
Saat Hana mengantar Arka ke depan rumah, Hana mencium tangan suaminya itu, Arka sudah akan masuk ke mobil tapi langkahnya terhenti.
Arka berbalik lagi dan berjalan mendekati Hana lalu memeluknya dengan erat.
Ya Allas semoga saat aku pulang sikapnya tetap seperti ini batin Arka
Hana membalas pelukannya.
"Siang ini aku gak pulang, sekarang rumah kita sudah jauh dari kantor," kata Arka
"Iya, aku tunggu nanti sore, mau dimasakin apa untuk makan malam?" tanya Hana
"Apa aja yang penting bisa di makan," kata Arka
Arka melepaskan pelukannya lalu menatap Hana.
Hana berjinjit lalu mencium pipi kiri Arka.
"Ya sudah aku pergi dulu," ucap Arka
Hana mengangguk, Arka langsung berjalan masuk ke mobil.
Hana menunggu hingga mobil jalan dan keluar dari pagar rumahnya.
Hana berjalan masuk ke dalam rumah, Ia langsung menuju ke kamar.
Saat sudah di dalam kamar, Hana membuka dompetnya, Hana tersenyum melihat uang yang ditinggalkan Arka untuk belanja.
Hana melihat foto Vito sehingga senyumnya langsung hilang. Hana mengambil foto itu lalu menyimpannya di lembaran buku yang tidak terpakai.
Biarlah ini menjadi kenangan lama, sekarang sudah ada Mas Arka yang menggantikan Mas Vito untuk menjaga kami, batin Hana
Hana membuka album foto yang diberikan Rangga kemarin, Hana mengambil foto pernikahannya dengan Arka yang juga bersama Alwi, lalu menyimpannya di dompet menggantikan foto lama.
Hana berjalan keluar kamar lalu menuju kebun belakang.
Terlihat Pak Tejo lagi menyiram sayuran, sedangkan Bu Lastri menanam bibit sayur yang baru.
Hana langsung mendekat ke arah Bu Lastri untuk membantunya.
"Mbak Hana gak usah bantuin nanti kotor," ucap Bu Lastri
"Bu, sejak kecil saya sudah biasa berkebun, orang tua saya seorang petani, jadi ini hal biasa bagi saya," kata Hana
"Lihat ini Bu," ucap Hana menunjukkan telapak tangannya.
Bu Lastri menatap ke arah tangan Hana lalu menyentuhnya dengan tangan kotor.
"Lihat kan Bu, tangan seperti ini adalah tangan orang yang pernah kerja keras," ucap Hana
"Tapi nanti Mas Arka marah," kata Bu Lastri
"Mas Arka gak akan marah dalam hal seperti ini, tapi kalau dalam masalah kerjaan di kantor atau pabrik, gak akan ada yang berani membuat masalah dengannya," Hana tersenyum saat mengatakan itu karna ingat saat pertama kali bertemu Arka.
Hana langsung mengambil beberapa bibit lalu mulai menanamnya.
"Oh ya Bu, apa kalian nyaman tinggal di rumah belakang?" tanya Hana
__ADS_1
"Nyaman Mbak," ucap Bu Lastri
"Rumah orang tua saya di kampung lebih kecil dari rumah belakang, tapi Mas Arka gak masalah saat menginap di sana," ucap Hana
"Itu bagus, berarti Mas Arka tulus pada Mbak Hana," kata Bu Lastri
"Ya Ibu benar, Mas Arka sangat tulus pada saya, saya nya saja yang gak pernah menghargai ketulusannya," kata Hana
"Jadi istri yang baik sudah cukup untuknya" kata Bu Lastri
Hana tersenyum.
Ya benar aku harus jadi istri yang baik untuk Mas Arka batin Hana
*
Sore hari Arka sudah pulang, saat mengucap salam tidak ada yang menyahut, Arka langsung membuka pintu yang memang gak terkunci.
Arka berjalan ke kamar sambil menyimpan barangnya, tapi Hana tidak terlihat, Arka keluar dari kamar menuju dapur tapi Hana juga gak ada.
Lalu Arka keluar dari dapur menuju halaman belakang, ternyata Hana lagi di kebun melihat Bu Lastri dan Pak Tejo memanen cabai.
Sedangkan Hana sendiri baru habis memegang tanah mengisi pot.
Bu Lastri dan Pak Tejo melihat ke arah Arka, Arka langsung memberi kode diam dengan jari tunjuknya di bibir.
Bu Lastri dan Pak Tejo langsung pergi masuk ke rumah belakang. Hana hanya bingung melihat mereka meninggalkan pekerjaan.
Arka sudah di belakang Hana lalu langsung memeluk Hana dari belakang, Hana kaget tapi langsung tau itu Arka dari bau badannya.
Tidak ada yang bicara sepatah katapun, Hana memegang tangan Arka yang ada di perutnya, sedikitpun Arka gak masalah dengan tangan Hana yang penuh dengan tanah.
Hana ingin berbalik tapi Arka menahannya.
"Tetap seperti ini," kata Arka
"Tapi ini sangat kotor," ucap Hana
"Gak apa-apa, tapi lain kali saat aku pulang jangan di sini, tunggu di depan," kata Arka
"Ya baiklah, maaf karna tidak ada di dalam rumah saat Mas Arka pulang," kata Hana
Arka langsung mengangkat Hana.
"Dimaafkan tapi harus mandi dulu," kata Arka yang membawa Hana masuk ke rumah.
Arka membawa Hana ke kamar lalu menurunkannya saat sudah di kamar mandi.
"Cepat mandi, aku keluar dulu," kata Arka yang tersenyum melihat wajah panik Hana.
Hana panik karna mengira Arka mengajaknya mandi bersama.
Setelah Arka keluar dari kamar mandi, Hana menghela nafas lega.
Hana langsung membuka jilbabnya lalu pakaiannya yang memang sudah sangat kotor.
Hana langsung mulai mandi.
__ADS_1
Arka melihat tangannya sendiri yang juga sudah kotor.
Setelah Hana selesai mandi, Ia keluar dan melihat Arka duduk di lantai menyandar ke tempat tidur.
Arka bangkit dan langsung berjalan menuju kamar mandi tapi berbalik lagi dan menatap Hana.
"Ada apa?" tanya Hana
"Ada hadiah untukmu di dalam tas, buka saja," kata Arka
Hana mengangguk, Arka pun langsung masuk ke kamar mandi.
setelah selesai mandi, Arka keluar dan melihat Hana lagi menatap hadiah darinya.
"Kenapa gak dipakai?" tanya Arka.
Arka yang hanya memakai handuk saja langsung duduk di samping Hana.
"Ini terlalu berlebihan," kata Hana
Arka mengambilnya dari tangan Hana lalu menarik tangan Hana dengan pelan.
Arka memakaikan gelang itu di tangan kiri Hana.
"Saat aku pergi bersama klien hari ini, aku melihat ini di toko perhiasan, ini sangat cocok untukmu, jangan dilepas ya," kata Arka
Hana mengangguk, lalu menyandarkan kepalanya di pundak Arka.
"Terima kasih banyak," ucap Hana
*
*
Seminggu berlalu, Arka dan Hana sudah datang di bandara Pontianak.
Tangan kanan Arka menarik koper sedangkan tangan kirinya memegang tangan istrinya.
"Memangnya kita akan menginap lama? kok bawa pakaian banyak banget," ucap Hana
"Aku gak lama, besok sudah harus pulang, tapi karna kamu sudah lebih dari sebulan menemani aku jadi sekarang giliran menemani Alwi," ucap Arka
"Boleh?" tanya Hana
Arka mengangguk.
"Saat aku gak sibuk, aku akan ke sini melihat kalian, Alwi lebih membutuhkan kamu daripada aku," ucap Arka
Hana tersenyum senang dan langsung merangkul lengan Arka dengan erat.
"Terima kasih Mas Arka,"
Arka tersenyum.
Aku tau selama sebulan lebih ini kau sangat merindukan Alwi, aku tidak ingin jadi pemisah kalian batin Arka
Mereka berjalan keluar bandara dan langsung menghentikan taxi.
__ADS_1