
Happy Reading temen temen 💙
Sepulang sekolah, seperti biasanya Cery menghabiskan waktunya di kamar dan di dapur untuk membantu Bi Ijah memasak.
Sore pun berganti dengan malam. Selesai makan malam, Cery kembali ke kamarnya.Ia ingin mengerjakan beberapa tugas.
Ponsel Cery berdering tepat setelah ia selesai mengerjakan tugas.
"Nomer siapa lagi sih!" gerutu Cery. Karena terus berdering mau tak mau Cery pun mengangkatnya.
"Halo, dengan siapa ini?" tanya Cery tegas.
"Maaf mengganggu kakak malam malam! Saya Edo kak."
Ya dia adalah Edo, ketua OSIS baru di SMA Tunas Jaya.
"Oh, ada urusan apa?" tanya Cery tanpa mau berbosa basi.
"Hm.. Kalau besok kakak tidak sibuk, bolehkah saya menemui kakak?" tanya Edo tanpa ragu-ragu. "Hm, saya ingin meminta tolong, ajarin tentang tugas OSIS kak." imbuhnya setelah Cery tidak menjawab tadi.
"Oke, istirahat temuin gue di perpus!" ucap Cery, setelah itu ia mematikan panggilannya sepihak.
Karena merasa lelah, Cery segera membersihkan dirinya dan pergi menyusuri alam mimpinya.
-
-
Cery pergi ke sekolah dengan motor gedenya.
"Tumben Lo kak, dateng udah mepet gini!" ujar Enjii yang baru saja melihat Cery datang padahal jam sudah menunjukkan pukul tujuh kurang lima menit.
"Pengen aja." jawab Cery cuek.
Sementara teman temannya hanya memperhatikan sikap aneh Cery.
"Apa liat liat? Mau masuk kelas kagak!" tanya Cery ketus.
"Aduh busrat, kenapa jadi galak gitu ya!" celetuk Rama.
"Liat muka Lo kali." sahut Reisa berjalan terlebih dahulu di ikuti Enjii di sampingnya.
"Sembarangan aja Lo benang kasur!" balas Rama kesal dan langsung di tatap tajam oleh Meryana. "Ups.. Keceplosan, maaf Mer!" ujar Rama dengan wajah memelas.
__ADS_1
"Ch.. Cinta memang membuat orang buta!" celetuk Vina kesal.
Vina melangkahkan kakinya menuju kelas. Ia malas jika harus melihat orang yang bermesraan.
"Ch.. Daripada liat orang yang berdua duan, lebih baik gue nonton film horor!" gerutu Vina.
-
-
Tanpa terasa bel istirahat pun berbunyi.
"Yuk Cer ngantin!" ajak Reisa.
"Nggak! Gue ada keperluan sama Edo." jawab Cery singkat.
"Ngapain kak?" tanya Enjii.
"Tauk tuh! Ntar kalok Lo udah selesai, susulin di perpus!" ujar Cery dan pergi meninggalkan sahabatnya.
Cery menunggu Edo di perpustakaan. Karena merasa bosan, ia pun melihat lihat buku.
"Kakkk..." panggil Edo tiba-tiba. Cery menoleh mencari sumber suara tersebut.
Edo mengajak Cery untuk duduk di tempat yang lumayan sepi.
Ia menjelaskan semua permasalahannya kepada Cery. Dan Cery pun juga cukup bijak dalam memberikan solusi.
Kelima teman Cery berada di depan perpus, setelah tadi sempat membeli beberapa camilan.
"Kak, selain itu aku juga punya masalah lain!" ucap Edo tiba-tiba, sehingga membuat Cery mengurungkan niatnya untuk beranjak pergi.
"Katakan ada apa?" perintah Cery.
"Kak, hm.. Aku suka sama kakak." Edo mengeluarkan kata yang berhasil membuat Cery memalingkan wajahnya.
Dan tanpa sengaja kelima sahabatnya pun juga mendengar kata yang di lontarkan Edo.
"Aku dengar dengar, kakak sudah putus dengan siapa Dee... Derin! Jadi aku memberanikan diri untuk mengungkapkannya kepada kakak." imbuh Edo sambil menatap Cery dalam, meskipun Cery sedang memalingkan wajahnya. "Apakah kakak mau jadi pacar Edo?" tanya Edo ragu. "Hm, kakak boleh kok tidak menjawabnya sekarang!" sambungnya.
"Stop Do, Stop!" ucap Cery dengan tegas.
Kelima teman Cery yang sedang menguping pun merasa terkejut.
__ADS_1
"Gue bisa jawab sekarang! Yang pasti terimakasi Lo udah menyukai gue. Tapi sebaiknya Lo buang jauh jauh aja rasa Lo itu, karena gue tidak akan membuka hati buat siapa pun!" ucap Cery geram dan pergi meninggalkan Edo yang terdiam.
Kelima teman Cery hanya saling pandang satu sama lain.
"Apa yang gue takutkan kembali terjadi!" ucap Enjii sambil menatap punggung Cery yang lama kelamaan menghilang.
"Lo yang sabar aja Nji! Mungkin Cery butuh waktu." nasehat Rama.
"Tumben Lo ngomong bener!" celetuk Vina dengan nada mengejek.
Sementara Meryana hanya menggeleng gelengkan kepala. Reisa pergi berusaha untuk mengejar Cery.
"Cer.." panggil Reisa pelan ketika jarak mereka lumayan dekat. Cery menoleh ke arah Reisa dan tersenyum simpul.
"Gue pengen sendiri Sa." ujar Cery dan kembali melangkahkan kakinya menuju taman.
"Gue harap sikap Lo nggak berubah Cer! Apapun keputusan Lo, gue dukung." guman Reisa dengan raut wajah yang terlihat sendu.
"Sa..." panggil Meryana saat menghampirinya. "Gimana Lo berhasil ngomong?" tanya Meryana was was.
"Cery butuh waktu buat sendiri Mer!" jawab Reisa.
Meryana dan Vina pun menghela napasnya dengan kasar. Sementara Enjii terdiam membisu.
Bel masuk pun terdengar, dengan langkah berat Cery berjalan memasuki kelasnya.
"Hai Cer!" sapa Reisa.
"Hm." jawab Cery dengan ekspresi biasa aja.
Enjii yang melihat ke arah Cery hanya bisa pasrah.
"Gue harap Lo tetep ceria kak!" batinnya.
Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍
Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)
Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung bantu saya, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak😌
Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏
Ini novel pertamaku jadi harap maklum 😉
__ADS_1