Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
bab 23


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu.


Arka sedang mengobrol bersama Alwi ditelpon.


Linda melihat Arka tersenyum sambil menelpon.


Hanya mengobrol sama anaknya saja kau bisa sebahagia itu batin Linda


"Ya sudah ini sudah malam, Alwi tidur ya jangan lupa wudhu dulu," ucap Arka ditelpon


Arka mematikan sambungannya dan langsung berbaring di tempat tidurnya.


Arka melihat kalender di ponselnya dan langsung menghela nafas. Ia langsung bangkit dan keluar dari kamar, Ia melihat Mamanya sedang duduk melamun di sofa.


Ia berjalan perlahan mendekati Mamanya.


Arka memegang lengan Mamanya, Linda melihat ke arah Arka sambil tersenyum tipis.


"Mama belum tidur?" tanya Arka


"Belum. Oh ya tadi kamu ngobrol sama siapa? kok kayaknya senang banget." Linda pura-pura tidak tahu.


Wajah Arka langsung berubah karna merasa tidak enak.


"Ngobrol sama Alwi anaknya Vito dan Hana," kata Arka jujur.


"Kau begitu menyukainya?" tanya Linda


Arka diam sejenak lalu mengangguk pelan.


Ia melihat ke arah Mamanya.


"Tapi aku gak akan memaksa Mama lagi, semoga saja suatu hari nanti Mama bisa membuka hati Mama untuk pilihanku ini," kata Arka


"Mama ingin kamu bahagia jadi kejarlah kebahagiaan kamu, semoga kamu berhasil," ucap Linda sambil memegang tangan Arka.


Arka tersenyum menatap Mamanya.


Ia mencium tangan Mamanya berulang kali


"Terima kasih banyak Ma," kata Arka bahagia sambil memeluk Mamanya.


Linda juga ikut bahagia walau sebenarnya agak sedih.


Wijayanto melihat ke arah mereka dan hanya tersenyum lalu kembali masuk ke kamar.


"Langsung temui orang tuanya saja," ucap Linda


Arka melepaskan pelukannya dan langsung mengangguk.


"Aku akan mencari Hana ke kampungnya dan melakukan Nadzar," kata Arka


Linda mengangguk dan ikut senang melihat semangat Arka.


*


Hari berikutnya Arka sudah siap-siap akan berangkat.


Arka melihat ke arah Papanya.


"Pa maaf ya karna harus minta cuti beberapa hari," ucap Arka


"Gak apa, kau hati-hati saja dan kembali secepatnya," ucap Wijayanto


Arka mengangguk dan langsung pamit pergi.


Linda menghentikan langkah Arka.


"Ini berikanlah pada Hana Aisya," ucap Linda


Arka tersenyum melihat cincin yang diberikan Mamanya. Arka mengambilnya dan mengucapkan terima kasih lalu langsung pergi.


Mama dan Papanya tersenyum.


"Semoga Dia diterima," ucap Linda


Wijayanto tersenyum menatap Linda.


Arka sudah di dalam taxi, Ia tersenyum melihat kertas alamat Hana.

__ADS_1


Sesampainya di bandara Ia langsung masuk karna sudah membeli tiket online.


Arka sudah dalam pesawat, Ia menggenggam erat kotak cincin di tangannya.


Semoga kau mau menerima ini batin Arka


Sesampainya di bandara pontianak, Arka turun dari pesawat dan langsung berjalan.


Di luar bandara, Ia langsung menghentikan taxi. Taxi berhenti di depannya.


"Pak bisa antar ke daerah ini gak?" tanya Arka


Supir taxi melihat alamat yang diberikan Arka.


"Bisa, tapi tempat ini agak jauh jadi ongkosnya agak mahal," ucap Supir taxi.


"Ya gak apa Pak," kata Arka


"Baiklah silakan masuk," ucap Supir taxi.


Arka langsung membuka pintu mobil dan langsung duduk di depan bersama supir.


Supir taxi mulai menjalankan mobilnya.


"Dari mana?" tanya Supir


"Dari Jakarta Pak, ini pertama kalinya datang ke kota Pontianak," ucap Arka


"Oh, lihat-lihatlah pemandangan kota kami," ucap Supir


Arka mengangguk lalu melihat ke arah luar.


"Kira-kira berapa jam ya sampai ke sana?" tanya Arka


"Sekitar 6 jam sampai," kata supir


"Agak lama juga ya," ucap Arka


"Soalnya tempat yang dituju itu sudah diperkampungan."


Sepanjang perjalanan Arka melihat pemandangan luar.


"Pak kita cari Masjid dulu, bentar lagi masuk Dzuhur," ucap Arka


Mereka turun di depan Masjid.


Arka dan supir taxi langsung berjalan menuju tempat wudhu.


Mereka pun masuk disaat semua orang sudah mau memulai sholat. Mereka langsung memulai sholatnya karna semua yang di luar sudah masuk.


Setelah selesai Arka dan supir taxi kembali ke mobil dan langsung melanjutkan perjalanan mereka.


"Ini masih jauh jadi kalau mau tidur, tidur saja," ucap supir dengan ramah.


Arka mengangguk.


Ia memejamkan mata sebentar.


1 jam lamanya Arka tidur, Ia langsung terbangun dan kembali melihat pemandangan.


"Di sini gak sepadat di Jakarta," kata Arka


"Iya, di sini hanya di kotanya saja yang agak padat, kalau sudah masuk perkampungan sudah gak terlalu banyak kendaraan," ucap supir.


Arka melihat jamnya.


"Sekitar 2 jam lagi, nanti saat Asar kita singgah lagi," kata Arka


"Iya," ucap supir


Hari pun mulai sore, Arka tersenyum saat mereka sudah masuk ke daerah perkampungan.


"Ini hampir sampai ya Pak?" tanya Arka


"Iya, tapi alamat rumahnya kurang jelas jadi kita tanya orang dulu," ucap supir taxi.


Taxi berhenti di depan warung bakso Tia.


Arka turun dari mobil, semua orang melihat ke arahnya karna asing.

__ADS_1


"Assalamu 'alaikum Bu, mau numpang tanya boleh?" tanya Arka


"Wa'alaikumussalam, mau tanya apa?" ucap Tia ramah


"Saya cari rumahnya Hana Aisya di mana ya?" tanya Arka


"Oh anak Pak Hairul yang baru kembali beberapa bulan lalu dari Jakarta ya?"


"Iya benar Bu, bisa tunjukkan jalan?" tanya Arka


"Iya ayo saya antar jalan kaki saja ya, cuma 100 meter," kata Tia


"Ah iya saya bayar taxi dulu," kata Arka


Arka langsung mendekat ke supir taxi.


"Pak saya turun di sini saja," ucap Arka


"Ah iya baiklah." supir taxi langsung turun dari mobil untuk mengeluarkan barang Arka.


Arka mengambil tasnya.


Ia langsung membayar lebih pada supir taxi.


"Terima kasih," kata supir itu.


"Saya yang seharusnya berterima kasih sudah diantar sejauh ini," ucap Arka


"Ini sudah pekerjaan saya," kata supir


Arka langsung pamit dan mengucapkan salam, supir taxi juga pamit.


Arka langsung mengikuti Tia yang mulai berjalan.


Tetangga-tetangga melihat ke arahnya, Arka tersenyum sopan pada mereka.


Sesampainya di depan rumah Pak Hairul.


"Ini rumahnya, biar saya panggil," kata Tia


"Maaf Bu jadi menyusahkan," kata Arka


"Gak apa." Tia langsung berjalan ke dekat pintu.


"Assalamu 'alaikum," ucap Tia


Bu Dahlia yang sedang di dapur bersama Hana langsung menjawab salamnya.


"Sepertinya suara Tia, Mak lihat ke depan dulu," ucap Bu Dahlia


"Iya Mak," kata Hana.


Bu Dahlia langsung keluar dan melihat ke arah Tia dan Arka.


Arka tersenyum ke arahnya.


"Bu ini orang cari Hana," kata Tia


"Oh silakan masuk," ucap Bu Dahlia bingung.


Disaat itu juga Alwi dan Arif baru pulang dari main di sekolah.


Alwi melihat Arka dan langsung berlari ke arah Arka.


"Om Arka," ucapnya sambil berlari


Arka tersenyum dan langsung mengangkat Alwi.


"Ya sudah Bu saya pergi dulu," ucap Tia


Dahlia mengangguk.


"Bu terima kasih," kata Arka


Tia mengangguk dan langsung pergi.


"Om kok bisa ke sini," ucap Alwi


"Karna kangen sama Alwi" jawabnya

__ADS_1


"Ayo masuk, kita ngobrol di dalam." Bu Dahlia mempersilakan Arka masuk.


Mereka semua masuk ke dalam rumah.


__ADS_2