Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
bab 39


__ADS_3

Beberapa hari berlalu.


Arka sekeluarga sudah ada di rumah baru.


Mamanya melihat ke sekeliling.


"Kok kamu bisa sih desain rumah sebagus ini," ucap Mamanya


Arka tersenyum mendengarnya.


"Lebih bagus rumah Mama," ucap Arka


Rangga juga datang bersama anak dan istrinya, Istrinya membantu Hana menyusun makanan yang akan dibagikan pada anak panti yang ada di dekat rumah baru mereka.


Pak Wijayanto sedang menimang anaknya Rangga yang lagi di pangkuan Rangga.


Linda dan Arka juga mendekat, Arka langsung mengambil anaknya Rangga yang ada di pangkuan Rangga.


Hana melihat ke arah mereka semua, dan tersenyum melihat Arka yang lagi menimang anaknya Rangga sambil duduk di lantai teras rumah.


Naya istrinya Rangga melihat ke arah Hana lalu melihat ke arah tatapan Hana.


"Alwi kapan ke sini?" tanya Naya


"Saat kenaikan kelas, pengennya sih secepatnya tapi kasian juga harus pindah sekolah terus," ucap Hana sambil melihat ke arah Naya


"Ah iya benar nanti malah membuat pelajarannya berantakan," ucap Naya


Linda berjalan mendekat ke arah Hana dan Naya.


"Hana, itu anak-anak sudah datang," ucap Linda


"Ah iya Ma," Hana melihat ke arah anak-anak panti yang baru memasuki pagar.


Anak-anak panti mengucap salam, semuanya langsung menjawab salam mereka.


Hana dan Naya dibantu Linda membagikan makanan dan amplop masing-masing dapat 1.


Anak-anak panti mengucapkan terima kasih satu persatu setelah menerima pemberian mereka.


Hana tersenyum lalu melihat ke arah Arka, Arka juga tersenyum melihat Hana bahagia.


Ternyata gak salah membuat rumah di dekat panti asuhan, Alwi akan gampang punya teman sebayanya batin Arka saat melihat anak panti banyak yang seumuran Alwi.


Hana kembali melihat ke arah anak panti.


Anak panti mengucapkan terima kasih lagi sebelum akhirnya pamit pulang.


Pandangan Hana masih tertuju pada anak-anak yang berjalan keluar pagar.


Ternyata Alwi jauh lebih beruntung daripada mereka batin Hana


Hana langsung berbalik dan berjalan menuju ke arah Arka.


"Sini cantik," ucap Hana saat mau menggendong anaknya Rangga.


Arka memberikannya pada Hana sambil tersenyum.


Hana memegangnya, "Sudah lama gak pegang bayi rasanya sulit," ucap Hana

__ADS_1


"Saat kalian punya bayi lagi maka akan terbiasa lagi," kata Linda yang juga mendekat bersama Naya.


Arka terlihat tidak enak pada Hana karna orang tuanya sering menyinggung masalah anak padahal mereka baru sebulan menikah.


Rangga melihat ke arah Arka dan seperti menyadari sesuatu walau Arka gak pernah cerita tentang rumah tangganya.


"Ah iya, semoga secepatnya kami punya bayi juga," kata Hana penuh senyuman sambil mencium anaknya Rangga.


Arka kaget dengan ucapan Hana.


Hana hanya tersenyum padanya.


"Ayo masuk, ngapain duduk di teras seperti ini, selebihnya biar Bu Lastri yang beresin," ucap Linda


Mereka semua masuk ke dalam.


"Kalian semua menginaplah di sini, Mama dan Papa juga," ucap Arka saat memegang pundaknya Rangga.


"Gak bisa, malam ini piket, nanti habis dari sini lanjut ke rumah sakit lagi," ucap Rangga yang sengaja mengelak supaya Hana dan Arka bisa semakin dekat.


"Kami juga harus pulang, lain kali baru menginap," ucap Papanya yang juga mengerti apa yang dipikirkan Rangga.


Wijayanto memegang pundak Arka, "Jadilah imam yang baik di rumah sendiri,"


Arka mengangguk.


*


Habis Ashar semuanya langsung pamit mau pulang, Hana dan Arka mengantar mereka hingga depan. Ia mencium anaknya Rangga sebelum akhirnya Naya masuk ke mobil.


"Lain kali ke sini lagi," ucap Hana


"Hati-hati," ucap Hana sambil melambaikan tangan


"Assalamu 'alaikum," ucap Naya


"Wa'alaikumussalam," kata Hana dan Arka


Saat mobil sudah jalan Naya memegang tangan anaknya sambil melambaikannya pada Hana.


Hana tersenyum melihat anak Rangga yang baru berumur sekitar 9 bulan.


Mama dan Papa juga pamit pulang.


"Kalau mau ikut ke butik nanti telpon Mama," kata Linda


"Iya Ma," kata Hana


"Hati-hati di jalan," ucap Arka


Linda mengangguk lalu masuk ke mobil juga, Wijayanto sudah mulai menjalankan mobil.


Setelah semuanya pergi, Pak Tejo menutup pagar.


Hana dan Arka langsung masuk.


"Mau masak lagi atau panasin yang tadi saja?" tanya Hana


"Panasin yang adanya saja," ucap Arka

__ADS_1


"Baiklah," kata Hana


"Ya sudah mau ke kamar dulu ada kerjaan sedikit," kata Arka yang langsung melangkahkan kakinya.


Hana menarik bajunya Arka pelan.


Arka menoleh, "Ada apa?" tanyanya


"Terima kasih untuk semua ini," ucap Hana


"Sama-sama," ucap Arka tersenyum sambil memegang wajah Hana lalu kembali melangkah pergi.


Hana melihat Arka yang berjalan pergi.


Terima kasih karna Mas Arka melakukan apa yang belum sempat Mas Vito lakukan batin Hana


Hana juga melangkah menuju dapur.


"Bu nanti kita manasin makanannya saat sudah mau makan malam saja, sekarang Bu Lastri istirahat saja, pasti capek seharian ngurus dapur," ucap Hana


"Baik Mbak, Ibu istirahat sebentar," kata Bu Lastri


Hana melihat Bu Lastri yang sudah sedikit tua berjalan dengan langkah lambat karna terlihat capek.


Hana juga berjalan keluar dari dapur, Ia langsung membuka pintu kamar melihat Arka yang sibuk dengan laptopnya.


Hana masuk dan mengambil handuk.


Arka tersenyum sebentar ke arahnya, Ia juga tersenyum lalu langsung masuk ke kamar mandi.


Terdengar desiran air saat Hana mandi.


Arka menoleh ke kamar mandi tapi kembali fokus pada laptopnya.


Hana selesai mandi dan langsung keluar dari kamar mandi.


Arka menoleh ke arah Hana yang baru keluar dari kamar mandi, Ia kaget karna ini pertama kalinya Hana keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk, sedangkan biasanya pasti sudah ganti di dalam kamar mandi.


Arka tidak enak pada Hana karna menatapnya dalam keadaan cuma memakai handuk, Ia langsung kembali melihat laptopnya karna takut Hana salah paham mengira Ia gak bisa menahan nafsu.


Hana juga terlihat malu karna baru pertama kalinya seperti itu, ditambah Arka yang buang muka jadi Hana mengira Arka gak suka melihatnya seperti itu. Ia buru-buru mengambil pakaian di dalam lemari lalu memakainya.


Setelah Hana berpakaian Arka kembali melihatnya.


Hana duduk di depan kaca sambil mulai mengeringkan rambut.


Arka menutup laptopnya lalu bangkit dan berjalan mendekati Hana.


Arka memegang tangan Hana yang lagi memegang pengering rambut, Hana menatapnya dari kaca.


Arka mengambil pengering itu lalu membantu Hana mengeringkan rambut, kali ini Hana gak menolak dan malah tersenyum melihat perlakuan Arka.


Arka memegang rambut Hana saat mengeringkannya.


Setelah kering Arka melepaskan pengering rambut, lalu langsung mencium kepala Hana, Hana sedikit pun tidak menghindar malah senyumnya semakin mengembang.


Ia memegang tangan Arka dan menyentuhkannya ke wajahnya.


"Terima kasih banyak," ucap Hana senang

__ADS_1


Arka juga terlihat senang.


__ADS_2