Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
bab 46


__ADS_3

Hari berikutnya Arka dan Hana sudah duduk di meja makan.


Arka melihat wajah pucat Hana, Hana juga gak sarapan.


"Kamu ingin makan apa?" tanya Arka khawatir karna Hana gak menyentuh makanan apapun, hanya air manis biasa yang diminumnya.


Hana menggeleng, "Gak ada,"


"Kamu lemah gak bertenaga karna gak makan apapun dari kemarin." kata Arka


"Ini sudah minum, oh ya tapi nanti kalau Mas Arka pulang cepat carikan Mie ayam saja, kayaknya enak," kata Hana


Arka tersenyum, "Hari ini dikasih cuti sama Papa karna kan Papa tau kamu lagi gak enak badan,"


"Mau ikut cari atau tunggu di rumah saja?" tanya Arka


"Di rumah saja," jawab Hana


"Ya sudah sekarang langsung nyari mie ayamnya," kata Arka yang beranjak dari duduknya karna gak sabar.


Hana tersenyum sambil memegang tangan Arka.


"Ini masih terlalu pagi, mana ada tempat yang buka," kata Hana


"Ah iya juga ya," Arka kembali duduk di samping kanan Hana lalu meminum tehnya kembali.


Mas Arka terlihat kurus, pasti 2 bulan ini makannya juga gak teratur, ditambah terjadi masalah foto itu, batin Hana


Arka melihat ke arah Hana yang sedang menatapnya.


"Ada apa?" tanya Arka


"Aku baru sadar sekarang yang bisa disebut bawang merah itu bukan lagi aku tapi Mas Arka sendiri," ucap Hana


"Kamu masih ingat tentang dulu?" tanya Arka


"Waktu itu rasanya sedih banget saat Mas Arka bilang kalau aku seperti bawang merah yang banyak kulitnya, ditambah waktu itu mau jelasin gak bisa karna kita belum dekat," kata Hana


"Maaf ya karna waktu itu aku hanya menyimpulkan apa yang kulihat dan kudengar, sekarang ini terjadi padaku tapi kamu hanya marah sebentar," kata Arka


"Tapi kok aku dibilang kayak bawang?" tanya Arka


"Ingat gak pertama kali Mas Arka datang ke pabrik, Mas Arka seperti mau memakanku saat itu, tapi setelah menikah sifat Mas Arka yang dulu gak terlihat lagi," kata Hana


"Memang dulu seperti apa?" tanya Arka yang merasa dirinya sedikitpun gak berubah.


"Dulu Mas Arka pemarah, dingin, egois, gila bersih dan gak sabaran," kata Hana sambil tersenyum.

__ADS_1


"Benarkah aku seperti itu dulunya?" tanya Arka lagi


"Kok gak ingat sih," kata Hana


"Ya memang rasanya gak kayak gitu," kata Arka sambil tersenyum melihat Hana kesal.


Hana masih menatap suaminya dengan kesal, Arka juga menatap istrinya.


"Kalau tau Hana Aisya gak dandan aja bisa secantik ini udah di khitbah dari pertama kali bertemu, waktu itu kurang diperhatikan makanya langsung dipecat aja," kata Arka masih sambil tersenyum.


Arka mencubit pipi Hana dengan kedua tangannya lalu mengecup pipi Hana kiri dan kanan terus-terusan.


"Mas hentikan, aku gak bisa nafas," kata Hana


"Sudah lama gak ketemu, kangen pipi chubby nya," kata Arka


Hana langsung tersenyum.


"Ya sudah jangan ngapa-ngapain dulu, ayo istirahat di kamar," kata Arka yang bangkit dan langsung mengangkat Hana.


Hana langsung merangkul leher suaminya.


*Z*aman sekarang suami seperti ini sangat langka batin Hana sambil senyum-senyum sendiri.


Arka membawa Hana ke kamar lalu menurunkannya di tempat tidur.


"Pergi dulu, Assalamu 'alaikum," ucap Arka sambil menutup pintu.


"Wa'alaikumussalam," jawab Hana pelan walau Arka sudah pergi.


Sebenarnya sedikitpun gak ingin makan mie ayam batin Hana


Hana bangkit dari tempat tidur tapi saat baru mau melangkah kakinya langsung lemas, Hana kembali duduk lagi.


Dulu waktu hamil Alwi kayaknya gak seperti ini, makan apa aja enak tapi sekarang semuanya gak enak, jadinya gak ada tenaga karna gak makan batin Hana


Hana kembali mencoba jalan perlahan keluar kamar.


Bu Lastri melihatnya dan buru-buru mendekati Hana.


"Mbak masih belum sehat, kalau mau jalan bilang sama saya," kata Bu Lastri


"Saya cuma mau duduk di depan Bu, tadi gak enak bilangnya sama Mas Arka," kata Hana


Bu Lastri memegang Hana saat turun dari tangga.


Mereka berjalan keluar rumah, Hana duduk di teras rumahnya, sedangkan Bu Lastri kembali masuk.

__ADS_1


15 menit Hana duduk sendirian sambil memainkan ponselnya, tiba-tiba Cantika datang, karna pagar memang terbuka jadi Ia langsung masuk.


Hana kaget melihatnya lalu bersikap tenang, Hana membiarkan Cantika berdiri di depannya tanpa mempersilakannya duduk.


"Dalam sekejap kau melupakan kak Vito, di sana pasti Ia sangat membencimu, kau menikahi sahabatnya yang sudah jelas dari dulu kak Vito ingin aku yang berjodoh dengan Arka," kata Cantika


"Jodoh Allah yang ngatur bukan Mas Vito, dan juga mungkin dia lebih tenang karna sekarang anak dan istrinya dijaga dan diperlakukan dengan baik oleh sahabatnya," kata Hana tenang


"Kau pasti akan dihantui rasa bersalah seumur hidupmu," ucap Cantika sambil melempar buku yang ditempel foto-foto Hana dan Vito yang tertinggal di rumahny


Cantika langsung beranjak pergi dengan kesal.


Setelah Cantika pergi melaju, Hana mengambil buku itu, Hana langsung berkaca-kaca saat membuka buku itu, perlahan air matanya menetes melihat tulisan pertama Vito dan juga foto pertama yang Vito ambil.


Hana mengusap fotonya saat pertandingan mengaji.


Tertulis di buku itu, *Bertemu Hana Aisya pertama kali,*


Lembar seterusnya foto saat Hana menerima hadiah saat jadi juara mengaji tertulis di dekat foto itu *Selamat Hana Aisya jadi salah satu juara*


Air matanya terus menetes saat membuka setiap lembar halaman buku.


Terakhir Vito menulis adalah saat Hana hamil besar, terlihat foto mereka berdua. *Bentar lagi jadi bertiga*


Hana menutup buku itu lalu menunduk sambil menghapus air mata.


Sekarang sudah ada Mas Arka jadi gak boleh sedih lagi batin Hana


Hana langsung menyimpannya di meja.


Saat Bu Lastri keluar lagi dari rumah, Hana langsung menghentikannya.


"Bu, tolong simpankan buku ini di tempat kalian, gak enak nanti jika Mas Arka lihat," kata Hana


"Ah iya Mbak, saya simpankan," Bu Lastri mengambil buku itu lalu membawanya ke rumah belakang.


Walau selama ini Mas Arka gak masalah dengan semua itu tapi pasti ada sedikit cemburu yang gak bisa diungkapkan batin Hana


Hana melihat ponselnya yang terdengar dering pesan, Hana langsung melihatnya dan tersenyum saat melihat foto mie ayam pinggir jalan yang dikirim Arka.


Hana membalas kiriman itu dengan emoji smile.


Terima kasih Mas Arka batin Hana


Hana menyimpan ponselnya di meja.


Cantika pasti sengaja membawa buku itu supaya aku merasa bersalah menikah lagi, batin Hana

__ADS_1


Arka sudah di jalan pulang, Ia tersenyum saat melihat mie ayam yang dibelinya tadi.


__ADS_2