Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
bab 50


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu.


Arka sudah bersama Hana yang akan melahirkan, karna sudah gak sempat ke rumah sakit, mereka cuma memanggil bidan terdekat untuk datang ke rumah.


Hana terlihat tenang, malah Arka yang penuh keringat karna takut terjadi apa-apa saat melahirkan di rumah.


Walau menahan sakit Hana menyempatkan tersenyum ke arah Arka.


Arka menggenggam tangan Hana dengan erat.


Saat Hana mulai menarik nafas, Arka melepaskan tangannya dan hanya memegang kepala Hana.


Hana menarik nafas lalu mengeluarkannya lagi, begitu seterusnya hingga beberapa saat.


Kening Hana sudah penuh keringat.


"Sebentar lagi," ucap Bidan yang menangani Hana.


Hana kembali menarik nafas, perlahan bayinya hampir keluar.


Bidan dan perawat yang menanganinya tersenyum saat melihat kepala bayi yang sudah keluar setengah.


"Tarik nafas lagi," kata Bidan


Akhirnya bayinya keluar.


"Bayinya cantik," ucap Bidan


Arka menghela nafas lega lalu langsung bersujud sukur karna keduanya sehat.


Setelah perawat membersihkan bayinya, Arka langsung mengambilnya dan mengazankannya di telinga bayi.


Hana yang juga sudah bersih tersenyum dengan mata berkaca-kaca saat melihatnya.


Kenangan masa lalunya seketika muncul saat orang yang mengazankan Alwi bukanlah Vito.


Perlahan air mata Hana menetes, karna sekarang hidupnya gak seperti dulu lagi.


Arka tersenyum ke arah Hana sambil mendekatkan bayi cantiknya.


"Cyra Alesia Wijaya," ucap Arka


"Nama yang cantik," ucap Hana yang kembali tersenyum.


*


Hana sudah berbaring di kamarnya, Ia tersenyum saat melihat Alwi yang berada di dekat adiknya.


Arka duduk di samping Hana.


"Untung gak terjadi apa-apa saat melahirkan di rumah," ucap Arka


"Di kampung tu orang melahirkan juga kebanyakan di rumah karna rumah sakit jauh," kata Hana


"Tadi saat nelpon Mama, Mama juga kaget saat dengar kamu melahirkan di rumah, bentar lagi Mama ke sini sama Papa," kata Arka


Hana mengangguk.


Arif masuk membawakan makanan untuk Hana.


"Ini makannya," ucap Arif


Arka mengambil makanan dari tangan Arif.


Arka ingin menyuapi Hana.


"Sendiri saja," ucap Hana


"Gak apa ini buka mulutnya," Arka menyodorkan makanan.


Hana membuka mulut lalu menyuap makanan dari Arka.


Linda dan Wijayanto datang dan langsung masuk ke kamar sambil mengucap salam.


Semuanya menjawab salam mereka.


Linda langsung menyimpan tas di meja dan buru-buru melihat bayi.


Linda langsung mengambil bayinya.

__ADS_1


"Alwi dedeknya sudah dikasih nama belum?" tanya Linda


"Sudah Nek, namanya Cyra," kata Alwi


Semua tersenyum mendengarnya.


Arka meneruskan menyuapi Hana.


"Ini makan lagi," ucap Arka


Hana langsung menyuap makanannya lagi, Arif memberikan minum pada Kakaknya.


Mereka semua tersenyum bahagia menyambut si kecil Cyra.


*


5 tahun berlalu


"Ayo buruan," Cyra menarik tangan Bundanya


"Sebentar sayang, Ini pakai sepatunya dulu," ucap Hana sambil berjongkok ingin memakaikan sepatunya pada Cyra.


Arka berjalan keluar bersama Alwi.


"Ayah ayo cepat, Cyra udah gak sabar mau ketemu Uwan sama Aki," ucap Cyra


"Iya kita berangkat sekarang," kata Arka sambil tersenyum melihat tingkah putrinya yang lompat-lompat.


"Nanti kencing di celana tu kalau lompat-lompat," ucap Alwi yang sekarang sudah agak besar.


"Gak apa, kan Cyra sudah pakai popok," kata Cyra dengan suara imutnya


Semua tersenyum mendengarnya.


"Tu sudah besar masih pakai popok, kan malu jadi dedek bayi lagi," kata Alwi bercanda


"Bunda...!" rengek Cyra


"Bang Alwi cuma bercanda, gak apa pakai popok yang penting gak ngompol di jalan," kata Hana


"Ayo Pak Tejo sudah menunggu," kata Arka sambil mengangkat putrinya itu.


"Ayah...Bang Alwi tu," rengak Cyra lagi


Arka hanya tersenyum, "Kan memang Cyra masih dedek bayinya kami,"


Cyra langsung cemberut.


Alwi langsung masuk ke mobil bagian depan, "Dedek bayi di belakang aja sama Ayah dan Bunda,"


"Huh," ucap Cyra memalingkan wajah kesalnya.


Mereka semua sudah masuk ke mobil.


Pak Tejo mulai menjalankan mobilnya menuju bandara.


*


Beberapa jam berlalu semuanya sudah turun dari pesawat.


Mereka berjalan keluar bandara.


Arka menggendong Cyra lagi, sedangkan Hana menarik koper kecil mereka.


"Uwan sama Aki pasti udah nungguin Cyra," Ucap Cyra


"Huh, Uwan sama Aki gak suka anak bawel," kata Alwi


"Cyra gak bawel kok, Bang Alwi tu yang bawel," kata Cyra sambil monyongin bibirnya.


"Hilang cantiknya kalau lagi monyong," kata Ayahnya


Cyra tersenyum lalu mencium Ayahnya.


Arka menghentikan taxi, lalu langsung masuk ke dalam taxi, supir taxi membantu memasukkan koper mereka lalu ikut masuk.


Mobil pun berangkat.


Baru 1jam mobil jalan Cyra sudah tertidur dipangkuan Bundanya.

__ADS_1


Hana langsung membuka jilbabnya Cyra biar gak kepanasan.


"Bunda, ilernya Cyra udah keluar tu," ucap Alwi yang lagi melihat ke belakang.


Hana dan Arka melihatnya dan langsung tersenyum.


Supir taxi memberikan tisu yang ada di mobil.


"Terima kasih Pak," ucap Arka


Arka langsung membersihkan ilernya Cyra.


Setelah beberapa jam akhirnya mereka sampai, Cyra langsung turun dan berlari.


"Assalamu 'alaikum Uwan, Aki," ucap Cyra


Uwan dan Aki yang mendengarnya langsung menjawab salamnya.


Mereka buru-buru membuka pintu.


Cyra tersenyum manis sambil melompat minta gendong.


"Cucu Aki datang ternyata," ucap Akinya sambil mengangkat Cyra.


Alwi juga mendekat dan langsung mencium tangan Uwan dan Akinya.


"Ayo semuanya masuk, pasti capek," ucap Uwannya


Hana dan Arka berjalan mendekat dan langsung mencium tangan keduanya.


"Ayo, ayo masuk," ajak Akinya


Semuanya langsung masuk.


"Arif mana?" tanya Arka


"Lagi belanja ke pasar, katanya masih ada yang kurang untuk hantaran nanti," ucap Bu Dahlia


"Oh ya Mak, apa keluarga calon istrinya setuju jika setelah menikah istrinya ikut Arif ke Jakarta?" tanya Arka


"Iya waktu itu sudah kami tanya, katanya istri kan memang harus ikut suami, lagian Arif kan kerjanya di sana jadi gak mungkin juga jika mereka tinggal di sini," kata Bu Dahlia


"Iya, rumah untuk mereka sudah ada jadi semuanya bisa tenang," kata Arka


"Aki nanti Cyra mau ikut ke kebun jeruknya Aki," kata Cyra


"Iya besok kita pergi ke kebun sama Bang Alwi," kata Pak Hairul


*


Hari pernikahan Arif pun tiba, semuanya sudah duduk melihat acara berlangsung.


"Mas Arka dulu pasti juga gugup kayak Arif," ucap Hana sambil tersenyum.


"Lebih dari itu," kata Arka


"Semoga Arif bisa hidup bahagia bersama istri dan anak-anaknya kelak seperti kita saat ini," kata Arka


"Aamiin," ucap Hana sambil tersenyum melihat ke arah Arif.


Arif dan Kirana sudah sah menjadi suami istri.


Saat semua tamu sudah pulang mereka semua langsung foto bersama.


Arif menggendong Cyra saat mereka berfoto.


Hana melihat seluruh senyum keluarganya.


Ya Allah terima kasih untuk semua kebahagiaan ini, dibalik penderitaan yang pernah aku lalui ternyata tersimpan kebahagiaan indah seperti ini, semoga kelak anak-anakku selamanya mendapat kebahagiaan seperti ini batin Hana


Hana langsung mendekati suaminya dan ikut berfoto bersama yang lainnya.


Arka merangkul pinggangnya Hana dan sebelahnya lagi langsung menggandeng Alwi yang sudah agak tinggi.


*


End


*

__ADS_1


Lanjut ke musim keduanya ya judulnya ketulusan Cyra. juga jangan lupa baca novel Takdirmu


__ADS_2