Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
66. Di suruh ke Kantor


__ADS_3

Happy Reading temen temen 💙


Sepulang dari bandara, Cery beserta keluarga langsung menuju rumah. Sedangkan Vina, Reisa dan Meryana memutuskan untuk pergi ke cafe Star terlebih dahulu.


"Udah dong! Hey, Lo berdua! Bicara napah, jangan diem mulu!" sahut Vina yang masih fokus mengemudi. "Mending gue nyopirin hantu aja deh, dari pada gini!" gerutu Vina.


Merasa di acuhkan, Vina langsung menambah kecepatan mobil.


"Lo gila ya!" kesal Meryana.


"Akhirnya Lo buka suara juga." jawab Vina sambil terkekeh.


"Serah Lo!" ketus Meryana.


Sesampainya di cafe Star, Vina segera keluar terlebih dahulu meninggalkan Reisa dan Meryana.


-


-


Di rumah yang cukup besar, terlihat Cery sedang bersantai di ruang utama dengan menggunakan celana jeans di bawah lutut di padukan dengan kaos oblong berwarna coklat serta rambut yang di ikat asal.


"Cer, sedang apa kamu?" tanya papah Jemi tiba-tiba datang dan duduk di samping Cery.


"Sedang nonton TV pah." jawab Cery, namun tangannya masih terus bergerak mengambil camilan di dalam toples.


"Mau ikut papah tidak?" tawar sang papah.


"Ikut kemana pah?" tanya Cery.


"Keluar cari angin." jawab papah Jemi santai.


"Pah ayo! Hm, Cery mau ikut sekalian?" tanya mamah Emil seraya merapikan pakaiannya.


"Widih! Nih ceritanya mau jalan jalan gitu yak? Cery ga mau ikut pah mah, takut ganggu." ujar Cery menggoda sang papah dan mamah.


"Apanya juga yang ganggu? Ayo ikut!" ajak mamah Emil malu-malu.


"Nggak mah, Cery di rumah aja. Udah pah, sono ajakin mamah ngedeat!" goda Cery.


"Baiklah, ayo mah!" dengan senang hati papah Jemi berdiri merengkuh pinggang sang istri, pergi meninggalkan Cery.


"Ck, udah tua masih juga nggak ingat umur!" kekeh Cery. "Ih, kok tamat sih dramanya! Ah elah, udahlah ke dapur aja nyusul bibi!" guman Cery.


Cery pergi ke dapur sambil bersenandung kecil.


"Ku menangis membayangkan, betapa kejamnya dirimu!" nyanyi Cery.


"Non Cery." potong Bi Ijah.


"Eh, iya Bi." jawab Cery menahan malu.


"Non Cery lagi apa?" tanya Bi Ijah.


"Enggak ngapa ngapain Bi, oh iya hari ini masaknya dikit aja ya! Soalnya mamah papah udah pergi makan di luar." jelas Cery.


"Baik non. Non Cery sendiri mau makan malam apa?" tanya Bi Ijah.

__ADS_1


"Cery mau makan capcay aja ya Bi! Sekalian mau bantu bibi." jawab Cery.


"Tapi non.." sela Bi Ijah.


"Kagak ada tapi tapian Bi, atau bibi mau Cery nggak makan?!" ancam Cery.


"Jangan atuh non! Ya udah non Cery bantu ngracik bumbunya aja ya non!" bujuk Bi Ijah.


"Baiklah." kata Cery. "Hm, setidaknya gue bantuin daripada kayak mandor!" batinnya.


Cery mulai meracik bumbu dengan sangat cekatan.


Sesudah meracik bumbu, Cery beralih pekerjaan membuat salad buah.


Salad buah hasil karya Cery sudah jadi, bersamaan dengan capcay buatan Bi Ijah. Dan kebetulan juga waktu makan malam pun tiba.


"Bi, ayo makan bareng Cery!" ajak Cery.


"Eh enggak usah non, bibi makannya ntaran aja ya!" tolak halus Bi Ijah.


"Ayolah Bi, Cery butuh temen! Ayo pokok Bi Ijah harus makan bareng Cery." rengek Cery kepadanya.


Dengan perasaan campur aduk, Bi Ijah pun menuruti keinginan anak majikannya.


Sebenarnya, keluarga Sanjaya sering mengajak Bi Ijah makan bersama. Namun selalu di tolak olehnya.


Karena Bi Ijah menjunjung tinggi perbedaan antara pelayan dan majikan.


Makan malam berjalan dengan tenang dan hanya memakan waktu kurang lebih 20 menit.Selebihnya, Cery gunakan untuk membantu Bi Ijah.


Karena semua sudah beres, Cery beranjak ke kamarnya untuk menggosok gigi dan mencuci tangan serta kaki sebelum tidur.


Pukul sembilan malam baru drama korea pun selesai tayang.


"Aduh, gue masih pengen liat nih!" gelisah Cery. "Ahaa, aku liat IG nya ajalah! Pumpung besok juga libur, sekalian bangun siang aja." terbesit ide Cery.


Dan benar, Cery melihat IG nya Bang Limin sampai pukul setengah dua dini hari.


"Kok gue ngantuk ya! Alamak! Waktunya gue tidur nih mah!" kaget Cery saat melihat jam di nakas samping tempat tidurnya.


Cery segera memejamkan matanya saat rasa kantuk tak bisa ia tahan lagi.


-


-


Hari ini pukul tujuh pagi, papah Jemi sudah berangkat ke kantor karena ada perubahan jadwal bertemu dengan klien.


Alhasil, meeting dengan karyawan perusahaan pun di percepat.


Hari ini juga, mamah Emil ada jadwal pergi mengunjungi toko kuenya.


"Nih anak satu mana lagi?" guman mamah Emil.


Ponsel mamah Emil berdering ada panggilan masuk dari orang kepercayaan yang mengelola toko kuenya.


"Halo, ada apa Ren?" tanya mamah Emil.

__ADS_1


"Oh iya iya. Baik, suruh orang itu untuk menunggu saya! Saya akan segera berangkat." pesan mamah Emil kepada Rena.


Setelah menerima telpon dari Rena, ponsel mamah Emil pun kembali bergetar.


"Iya halo pah, ada apa?" tanya mamah Emil sambil merapikan tasnya.


"Mamah, tolong anterin berkas papah yang ketinggalan di meja makan." ujar sang suami.


"Maaf pah, mamah nggak bisa. Nanti biar Cery aja ya yang nganterin!" balas mamah Emil sedikit tak enak hati.


"Cepet mah, 1 jam lagi papah mau bertemu klien." balasnya.


"Iya pah." panggilan telepon pun di akhiri.


Mamah Emil segera berlari menuju dapur mengambil berkas sang suami dan segera lari menaiki tangga.


"Cer, Cery! Bangun! Ceryyy!" teriak mamah Emil sambil menggedor-gedor pintu.


"Apaan sih mah?" ujar Cery seraya menguap.


"Cepet anter berkas ini ke kantor papahmu. Satu jam lagi papahmu akan meeting dengan klien!" jelas mamah Emil sambil menyodorkan berkasnya. "Udah cepet, mamah juga mau berangkat ke toko dulu!" imbuhnya.


Tanpa bosa basi, Cery segera menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci mukanya.


"Waduh kurang 45 menit lagi!" ucap Cery tergesa gesa.


Cery segera meraih jaket dan kunci mobilnya. Setelah itu, ia berlari menuruni tangga sambil membawa berkas milik papahnya.


Cery langsung menaiki mobilnya dengan tergesa-gesa dan berpenampilan seadanya.


Ia masih menggunakan celana jeans di bawah lutut dan kaos coklat polos di tutupi dengan jaket yang hanya di slerekkan setengah.


Tak lupa, ia juga masih menggunakan sandal jepit rumahannya. Meskipun Cery sudah mengebut, namun masih juga membutuhkan waktu yang lama.


Sekitar 30 menit kemudian, Cery sudah sampai di bangunan yang menjulang tinggi.


"Tinggal 15 menit lagi, gawat!" ucap Cery bergegas turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam.


Semua karyawan perusahaan Sanjaya Group menatap Cery dengan penuh tanda tanya.


Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍


Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)


Ayolah jangan cuman baca doang 😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌


Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏


Ini novel pertamaku jadi harap maklum 😉


Jendela kaca gelas kaca


Benda kaca itu sangat keramat


Ayo tetep semangat baca


Karena sebentar lagi akan tamat

__ADS_1



__ADS_2