Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
bab 26


__ADS_3

Arka melihat Pak Hairul memanen cabai yang sudah berwarna merah.


Sedangkan mereka bertiga masih mengambil jeruk.


Arka menatap teriknya matahari sambil menyeka keringatnya.


Sesekali Ia melihat ke arah Alwi sambil tersenyum.


Di rumah Hana melihat jam di dinding, jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan.


Hana langsung berjalan ke depan untuk melihat apakah mereka sudah sampai.


Disaat itu memang semuanya baru sampai, Hana melihat ke arah Arka sebentar lalu kembali masuk.


Arka juga melihat ke arah Hana yang baru masuk.


Arka berjalan masuk ke rumah Pak Santo sambil mengucap salam, Ia langsung masuk ke kamar untuk mengambil handuk.


Saat sudah di dalam kamar mandi, Arka langsung berdiri memegang bak air.


Ternyata seperti ini kehidupan di sini batin Arka


Arka langsung mengambil centong air dan mulai mengguyurkan keseluruh tubuhnya.


*


Sore hari Arka sibuk menelpon di luar rumah.


Hana yang sedang mengangkat pakaian di jemuran melihat sebentar ke arah Arka.


"Besok saya kembali jadi tunda dulu kepergian mereka," ucap Arka saat menelpon


Arka menutup sambungan lalu menoleh ke arah Hana,


"Besok saya akan kembali ke Jakarta habis sholat subuh," kata Arka


Hana mengangguk.


"Sini pakaian saya, terima kasih sudah mencucinya," ucap Arka lagi


"Saya setrika dulu," kata Hana


"Gak usah, sini," pinta Arka lagi


Hana memberikannya pada Arka, Arka tersenyum setelah mengambilnya.


"Oh ya Aisya tentang lamaran itu kalau kamu gak bisa jawab besok ya gak perlu jawab," kata Arka


"Saya sudah punya kok jawaban untuk besok." Hana langsung berjalan masuk ke rumahnya. Sedangkan Arka mengangkat telpon lagi.


Malam hari Arka duduk di dekat Pak Santo.


"Pak ini uang sedikit untuk Bapak, terima kasih sudah mau menerima saya di sini," ucap Arka sambil memberikan uang beberapa lembar.


"Gak usah, Bapak ikhlas kok, kapanpun kamu datang ke sini bisa menginap di sini," kata Pak Santo menolak.


"Tolong Pak diterima," kata Arka memaksa.


Pak Santo melihat uang itu.


"Ini terlalu banyak, saya ambil ini saja." Pak Santo mengambil satu lembar.


"Gak apa Pak ambil semuanya," Arka masih sedikit memaksa

__ADS_1


Pak Santo tetap menolak.


Di kamar Hana sudah berbaring.


Semoga ini pilihan yang tepat batinnya


Hana langsung tertidur karna besok harus bangun agak subuh.


Keesokan harinya


Arka sudah selesai sholat subuh, Ia berjalan keluar rumah Pak Santo, terlihat rumah keluarga Hana sudah terbuka.


Pak Hairul sudah duduk di luar menunggunya.


Arka berjalan perlahan mendekati Pak Hairul.


"Ayo masuk, di sini dingin," kata Pak Hairul


Arka langsung mengikuti Pak Hairul masuk dan duduk di ruang tamu.


Hana keluar dan langsung memberikan kue untuk Arka.


"Makanlah dulu," Kata Hana


Bu Dahlia juga keluar dan langsung duduk di samping suaminya.


Arka mulai memakannya perlahan.


"Yakin mau pulang sekarang?" tanya Pak Hairul


"Iya Pak, bentar lagi minta antar ke Arif cari taxi," kata Arka


"Ya sudah sekarang Aisya jawab saja lamaran waktu itu," ucap Bu Dahlia.


Seketika wajah Arka langsung jadi tegang.


"Bismillah, tentang lamaran Pak Arka waktu itu, bisakah saya mengajukan pertanyaan dulu?" tanya Hana


"Iya, silakan," kata Arka


"Di luar sana banyak wanita sholeha yang cantik, seandainya kita sudah menikah dan tiba-tiba Pak Arka bertemu wanita seperti itu bagaimana?" tanya Hana


"Bagi saya siapapun istri saya nantinya Ia akan jadi wanita tercantik di hati saya, jadi jika saya menemukan wanita cantik manapun, tetap bagi saya cuma istri saya yang cantik," ucap Arka


"Ada satu lagi, poligami dalam agama kita diperbolehkan tapi saya gak mau jika harus dipoligami, karna sebaik apapun seorang wanita pasti akan merasa iri jika melihat suaminya bersama yang lain, bisakah Pak Arka menjaga hati Pak Arka untuk saya seorang?" tanya Hana


"Insya Allah," jawab Arka singkat


"Jika suatu saat poligami terjadi maka tolong Pak Arka melepaskan saya, karna selama saya masih mampu saya gak bisa hidup berbagi suami," ucap Hana


"Iya Insya Allah hal itu gak akan terjadi, karna saya cuma akan mencintai kamu seorang," ucap Arka


"Kalau begitu saya bersedia menerima lamaran Pak Arka, dan ucapan tadi saya anggap sebagai janji," ucap Hana sambil sedikit tersenyum.


Seketika wajah tegang Arka langsung berubah jadi senyuman.


"Alhamdulillah," ucapnya


Bu Dahlia dan Pak Hairul juga tersenyum bahagia.


Arka langsung mengeluarkan cincinnya dan menyimpannya di meja.


Bu Dahlia langsung memakaikannya pada jari Hana.

__ADS_1


"Nanti saya akan membawa kedua orang tua saya saat hari pernikahan, jadi saat kalian sudah menentukan harinya langsung telpon saja," kata Arka


"Baiklah, nanti kami hubungi lagi," ucap Pak Hairul


Arif sudah selesai memanaskan motornya.


"Mau pergi sekarang?" tanya Arif


Arka mengangguk.


"Oh ya Alwi masih tidur, kasian jika harus dibangunkan," kata Arka


"Ya sudah pamit saat dia tidur saja, dia di kamar sini," ucap Hana sambil menunjuk kamar Arif


"Boleh saya masuk?" tanya Arka


"Silakan," kata Bu Dahlia


Arka langsung masuk dan melihat Alwi yang masih pulas.


"Semalam gak tidur sama Om Arka, nanti saat bangun juga gak akan ketemu Om Arka," gumam Arka sambil membelai rambut Alwi.


Arka membuka kartu di HPnya lalu menyimpan HPnya di meja dekat Alwi tidur.


Arka juga menyimpan uang di bawah HP.


Arka langsung mengecup kening Alwi lalu berjalan keluar lagi.


Ia menutup pintu kamar dan langsung mengambil tasnya.


Semua melihat ke arahnya. Mereka semua berjalan keluar.


Pak Santo dan beberapa tetangga juga sudah ada di luar.


Arka langsung pamit pada semuanya.


Saat sudah naik di motornya Arif, Arka melihat lagi ke arah Hana yang hanya menunduk.


"Pak, Bu, saya pergi dulu, terima kasih untuk semuanya, Assalamu 'alaikum," ucap Arka


"Wa'alaikumussalam," jawab semuanya.


Hana mengangkat wajahnya melihat kepergian Arka yang semakin jauh.


Hati-hati di jalan batin Hana


Mereka semua langsung masuk ke rumah masing-masing.


Hana dan kedua orang tuanya duduk di ruang tamu.


Bu Dahlia memegang tangan Hana.


"Kejadian ini seperti kejadian dulu, tapi semoga kehidupan rumah tangga ini kekal hingga maut memisahkan," ucap Bu Dahlia


Hana tersenyum tipis, "Iya semoga,"


"Baru sebentar kalian di sini tapi sudah akan pergi lagi," kata Pak Hairul


"Oh ya apa kamu memang sudah menyukainya dari dulu?" tanya Bu Dahlia


Hana menggeleng.


"Bukankah dulu saat Mas Vito melamar, Aisya juga belum jatuh cinta padanya, cinta akan tumbuh setelah menikah," kata Hana

__ADS_1


"Tapi sepertinya Arka sudah mencintai kamu, dia datang jauh-jauh seorang diri ke sini demi melamar kamu," kata Bapaknya.


Aisya gak yakin dia beneran cinta atau karna kasihan karna kami ditinggalkan sahabatnya batin Hana.


__ADS_2