Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
87. Hilang 1 Datang 2


__ADS_3

Happy Reading temen temen 💙


Cery berlalu menuju kamarnya untuk segera menyegarkan badan dan pikirannya.


Selesai mandi Cery langsung merebahkan dirinya di kasur, tanpa sengaja matanya pun melihat ke arah kotak yang berisi buket bunga pemberian entah siapa waktu ia wisuda dulu.


"Bagaimana nasibnya dengan pengirim buket ini? Sampek sekarang pun orangnya kagak nongol- nongol!" ucap Cery bingung. "Arghh ini gimana sih?" gerutu Cery merasa frustasi.


Cery beralih menatap dirinya di pantulan cermin, matanya pun tertuju ke arah kalung yang di pakainya.


Ia mengingat-ingat wajah seseorang yang pernah memberi kalung tersebut.


"Tunggu, dulu katanya hadiah dari bos! Tapi bos itu siapa? Apa juga dia orang yang mengirimkan buket ini?" tanya Cery dalam pikirannya yang terus berkecamuk. "Ihhh mengapa begitu rumit sih ah!" teriak Cery kesal.


Cery memutuskan untuk turun ke bawah dengan muka kusutnya.


Selain kepikiran tentang kalung dan buket bunga tersebut, Cery juga kepikiran tentang kekasihnya. Siapa lagi kalau bukan Reyhan.


"Cer, kenapa kok mukanya gitu nak?" tanya mamah Emil.


"Enggak papa mah." jawab Cery lesu. "Hm, pah! Dulu waktu pesta ulang tahun Cery, papah ngundang siapa aja?" tanya Cery antusias.


"Memangnya ada apa Cer?" tanya papah Jemi tidak mengerti dengan tujuan anaknya.


"Enggak apa apa pah! Cuman waktu itu ada seseorang datang memberikan kalung kepada Cery. Katanya titipan bosnya. Apakah papah tau siapa itu?" tanya Cery.


Papah Jemi serta mamah Emil yang mendengarnya pun langsung saling pandang lalu tersenyum.


"Ihhh pah mah, kok malah senyum senyum sih!" gerutu Cery.


"Papah tidak tahu sayang." jawab papah Jemi sambil mengalihkan pandangannya ke objek lain.


"Yah!" ucap Cery merasa putus asa.


"Emangnya kalung itu dimana sekarang?" tanya mamah Emil.


"Ini." jawab Cery sambil memperlihatkan kalung yang selalu ia pakai itu.


"Owh." balas mamah Emil sambil tersenyum.


"Sudah lah Cer, sana istirahat! Besok kamu harus jemput Enjii dan teman mu Rama ke bandara." titah papah Jemi.


"Mereka pulang pah?" tanya Cery girang.


"Oh itu, kata om Panji gitu!" ujar papah Jemi terbata bata.


"Baiklah, besok Cery akan jemput mereka." sahut Cery senang.


Ia segera naik ke atas menuju sarangnya. Cery merebahkan dirinya, menatap langit-langit kamar sembari tersenyum.


"Hm, nggakpapa lah mas Rey nggak ada disini, sementara waktu kan ada Rama sama Enjii." ucap Cery. "Hilang satu, datang dua!" gumannya sambil terkekeh.


Cery segera bangkit dan membersihkan dirinya, setelah itu ia mulai berangkat ke alam mimpinya yang tengah menunggu.


-


-

__ADS_1


Keesokan harinya, Cery ada jadwal ke kampus pagi hari dan ia merasa heran dengan kehadiran papah Jemi yang seharusnya sudah berangkat ke kantor.


"Papah nggak kerja?" tanya Cery berjalan menuju dapur.


"Papah hari ini cuti saja." jawab papah Jemi.


"Apa papah sakit?" tanya Cery sambil mendekati sang papah.


"Enggak, papah baik-baik aja kok!" sahutnya. "Nanti papah anter aja ya! Sekalian mau lihat-lihat kampus." imbuh papah Jemi.


"Hm, baiklah." pasrah Cery.


Dan benar saja, Cery di antar oleh papah Jemi serta bang Ucup.


Cery minta kepada bang Ucup agar di turunkan di depan gerbang saja.


"Kuliah yang bener!" perintah papah Jemi saat Cery menyalaminya.


"Baik papah bos." jawab Cery sambil terkekeh. "Cery masuk dulu pah!" pamitnya lalu pergi menghampiri Maya yang tengah menunggu.


"Dia sudah di kampus nak!" ucap papah Jemi dengan seseorang lewat teleponnya.


Cery menikmati kuliahnya dengan perasaan senang karena nanti sore teman temannya akan kumpul secara lengkap.


Namun ia juga merasa sedih karena sang kekasih masih di luar kota.


"Ngapain Lo senyam senyum sendiri?" tegur Maya.


"Ah enggak kok!" elak Cery.


"Jangan boong Lo!" ancam Maya.


"Ow, ganteng ganteng nggak?" tanya Maya.


"Gue bilangin tangan kanan mas Reyhan Lo!" ancam Cery balik.


"Kagak kok, gue cuman bercanda Cer!" balas Maya terbata bata. "Yuk ah kantin!" ajak Maya.


"Kuy!" respon Cery.


***


Saat di kantin Cery memerhatikan Maya yang nampak serius dengan ponselnya.


"Lo kenapa May? Kok serius amat." sahut Cery.


"Gue kagak papa kok!" jawab Maya sekilas.


"Ya udah gue pulang dulu ya!" pamit Cery.


"Eh jangan dong! Di sini aja temenin gue ya!" pinta Maya memohon.


"Hm." balas Cery.


"Hai Cer!" sapa Reisa heboh.


"Hay, lama kagak ketemu! Lo dari mana aja sih?" tanya Cery.

__ADS_1


"Sibuk tugas." balas Reisa sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Maya dan Maya pun paham akan kode itu.


10 menit


20 menit


30 menit


Begitu sudah terlewatkan.


"Gue pulang dulu ya!" pamit Cery.


"Eh jangan dong! Disini aja temenin gue ngobrol ya!" sahut Reisa.


"Ya udah deh!" pasrah Cery. "Apa apaan sih mereka? Kenapa pada nahan nahan gue sih?" tanya Cery dalam hatinya.


Dengan sangat terpaksa Cery menemani Maya dan Reisa sampai sore.


Dan itu jika ia tidak ada acara menjemput Enjii dan Rama, mungkin Cery akan pulang malam.


***


"Gue nggak sabar pengen ketemu sama sahabat gue!" heboh Cery di dalam mobil bersama Reisa dan Meryana.


"Sejak kapan Lo jadi kayak gini Cer?" tanya Meryana.


"Sejak ada pak dosen lah!" sahut Reisa.


"Kok Lo tau Sa?" tanya Cery curiga.


"Itu loh! Maya, hm... Maya yang kasih tau gue!" jawab Reisa sambil menghela napas lega.


"Owh." kata Cery.


Mobil yang di kendarai Reisa pun tiba di parkiran bandara dan ternyata disana sudah ada Enjii dan Rama yang baru saja keluar dari dalam bandara.


"Enjii Rama!" teriak Cery girang.


"Buset, santai aja napah mbak!" sahut Rama terkekeh.


"Eh eh! Sejak kapan kakak ku ini jadi ceria?" goda Enjii.


"Ihhh, Lo berdua mah!" ucap Cery sebal sekaligus senang.


Sedangkan Reisa dan Meryana hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil terkekeh pelan.


Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍


Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)


Ayolah jangan cuman baca doang 😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌


Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏


Terimakasih juga bagi yang sudah mau berbagi:) Lovyu✨


Ini novel pertamaku jadi harap maklum 😉

__ADS_1


Jangan lupa baca cerita ku yang kedua ya judulnya "Ada Apa dengan Tentara v/s Hakim" di tunggu🙏 Jika kalian mau mampir dan ninggalin jejak, mis bakal buat cerita dengan judul yang lain. Karena mis punya banyak bahan buat nulis karya beginian:)


😘


__ADS_2