
Happy Reading temen temen 💙
Dengan sedikit canggung, akhirnya Cery pun mau memanggilnya dengan sebutan mami papi.
Walaupun menurut Cery sedikit alay, namun ia mencoba untuk menerimanya.
"Mah, pah Cery mau pulang!" rengek Cery ketika keluarga Arengga baru saja pulang.
"Ch..Inikan sudah malem Cer!" kata papah Jemi.
"Tapi Cery pengen pulang pah!" ucap Cery yang bersikukuh pengen pulang.
"Yaudah, biar besok mamah yang bilang ke dokter Yolla. Sekarang Cery tidur ini sudah malem sayang!" jelas mamah Emil.
"Hm, good night mah, pah!" ucap Cery girang.
-
-
Ke esokan harinya, mamah Emil di dampingi papah Jemi pergi menemui dokter Yolla untuk meminta ijin, agar Cery di perbolehkan untuk pulang.
Hari ini papah Jemi memilih tidak pergi ke kantor, karena ia ingin menemani putrinya dan menghabiskan waktu bersama keluarganya.
Meskipun butuh waktu lama untuk meyakinkan dokter Yolla, akhirnya Cery pun di perbolehkan pulang nanti sore.
Tentu saja hal itu membuat Cery girang.
"Kasurr, Iam coming!" batin Cery sambil senyum senyum.
Sebelum pulang, Cery menghabiskan waktunya di taman rumah sakit di dampingi oleh kedua orang tuanya.
"Cer, papah mau kamu jauhin si Derin Derin itu ya!" ucap papah Jemi lembut.
"Kenapa pah? Masa cuman temen aja nggak boleh?" tanya Cery dengan wajah polosnya.
"Derin nggak baik buat kamu sayang." ujar mamah Emil sambil membelai rambut Cery dengan lembut.
"Pokok intinya, kamu ngga usah ketemu lagi sama si Derin Derin itu okey!" perintah papah Jemi tegas.
"Okey pah." jawab Cery.
Tanpa terasa hari pun mulai siang. Mamah Emil memutuskan untuk membawa Cery kembali ke dalam ruang inapnya.
__ADS_1
Karena selain mulai panas, mamah Emil juga akan merapikan semua barang barang untuk di bawa pulang kembali.Sedangkan papah Jemi pergi mengurus administrasinya.
Sore hari pun tiba, dokter Yolla memasuki kamar inap Cery untuk mengecek keadaan Cery.
Setelah melepas selang infus Cery, dokter Yolla pun pergi undur diri karena ada pasien yang harus ia tangani.
Cery melangkahkan kakinya pelan pelan keluar dari rumah sakit tersebut. Ketika hendak memasuki mobil tanpa sengaja Cery melihat seorang laki-laki menggunakan pakaian serba hitam tengah memperhatikannya.
Cery merasa heran, pasalnya laki-laki tersebut memakai masker dan topi.
"Siapa ya tadi? Kenapa dia liatin gue? Dari postur tubuhnya, kayak Derin deh!" batin Cery yang terus kepikiran sampai terdengar suara yang membuyarkan lamunannya.
"Cer, ayo buruan masuk nak!" perintah mamah Emil.
"Oh, iya iya mah." jawab Cery sedikit terbata bata.
Cery tidak ambil pusing dengan seseorang yang tadi memperhatikannya.Butuh waktu sekitar 30 menit agar sampai di rumah.
Setibanya di rumah, sudah banyak orang yang tengah menyambut kepulangan Cery. Ya yang pasti personil Geng Peyek pun datang turut serta dalam penyambutan Cery.
"Eh, buset dah meriah bener!" ucap Cery ketika melihat rumahnya sudah di hias sedemikian rupa untuk menyambut kepulangannya.
"Ya dong, kan sahabat gue pulang!" balas Reisa langsung memeluk Cery.
"Ch... Lo ini Sa, main peluk peluk Cery emang Lo udah mandi?!" kata Rama dengan nada mengejeknya.
Mamah serta papah Cery sudah masuk terlebih dahulu di ikuti ayah dan bundanya Enjii.
"Ya begitulah kak! Mereka nggak ada rubah rubahnya." celetuk Enjii melihat tingkah kekasihnya dan sahabatnya.
"Ch..Gimana mau rubah, orang mereka itu bagaikan kucing sama tikus!" ucap Cery berjalan terlebih dahulu.
"Lo udah sehat beneran kak?" tanya Enjii, pasalnya masih ada perban kecil di kening Cery.
"Lo mah kagak liat, gue udah jalan gini kok!" jawab Cery sedikit merajuk.
"Yayaya, gitu aja marah! Dasar kakak gue..." belum sempet Enjii melanjutkan bicaranya,
"Apa? Kakak gue kenapa?!" tanya Cery sewot.
"Ch.. Kakak gue paling cantik kak!" jawab Enjii dan langsung mendapat tabokan dari Cery.
"Makasih!" ucap Cery setelah menabok Enjii.
__ADS_1
"Cer, minta minumnya!" ujar Rama sambil berlari ke arah dapur.
"Lo kenapa sing Ram? Ngos ngosan banget." tanya Enjii mengikuti langkah Rama.
"Ch.. Tuh pacar Lo, ngejar gue kenceng banget!" jelas Rama dengan napas yang masih tersengal sengal.
"Pelan pelan napah Ram." sahut Cery tiba-tiba datang menghampiri.
"Cer, Cery!!" panggil Reisa sambil menenteng buket bunga dan buah buahan.
"Hm, ada apa Sa?" tanya Cery menoleh ke arah Reisa.
"Lo habis belanja Oneng?" ejek Rama yang langsung di tatap tajam oleh Reisa.
"Ikan tongkol diem Lo!" ucap Reisa ketus.
Dengan sedikit kesal, Rama pun langsung terdiam sambil memanyunkan bibirnya.
"Nih Cer buat Lo!" imbuh Reisa sembari memberikan buket bunga dan buah buahannya.
"Dari siapa?" tanya Cery yang masih belum menerima apa yang di berikan Reisa.
"Dari mantan Lo!" sahut Reisa sedikit kesal dengan Derin.
"Derin?" tanya Enjii dengan tatapan tak sukanya.
"Iyalah." jawab Reisa.
"Buang aja." respon Cery sambil pergi berlalu.
"Hm, ini baru kakak gue!" batin Enjii tersenyum penuh kemenangan.
"Apa Lo nggak sayang? Mana buah buahannya banyak lagi!" protes Rama.
"Kalok Lo mau, ambil aja!" teriak Cery.
"Oke deh. Sini buat gue aja!" pinta Rama kepada Reisa.
"Tuh, makan aja sekalian ama plastiknya!" ucap Reisa sambil menyerahkan semuanya dengan kasar.
Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍
Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)
__ADS_1
Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫
Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏