
Linda mendekati Hana yang sudah sadar tapi matanya masih sembab.
Linda menggenggam tangan Hana.
"Mulai hari ini jangan terlalu capek, jaga kesehatan biar bayinya sehat juga," ucap Maya
"Iya Ma," kata Hana masih dengan tatapan lemah dan sedih.
"Papa juga pasti senang dengar berita ini," ucap Linda
Hana tersenyum sedikit melihat kesenangan Mama mertuanya.
"Ada yang ingin kamu makan gak?" tanya Linda
Hana menggeleng.
"Nanti kalau ada jangan dipendam biar Arka yang cariin," kata Linda
"Iya Ma nanti aku bilang sama Pak Tejo kalau mau sesuatu," kata Hana
Saat ini aku gak mau bicara dulu sama Mas Arka batin Hana
Linda memegang wajah Hana yang terlihat pucat.
"Pasti kamu sudah gak makan beberapa hari," ucap Linda
"Baru kemarin gak makan Ma, setiap diisi makanan keluar lagi, minuman rasanya juga gak enak," kata Hana
"Kalau kamu gak makan bisa-bisa gak ada tenaga," kata Linda
Hana hanya diam karna saat ini tenaganya juga sudah hilang karna kejadian tadi.
Linda melihat Hana menitikkan air mata tapi langsung menyekanya.
"Apa kalian punya masalah?" tanya Linda
"Ma apa Mas Arka dulu memang menyukai Cantika?" tanya Hana
"Ada apa sama Cantika?" tanya Linda balik
"Tadi saat aku baru kembali, aku melihat mereka bertengkar di depan rumah karna sebuah foto," ucap Hana yang mulai berkaca-kaca lagi.
"Foto apa?" tanya Mama mertuanya
"Foto Mas Arka berada di atasnya Cantika,* kata Hana pelan
"Arka seperti itu? rasanya gak mungkin, bukannya Mama mau membela Arka tapi Arka bukan orang seperti itu, dulu yang membuat mereka tunangan adalah Mama, Arka gak pernah mau. Waktu itu sempat ngadain acara tunangan resmi di gedung, Arka membatalkannya di depan banyak orang hingga Ia sampai digampar sama Papa lalu di suruh tinggal di Bogor," cerita Linda
"Tapi fotonya terlihat nyata," kata Hana
"Kita semua tau bagaimana sifat Cantika, tapi nanti Mama coba bicara sama Arka," kata Linda
"Gak usah Ma, biar nanti di rumah aku sendiri yang tanya, gak enak juga jadi ngadu sama Mama, Mama pura-pura gak tau saja ya," ucap Hana
"Ya baiklah tapi jangan sedih lagi," kata Linda
__ADS_1
Hana mengangguk.
Setelah Linda pergi, Arka pun masuk menemui Hana yang sudah sedikit lebih tenang.
"Istirahatlah," ucap Arka
Hana menunduk saat Arka duduk di dekatnya.
"Bisakah istirahat di rumah saja," pinta Hana tanpa menatap ke arah Arka.
"Baiklah, aku bilang dulu sama Dokter biar kamu dirawat di rumah saja,," kata Arka
Arka bangkit keluar kamar untuk mencari dokter.
Hana melihat kepergiannya dan kembali menitikkan air mata,
Mas Arka gak mungkin seperti itu, dari dulu Cantika memang menyukai Mas Arka jadi sudah pasti dia menghalalkan segala cara untuk memisahkan kami, tapi kenapa Mas Arka gak jujur dari awal batin Hana
Arka masuk kembali bersama Dokter dan perawat, Arka melihat air mata Hana menetes hingga membuatnya semakin merasa bersalah.
Setelah perawat melepas infus Hana, Arka langsung mengangkat Hana ke kursi roda.
Mereka berdua gak ada yang bicara.
Arka mendorong kursi roda Hana hingga depan rumah sakit.
Pak Tejo sudah menunggu di depan, saat melihat mereka, Pak Tejo langsung keluar dari mobil untuk membukakan pintu mobil untuk Hana dan Arka.
Arka mengangkat Hana masuk ke dalam mobil, Hana menatap ke arah wajah suaminya itu.
Bu Lastri juga membukakan pintu kamar.
Arka membawa Hana masuk lalu menurunkannya di tempat tidur.
Ia duduk di depan Hana.
"Maaf," ucap Arka
Hana menatap Arka masih dengan mata berkaca-kaca.
Arka memegang tangan Hana dengan sedih.
"Foto itu memang benar, tapi itu gak sengaja," ucap Arka
Hana hanya diam tapi air matanya perlahan menetes.
Arka memegang wajah Hana dan menghapus air mata Hana.
"Kapan kejadiannya?" tanya Hana
"Beberapa hari sebelum kamu pulang kampung," kata Arka
"Jadi alasan kenapa Mas Arka ingin aku tinggal lebih lama di kampung karna ini?" tanya Hana
Arka mengangguk, "Waktu itu Bu Siska memaksa aku untuk menjenguk Cantika yang lagi sakit, kejadiannya terlalu cepat, Cantika menarik aku hingga jatuh di atasnya lalu temannya mengambil foto kami," kata Arka
__ADS_1
"Sejak saat itu yang terpikirkan olehku bukan cara menjelaskannya padamu, cara yang kulakukan adalah menjauhkanmu dari Cantika, 2 bulan ini rasanya tidak tenang, aku takut kalau kamu melihat foto itu, kamu akan pergi ninggalin aku," ucap Arka
"Sejak kapan Mas Arka jadi pengecut seperti ini?" ucap Hana
"Sejak mengenalmu aku sudah jadi pengecut, yang ada dipikiranku hanya bagaimana caranya membuat kamu bahagia, sehingga aku tidak berani ingin membuat kesalahan sekecil apapun, aku tidak mau membuatmu sedih tapi pada akhirnya aku malah menyakitimu seperti ini," kata Arka
Hana semakin menangis sehingga Arka semakin merasa bersalah.
Aku percaya semua yang kamu katakan, tapi kenapa gak bilang dari awal batin Hana
*
Tengah malam Arka melihat Hana sudah tertidur pulas, saat Hana tertidur Arka baru berani menyentuh perut Hana.
Di sini ada anak kita, aku telah mengecewakan kalian batin Arka
Arka mencium perut Hana dengan lembut, tanpa disadarinya Hana terbangun dari tidur.
Hana melihat apa yang dilakukan Arka, tangan Hana menyentuh kepala suaminya dengan pelan.
Arka langsung bangkit dan menatap Hana yang sudah bangun.
Hana bangkit dan langsung memeluk Arka dengan erat.
"Dari baru pulang belum sempat meluk Mas Arka, aku sengaja pulang lebih cepat karna ingin memberikan Mas Arka kejutan tapi nyatanya aku yang diberi kejutan gak terduga," kata Hana
"Maaf, tapi percayalah itu pertama kalinya aku menyentuh wanita lain, itupun karna tidak sengaja," kata Arka
Hana hanya diam tapi tubuhnya terus memeluk Arka.
"Aku merindukanmu, bisakah kita lupakan tentang ini," kata Hana yang sontak membuat Arka tersenyum.
"Kamu tidak marah lagi?" tanya Arka
"Aku hanya kecewa karna Mas Arka gak jujur, dan satu lagi aku gak suka saat Cantika menyentuh tangan Mas Arka," kata Hana yang sebenarnya masih sangat sedih.
"Dan ingat saat ada masalah harus langsung bilang dari awal apapun itu masalahnya, jangan dipendam sendiri," tambah Hana
"Ya baiklah, kalau tau kamu sebaik ini, aku gak perlu ketakutan setengah mati 2 bulan ini," kata Arka
Arka mengeratkan pelukannya.
"Terima kasih karna sudah mempercayaiku," kata Arka
"Terima kasih juga karna sudah berusaha menjaga hatiku," kata Hana
Arka melepaskan pelukannya, "Ya sudah ayo tidur," ucap Arka sambil mulai berbaring.
Hana tersenyum ke arah Arka dan langsung berbaring menghadap ke arah suaminya itu.
Arka mendekat lagi dan langsung memeluk Hana saat memejamkan mata.
"Akhirnya malam ini bisa tidur dengan nyaman," ucap Arka
Berarti 2 bulan ini Mas Arka tidurnya gak tenang, ternyata sifat Mas Arka lah yang seperti bawang merah batin Hana
__ADS_1
Hana tersenyum lalu langsung memejamkan mata dan tertidur di pelukan suaminya.