Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
93. S2 AYB


__ADS_3

Happy Reading temen temen 💙


"Apakah papah mencari seseorang?" tanya Enjii menyadari tingkah papah Jemi yang nampak bingung.


"Ha, iya! Dimana Emil?" tanya papah Jemi.


"Hm, mbak Emil istirahat di lantai satu!" sahut bunda Erin ragu.


"Apa maksudnya?" tanya papah Jemi mencoba menyangkal pikiran buruknya.


"Mari pah, Enjii antar!" ajak Enjii.


Tanpa membalas, papah Jemi langsung mengikuti kemana perginya Enjii.


~


Sementara Dony, menatap prihatin ke arah bosnya.


"Bos, lebih baik kau ganti baju dulu!" kata Dony.


"Apa kau lupa? Aku bahkan tidak membawa baju!" jawab Reyhan dengan jengkelnya.


"Yang lupa aku, atau diri mu sih bos?" tanya Dony balik.


"Apa maksud mu?" tanya Reyhan tak mengerti.


"Mengapa kau mendadak **** gini sih bos?" batin Dony. "Tadi kan saya keluar mengambil pakaian milik bos, ini!" kata Dony sambil menyerahkan paper bag kepada Reyhan.


Reyhan menerima paper bag itu dan pergi ke kamar mandi.


Namun langkahnya terhenti, dan berbalik menatap ke arah Panji.


"Lebih baik om pulang saja! Kasihan tante, pasti capek!" tutur Reyhan.


"Ah, tidak papa Rey!" sahut bunda Erin.


"Jangan memaksakan diri tante!" balas Reyhan. "Lebih baik om ajak tante pulang saja!" titah Reyhan.


"Baiklah, kami pulang dulu Rey! Tolong jaga Cery ya!" pamit om Panji.


"Itu pasti om!" kata Reyhan sedikit memberikan senyuman.


***


Setelah kepergian Panji dan Erin, ruangan pun kembali sepi.


Para teman serta sahabat Cery sudah pulang lebih awal, setelah ia di pindahkan ke ruang inap.


Dony berjalan mendekati Cery yang terbaring lemah.


"Nona bos! Apa kau mendengar suara isi hati ku?" batin Dony sambil memandangi Cery. "Cepatlah cari jalan pulang! Apa kau tidak kasihan, pada suami mu itu nona?" tanya Dony dalam hatinya.


Krekkk... (pintu kamar mandi terbuka)


"Apa Cery bangun Don?" tanya Reyhan.


"Hm, be..Belum bos!" jawab Dony tak enak.


"Istirahat lah, kau pasti lelah!" titah Reyhan.

__ADS_1


"Yang seharusnya istirahat itu, aku atau diri mu sih bos?" batin Dony. "Baik bos, tapi anda juga harus istirahat bos!" titah Dony balik.


"Hm, baiklah!" pasrah Reyhan.


"Apa kau mau makan bos?" ujar Dony menawari.


"Tidak! Jika kau mau makan, makan saja!" tolak Reyhan dan berlalu membaringkan tubuhnya di sofa.


Ya kamar yang di pilih Enjii adalah VVIP, jadi di dalamnya terdapat TV, AC, Kamar mandi dalam, kulkas kecil, kompor minimalis, serta sofa yang dapat di gunakan untuk tidur.


Kamar VVIP tersebut sangat mewah, layaknya sebuah apartemen.


Setelah memastikan Reyhan benar-benar istirahat, Dony pun pergi pulang sesaat sesudah berpamitan kepada bosnya.


~


Di lain tempat, papah Jemi nampak berdiri mematung, memandangi brankar rumah sakit itu.


Perlahan ia mulai mendekati tubuh istrinya yang masih lemas.


"Sayang, bagaimana keadaan mu?" tanya papah Jemi nampak khawatir.


"Dim...Dimana Cery? Apakah dia baik-baik saja?" tanya mamah Emil, meskipun dengan suara yang pelan.


"Tenanglah, Cery baik-baik saja! Dia berada di kamar atas dan masih tidur." jelas papah Jemi.


"Syukurlah!" ucap mamah Emil lega.


"Cepat lah istirahat! Biar kamu bisa, menjaga putri mu!" titah papah Jemi lembut.


"Hm, baiklah!" jawabnya sedikit di sertai senyuman.


Mamah Emil mulai terlelap. Mengetahui hal itu, papah Jemi sedikit menjauh darinya dan menghampiri Enjii.


"Bagaimana bisa, mamah mu di rawat seperti ini?" tanya papah jemi.


"Karena mamah syok pah!" jawab Enjii dengan nafas berat. "Oh iya, apa papah sudah tau siapa pelakunya?" tanya Enjii kemudian.


"Belum, tapi aku sangat yakin, bahwa itu adalah dia!" jawab papah Jemi mulai garang.


"Ow yaudah, kalau begitu Enjii kembali ke ruang kak Cery dulu ya pah!" pamitnya.


"Tidak usah! Lebih baik kamu segera pulang, ini sudah malam Nji!" titah papah jemi.


"Tapi pah..." ujar Enjii, namun sudah di sela oleh papah Cery.


"Lebih baik, kamu istirahat dulu nak!" kata papah Jemi. "Besok kamu juga masih bisa kembali ke sini kan?" kata papah Jemi.


"Hm, baiklah Enjii pulang duluan ya pah!" pamitnya


"Iya, hati-hati!" sahut papah Jemi.


Setelah Enjii keluar, papah Jemi kembali mendekati mamah Emil dan duduk di sampingnya.


Tangan terulur untuk mengelus pucuk kepala sang istri.


Drtttt... Drtttt... Drtttt... (ponsel papah Jemi berdering)


Dengan terpaksa ia menghentikan aktivitasnya dan beralih ke ponsel.

__ADS_1


"Iya halo Mike, bagaimana?" tanya papah Jemi setelah menjauh dari sang istri.


"Lapor king, kami sudah berhasil mencari siapa pelakunya!" kata Mike.


"Bagus, terus pantau dia!" perintah papah Jemi sambil tersenyum misterius.


"Baik king!" jawab Mike tegas.


"Oke, kalau begitu silahkan kamu istirahat!" perintah papah Jemi.


"Siyap king!" balas Mike cepat.


"Dan satu lagi, perintahkan anak buah untuk mengawasinya secara bergantian!" titah papah Jemi lagi.


"Baik king!" sahut Mike.


"Oke!" kata papah Jemi.


Tuttt.. Tuttt.. Tuttt... (panggilan di matikan. oleh papah Jemi)


"Hm, kan ku habisi kau!" guman papah Jemi menyeringai.


"Siapa yang akan kau habisi?" tanya seseorang yang sedang berdiri tepat di belakang papah Jemi.


Sontak papah Jemi menolehkan wajahnya ke sumber suara, karena suara itu sangatlah familiar di telinganya.


"Tidak ada, hanya sekedar tikus!" balas papah Jemi.


"Jangan mencoba menyembunyikan dari ku!" tegas orang itu.


"Baiklah, aku sudah menemukan pelakunya!" jawab papah Jemi.


"Benarkah?" tanya orang itu tak percaya.


"Sejak kapan aku pandai berbohong, hm?" tanah papah Jemi santai.


"Yayayaya, aku percaya pada mu!" kata orang tersebut.


~


Di ruang inap Cery, nampak Reyhan yang tidak bisa tidur dengan tenang.


Ia berguling ke kanan dan ke kiri, bahkan ia juga tengkurap. Namun masih saja tak kunjung tidur.


Reyhan pun memutuskan untuk menengok Cery. Di dudukannya pantat itu di kursi samping brankar Cery.


"Sayang, cepat lah bangun!" guman Reyhan sambil menggenggam tangan Cery. "Apa kau lupa dengan hukuman mu, yang seharusnya aku berikan malam ini?" tanya Reyhan yang masih tetap menggenggam tangan Cery. "Apa kau tahu? Disini aku juga merasakan rasa sakit sayang!" kata Rey kemudian. "Aku sakit, melihat mu terbaring seperti ini! Dan aku juga sakit, karena tidak bisa menikmati malam yang indah ini dengan mu!" Ujar Reyhan bersedih.


Dan itu juga hanya sebuah candaan yang dibuatnya, untuk menghibur dirinya sendiri.


Hayo siapa ya kira-kira yang di belakang papah Jemi? Yuk komen:)


Setelah membaca jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya🙏


Like, Vote, Komen and favoritnya sangat ku harapkan 😍


Terimakasih bagi yang sudah mau mampir dan berbagi di karyaku 💖 Lopyu✨


Jangan lupa mampir di karya kedua ku "Ada Apa dengan Tentara v/s Hakim" dan karya ketiga ku "Cinta Remaja SMA"

__ADS_1


😘


__ADS_2