Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
bab 36


__ADS_3

Arka menatap wajah Hana yang tertidur pulas, Ia ingin memegang wajah Hana tapi terhenti karna Hana mulai bergerak. Tangannya nasih berada di udara.


Arka membuka selimut lagi dan langsung memegang tangan Hana, Ia melihat lengan Hana yang waktu itu terluka.


Hana mulai membuka mata sedikit karna sentuhan, Ia langsung kaget melihat seseorang di depannya, Ia hampir berteriak maling, tapi mulutnya ditutup Arka.


"Ini aku bukan maling," ucap Arka


Hana langsung menggosok matanya baru menatap Arka.


Arka tersenyum, "Baru 2 hari aku pergi, kamu sudah melupakan wajahku,"


"Tadi gak terlalu merhatiin wajah, maaf ya," ucap Hana yang langsung duduk.


"Ya sudah aku bersih-bersih dulu," ucap Arka yang langsung berjalan menuju kamar mandi.


Hana tersenyum karna Arka pulang lebih cepat, tapi senyumnya langsung hilang saat ingat sesuatu, hanya wajah panik yang terlihat di wajahnya.


Hana buru-buru menggulung diri di dalam selimut lalu langsung memejamkan mata.


Setelah berapa lama, Arka keluar dari kamar mandi dan melihat Hana sudah tidur lagi sambil menggulung diri dengan selimut.


Arka hanya tersenyum melihatnya.


Arka langsung memakai pakaian dan duduk di samping Hana tidur.


Aku tidak akan sembarangan menyentuh jika hatimu belum siap batin Arka.


Arka mengira Hana membungkus tubuhnya dengan selimut karna takut Ia berbuat sesuatu.


Arka langsung berbaring dan mulai memejamkan matanya.


*


Keesokan harinya Arka bangun dan melihat Hana masih tidur.


"Aisya bangun," ucap Arka lembut sambil menyentuh lengan Hana lalu ke wajahnya.


Hana langsung membuka matanya saat tangan Arka menyentuh wajahnya.


"Ayo sholat, jam sudah setengah lima," ucap Arka


"Itu...itu...!" ucap Hana bingung bilangnya


"Itu apa?" tanya Arka


"Haid," ucap Hana singkat


Arka tersenyum sedikit dan langsung bangkit dari tempat tidur.


Arka berjalan menuju kamar mandi masih sambil tersenyum karna ingat saat Hana menggulung diri di dalam selimut, dugaannya semalam salah besar,


Hana ikut bangkit, setelah Arka selesai wudhu baru Ia masuk ke kamar mandi.


Pagi hari Hana sudah duduk di meja makan bersama mertuanya.


Arka turun dari tangga membuat kedua orang tuanya kaget.


"Kapan kamu pulang?" ucap Papanya


"Tengah malam," jawab Arka yang langsung duduk di samping Hana


"Pasti kamu membuat Hana kaget kan?" tanya Mamanya


"Sedikit," ucap Arka sambil tersenyum


"Kebiasaan banget manjat ke teras kamar," kata Mamanya


"Jadi semalam masuknya dari teras kamar?" tanya Hana kaget

__ADS_1


"Iya, karna pintu semua terkunci," kata Arka yang langsung mengambil roti yang sudah Hana olesi selai.


"Bukankah seharusnya pulang sore ini?" ucap Papanya


"Semalam diselesaikan sekaligus jadi setelah selesai langsung naik pesawat pulang," kata Arka


Kedua orang tuanya hanya tersenyum mendengarnya karna sudah pasti Arka buru-buru pulang supaya cepat ketemu istrinya.


"Hari ini mau ke Pabrik Bogor lagi," kata Arka


"Pasti sampai sore," kata Mamanya


"Belum tahu juga Ma, tapi mungkin memang sampai sore," kata Arka sambil melihat ke arah Hana


"Kamu mau ikut?" tanya Arka pada Hana


"Memangnya boleh?" tanya Hana


"Kenapa tidak," ucap Arka sambil tersenyum


Hana ikut tersenyum.


*


Hana dan Arka sudah melaju menuju Bogor.


"Apa kamu merindukan Alwi?" tanya Arka


Hana mengangguk, "Tapi saat bicara di telpon, Alwi terlihat sangat bahagia di sana,"


Arka tersenyum, "Sabar ya, nanti kalau kerjaan gak banyak, kita pulang ke sana,"


Hana tersenyum bahagia sambil mengangguk.


Sesampainya di pabrik, Pak Lindo menyambut mereka.


Pak Lindo tersenyum saat melihat Arka membukakan Hana pintu mobil.


Pak Lindo mengangguk dan langsung menyuruh salah satu orang untuk menyiapkannya.


Arka menarik Hana masuk, tangannya menggenggam erat tangan istrinya.


"Kamu ikut mereka, aku harus mengurus sesuatu dulu di sana," ucap Arka


"Ah iya," Hana langsung melepaskan tangannya sambil berjalan mengikuti orang tadi.


Arka melihat ke arah kepergian Hana, Ia menoleh sebentar ke belakang sambil tersenyum.


Arka ikut tersenyum lalu langsung masuk ke sebuah ruangan.


Hana masuk ke dapur sebentar, teman lamanya tersenyum ke arahnya.


Hana mendekat ke arah Lina, Lina mau memeluknya tapi tidak jadi karna masih membuat adonan.


"Kisah cinta kalian seperti di negeri dongeng," ucap Lina


Hana tersenyum ke arah Lina.


Tapi nyatanya gak seperti itu batin Hana


"Ingat gak dulu pertama kali dia datang ke sini, datang-datang langsung marah-marah terus mecat kamu tanpa belas kasihan, tau rasa kan sekarang jadi jatuh cinta," canda Lina


"Ah iya, waktu itu sedikit pun gak nanya alasan langsung pecat aja," kata Hana yang mengingat tentang dulu.


"Tapi karna kejadian itu kalian bisa seperti ini," kata Lina


"Oh ya dengar-dengar sekarang Pak Arka marah lagi," kata Lina


"Oh ya...! marah kenapa?" tanya Hana

__ADS_1


"Iya semua orang juga tau sekarang Pak Arka sudah menuju ruangan tempat penyimpanan roti, ada yang membuat masalah," kata Lina


Hana langsung berlari pergi menuju ruangan itu.


Saat sudah depan ruangan itu, Hana berjalan pelan sambil membuka pintu.


Hana melihat dan mendengar saat Arka memarahi semua yang ada di sana.


Hana berjalan pelan mendekati Arka yang berdiri membelakanginya.


Hana memegang tangan Arka, membuat Arka kaget dan langsung menoleh ke arahnya.


"Jangan pecat mereka," ucap Hana pelan.


Arka menarik Hana keluar, mereka berjalan menuju ruang istirahat.


Saat di ruangan istirahat Arka langsung duduk bersama Hana.


"Siapa yang mau pecat mereka, tadi hanya memarahi mereka supaya gak mengulangi kesalahan lagi," kata Arka


"Lagian sejak kejadian kamu dulu, aku sudah gak pernah memecat orang paling hanya memberi peringatan," tambah Arka


Hana merasa bersalah sudah buruk sangka pada Arka.


"Maaf," ucap Hana sambil menunduk


"Kamu kalau mau jalan, jalan saja dulu atau mau istirahat," kata Arka


"Mau lihat rumah lama," kata Hana


"Baiklah aku suruh orang ngantar kamu ke sana," ucap Arka


"Gak usah, mau jalan kaki saja," kata Hana


"Ya baiklah nanti setelah aku selesai akan jemput ke sana," kata Arka yang langsung berdiri.


Terlihat wajah Arka masih kesal tapi bukan karna Hana.


Hana langsung keluar dari pabrik dan berjalan menelusuri jalan yang pernah dilewatinya dulu.


Hana tersenyum karna bisa kembali melihat ke sana.


Saat sampai di depan rumah lamanya, Hana langsung berjalan pelan dan duduk di terasnya, terlihat banyak daun-daun dan debu.


Terlihat setiap rumah lagi sepi karna semuanya lagi kerja.


Terdengar suara pintu di buka di rumah lama Fahri, Hana melihat ke arah suara, ternyata Fahri yang baru keluar dari rumah.


"Hana," sapa Fahri


Hana melihat ke arahnya sedikit tersenyum.


"Alwi mana?" tanya Fahri


"Di kampung sama keluarga, oh ya kapan kembali?" tanya Hana


"Baru beberapa jam yang lalu, tadinya mau cari kalian ke Jakarta kangen juga sama Alwi tapi ternyata dia sudah di kampung," ucap Fahri


"Iya beberapa waktu lalu kami pulang kampung, karna senang tinggal di sana jadinya dia gak mau ikut ke Jakarta," ucap Hana


"Sekarang kamu kerja di mana?" tanya Fahri


Hana menggeleng.


"Terus?" ucap Fahri


"Aku sudah menikah," kata Hana gak enak


Fahri kaget, "Menikah?"

__ADS_1


Hana mengangguk.


__ADS_2