dulu, papah mau bicara." balas papah Jemi dengan raut wajah serius.
Cery menelan savilanya dengan susah payah, ia takut jika sang papah akan melarangnya.
Karena papah terus memperhatikan Cery, dengan sangat terpaksa ia duduk di hadapan papahnya yang hanya di batasi oleh meja.
"Cery, tadi pagi di kampus ada apa?" tanya papah Jemi memulai obrolannya.
"Di kampus? Di kampus nggak ada apa apa tuh pah. Cery cuman kuliah seperti biasanya." jawab Cery sedikit gemetaran.
"Kamu nggak bohong kan Cer?" tanya papah Jemi lagi mencoba meruntuhkan kebohongan yang di lontarkan sang anak.
Cery hanya terdiam, ia bingung harus menjawab apa.
"Ti-tidak pah." jawab Cery terbata.
"Cery tatap papah!" perintah papah Jemi tegas.
Cery mengumpulkan keberaniannya dan segera menatap papahnya.
"Hm.. Tadi pagi Cery buru-buru pah, tanpa sengaja Cery nabrak mobil salah satu dosen di kampus." ucap Cery mencoba untuk jujur.
Papah Jemi menghela napas dengan kasar, ia menatap putri semata wayangnya dengan lekat.
"Cery, kali ini keputusan papah sudah bulat. Mulai besok kamu tidak boleh bawa motor lagi!" gertak papah Jemi.
Jeder....
Bagai di sambar petir, Cery langsung lesu. Benar apa yang ia takutkan terjadi. Sang papah sudah tidak mengijinkan Cery naik motor lagi.
"Tapi pah.." ujar Cery mencoba protes, namun sang mamah datang menepuk pundak Cery.
"Itu keputusan yang terbaik Cery. Jadi ikutilah! Mamah dan papah tidak mau kejadian dulu terulang lagi." jelas mamah Emil.
Dengan berat hati Cery hanya mampu mengangguk saja.
Cery berjalan menuju kamarnya dengan gontai. Di dalam hatinya, ia benar benar sangat kesal.
"Tunggu! Papah tau darimana? Jangan bilang tuh dosen gila udah aduin ke papah lagi! Ah tapi masa iya? Hm, papah juga kenal deh kayaknya sama tuh dosen." batin Cery mulai menerka nerka. "Awas aja!" geram Cery dan langsung memejamkan matanya untuk menghilangkan emosinya.
__ADS_1
-
-
Keesokan harinya, Cery ada jadwal ngampus sedikit siang. Dengan muka kesalnya, Cery pergi ke kampus menggunakan mobil.
Sepanjang perjalanan tak henti hentinya Cery menggerutu bahkan memaki maki orang nggak jelas.
***
Cery menutup pintu mobilnya dengan keras, membuat Maya terlonjak kaget.
"Lo kenapa sih Cer? Tuh mulut cemberut mulu!" tanya Maya.
"Tauk lah, yuk masuk!" ajak Cery namun Maya tak bergeming. "Iya ntar gue cerita." imbuh Cery dengan malasnya.
"Oke, ayok masuk!" ajak Maya semangat.
Hari ini Cery mengikuti kuliahnya dengan perasaan yang masih kesal.
Bahkan Maya tak berani bertanya karena ia takut seperti tadi. Saat ia bertanya bukannya di jawab malah di bentak bentak oleh Cery.
Cery mengikuti kuliah, Cery juga hadir di sana. Namun tidak dengan pikirannya yang melayang tidak jelas.
Sedari tadi ia hanya mengumpat di dalam hatinya.
Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍
Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)
Ayolah jangan cuman baca doang 😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌
Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏
Terimakasih juga bagi yang sudah mau berbagi:) Lovyu✨
Ini novel pertamaku jadi harap maklum 😉
Bu Madam jualan tapi tak laku
Dagangannya di kasih ke bang Ojak
Ayo semangat baca coretanku
Dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak
__ADS_1
😘