
Happy Reading temen temen 💙
Sepulang dari bandara, Cery tak henti hentinya tersenyum meskipun sudah di rumah.
"Kamu kenapa Cer?" tanya mamah Emil.
"Cery seneng aja mah!" jawab Cery. "Oh iya, ini ada apa sih mah? Kok banyak alat alat buat dekor gitu!" tanya Cery heran.
"Ah itu, mamah juga nggak tau!" balas mamah Emil lalu pergi begitu saja.
"Gimana sih mamah ini? Aneh banget dah!" guman Cery berlalu menaiki tangga menuju kamarnya.
Cery masuk ke dalam kamar meletakkan tas selempangnya lalu bergegas mandi.
Cukup lama Cery mandi karena ia sedang berendam.
"Tuh kan, selalu lupa waktu kalau sudah berendam mah!" gerutu Cery saat menyadari ia sudah berendam kurang lebih selama satu jam.
***
Selesai berpakaian, Cery segera turun ke bawah, karena makan malam sebentar lagi akan di laksanakan.
Cery berjalan menemui papah mamahnya di ruang utama.
"Pah, kok banyak bunga! Ada acara apaan sih?" tanya Cery sesudah melirik keadaan ruang tamunya yang di hias.
"Ah itu cuman untuk penyambutan Enjii saja kok!" balas papah Jemi.
"Masa sih pah? Ada keperluan apa, kok tumben banget Enjii pulang?" tanya Cery kepada papah Jemi maupun mamah Emil.
"Emang kamu nggak tanya Enjii langsung Cer?" tanya mamah Emil balik.
"Udah sih mah, tapi kata Enjii pumpung dapet cuti kuliah gitu sih!" jelas Cery.
"Berarti ya itu alasannya!" sahut papah Jemi.
"Tapi masa iya? Atau jangan jangan ada yang di sembunyiin dari Cery ya?" tanya Cery mulai curiga.
"Apa sih Cer? Ngarep banget sih anak mamah nih!" kata mamah Emil.
"Udah yuk makan malem dulu!" timpal papah Jemi.
Cery hanya bisa menurut saja, sementara pikirannya masih berperang dengan banyaknya pertanyaan yang muncul.
Ia hanya bisa menghela napasnya secara kasar.
Makan malam pun terlaksana seperti biasanya, namun kali ini Cery terlihat sedikit murung.
"Pah, mah Cery mau tidur dulu ya!" pamitnya.
"Iya, gih sono!" jawab mamah Emil sambil membereskan sisa makanan.
"Oh iya Cer, besok kamu tidak usah kuliah karena kita ada acara keluarga!" imbuh papah Jemi.
"Hm, iya pah." balas Cery sebelum menaiki tangga.
***
__ADS_1
Cery segera masuk ke kamarnya, lalu bergegas ke kamar mandi untuk menyelesaikan kegiatan rutinnya sebelum bertamasya ke alam mimpi.
-
-
Keesokan harinya, Cery terbangun dari tidurnya saat di rumahnya terdengar begitu ramai suara orang-orang.
Ia segera menuju kamar mandi, setelah melipat selimutnya kembali.
"Ada apaan sih di bawah? Rame banget dah!" ucap Cery saat menguncir kuda rambutnya.
Seperti biasa, ia hanya menggunakan celana jeans biru dongker selutut dengan di padukan kaos polos berwarna kuning mustard.
***
"Mah, ini ada apaan sih?" tanya Cery saat sudah berada di lantai bawah.
"Kan kita ada acara keluarga sayang!" jelas mamah Emil.
"Iya, tapi acara keluarganya apa mah?" tanya Cery bingung. "Kok ada papan tulisan Happy Engagement segala sih?" imbuh Cery.
"Nanti kamu juga tau sendiri kak!" timpal Enjii yang baru datang bersama Tante Erin yang tengah mengandung.
"Ish! Ya udah Cery ke atas aja, mau ngerjain tugas!" pamitnya.
***
Cery betah sekali berada di kamar. Ia hanya turun saat makan siang tadi.
"Cer, cepet mandi! Ntar pakai baju ini ya!" tutur mamah Emil sambil membawa baju brukat.
"Hah! Ngapain mah pakek baju itu segala?" protes Cery.
"Hust! Apa pun yang terjadi, kamu harus terima ya!" pinta mamah Emil.
"Apa pun?" ulang Cery.
"Iya, kamu harus terima ya nak! Janji?" mohon mamah Emil.
"Iya iya mah, Cery janji!" balasnya lalu bergegas mandi.
"Jangan lupa dandan Cer!" ingat mamah Emil.
Pukul 03.00 sore, Cery turun ke bawah. Ia sudah memakai baju pemberian mamahnya.
Tak lupa ia juga berdandan, meskipun tipis Cery tetap saja cantik.
"Cer, sini! Kita tunggu calon tunangan kamu ya nak!" ucap mamah Emil membuat Cery membelalakkan matanya.
"Apa mah? Tunangan? Cery sudah punya pasangan sendiri, dan ini? Apa apaan ini?" protes Cery tak terima.
"Cery! Jangan membantah orang tua!" gertak papah Jemi. "Sudah sini, duduk bersama!" imbuh papah Jemi tegas.
Cery hanya bisa menurut dan pasrah. Tanpa sengaja air matanya pun menetes begitu saja.
"Halo keluarga Sanjaya!" ucap pria paruh baya yang baru datang.
__ADS_1
"Eh kamu sudah datang! Mari mari duduk!" ajak papah Jemi sementara Cery masih menunduk.
"Ha! Masa iya gue tunangan sama aki aki?" batin Cery.
"Cery ayo salim sama rekan papah! Itu ada papih Arengga sama mamih Santhi!" ujar mamah Emil.
Cery mendongakkan wajahnya, menatap kedua orang tua tersebut lalu menyalaminya.
"Halo, kita ketemu lagi sayang!" ujar mamih Santhi.
"Dan kali ini, kamu akan jadi menantu kami!" imbuh papih Arengga.
Cery hanya tersenyum kecut menanggapi keluarga Arengga tersebut.
"Mas Rey, maafin Cery!" ucapnya dalam hati.
"Nak Cery, mau kan tunangan sama anak papih?" tanya Arengga.
"Ingat janji kamu sama mamah Cer!" bisik mamah Emil.
"Hm, sebenarnya Cery sudah punya pasangan dan Cery tidak mau bertunangan dengan anak papih. Jadi maaf sekali, Cery tidak bisa!" tolak Cery halus.
Kedua orang tua Cery pun kaget. Mereka tidak menyangka kalau Cery akan mengatakan hal ini.
"Apa kamu serius sayang?" tanya Santhi dan di balas anggukan.
"Ya udah mih, kita ajak Reyhan pulang saja!" ucap Arengga sambil mengedipkan mata sebelahnya.
"Ha! Reyhan? Apa jangan jangan, tapi kan mas Rey lagi keluar kota! Mana mungkin bisa ada di sini!" batin Cery bingung.
"Baiklah." pasrah mamih Santhi.
"Jadi pertunangan ini di batalkan?" ucap seorang laki-laki bertubuh tegap yang baru saja datang.
"Tunggu, kayak kenal suaranya!" batin Cery lalu mendongakkan kepalanya menatap ke sumber suara. "Mas Rey!" ucap Cery sambil melebarkan matanya.
"Jadi seorang Cery Angesta Sanjaya tidak mau bertunangan dengan Reyhan Putra Arengga?" tanyanya.
Ya laki-laki itu adalah Reyhan putra dari papih Arengga dan mamih Santhi.
"Aaaa, Cery mau mas Rey!" jawab Cery cepat.
Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍
Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)
Ayolah jangan cuman baca doang 😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌
Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏
Terimakasih juga bagi yang sudah mau berbagi:) Lovyu✨
Ini novel pertamaku jadi harap maklum 😉
Hay readersku 🤗 ini part part yang mulai mengarah ke selesai jadi bentar lagi tamat:) Dan aku juga udah ngusahain buat ngetik lebih dari 1000 kata, so ayolah partisipasinya ♥️
😘
__ADS_1