Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
69. Deg


__ADS_3

Happy Reading temen temen 💙


"Serah Lo deh!" respon berlalu meninggalkan Reisa.


"Tungguin dong!" teriak Reisa berusaha mengejar Cery. "Lo jadi ambil jurusan bisnis manajemen itu?" tanya Reisa.


"Yaps, gue masuk dulu!" pamit Cery dan masuk ke dalam ruangannya.


Cery mencari tempat duduk yang berada hampir di belakang.


"Permisi, bisa tolong geser dikit?" ujar seorang wanita.


"Eh iya, silahkan." balas Cery saat sudah menggeser pantatnya.


"Kenalin aku Maya." ucap seorang wanita tersebut.


"Kenalin juga gue, eh aku Cery." balas Cery seraya menjabat tangan wanita itu.


"Salam kenal ya!" ujar Maya yang langsung di anggukin manis oleh Cery.


Di lain tempat, nampak seorang laki-laki yang sedang berdiri dengan tampang kesalnya.


"Hari ini anda mempunyai jadwal mengisi perkenalan di kampus Camvroda bos." ujar Dony yang tak lain adalah orang kepercayaan laki-laki itu dan juga teman baginya yang sudah di anggap seperti keluarganya sendiri.


"Papih nih, ada ada aja sih!" gerutu laki-laki itu.


Dengan sangat terpaksa ia pun berangkat ke kampus Camvroda.


Sesampainya di sana, ia langsung masuk ke dalam ruangan dimana ia akan mengajar mapelnya.


"Selamat pagi, dan selamat datang di kampus Camvroda!" ujar pria tersebut dengan tegas sehingga mampu mengalihkan pandangan mahasiswa maupun mahasiswinya.


"Wah, siapa tuh?"


"Ganteng banget ya!" begitulah ucapan mahasiswi lainnya, namun tidak dengan Cery.


Cery nampak malas dan terlihat acuh, bahkan ia tak memandang ke arah sumber suara.


"Perkenalkan nama saya Reyhan Putra Arengga yang akan mengajar kalian dalam mata kuliah bisnis manajemen ini!" sambung Rey dan berhasil membuat Cery menatapnya.

__ADS_1


Deg.....


"Apa apaan ini!" guman Cery sambil melototkan matanya.


Sementara Rey yang menemukan keberadaan Cery hanya menyungging senyumnya.


"Oh, jadi ini alasan papih!" batin Rey yang masih fokus menatap Cery.


"Kamu kenapa Cer?" tanya Maya heran.


"Ak...Akuu, ah nanti saja aku ceritain." ujar Cery sambil menggigit bibir bagian bawahnya.


"Bener ya? Awas aja kalo bohong!" ancam Maya.


"Lo kalem orangnya, tapi juga nganceman." bisik Cery.


"Jika perlu, maka akan aku keluarkan." balas Maya.


Cery hanya tersenyum saat merespon perkataan Maya tadi.


"Oke jadi langsung saja, saya bacakan peraturan di saat jam kuliah saya yang tidak boleh di langgar sama sekali." ucap Reyhan. "Satu, tidak boleh datang terlambat! Dua, selalu mengumpulkan tugas! Tiga, harus sopan dengan saya saat berbicara ataupun lainnya dan di larang mengumpat apalagi memaki saya!" sambung Reyhan dan memberikan penekanan pada kata mengumpat dan memaki yang tentu saja di tujukan kepada Cery.


"Apa apaan ini? Wah dia nyindir gue lagi!" batin Cery menatap wajah dosen Reyhan dengan kesal.


"Ngapain semua orang mandangin gue sih!" batin Cery sambil menunjukkan senyum kecutnya.


Waktu perkenalan pun berlangsung hanya sekitar 45 menit, selepas itu Cery bersama Maya memutuskan untuk pergi ke kantin kampus.


"Mbak mbak yang cantik, mau pesen apa?" tanya seorang wanita yang bekerja di kantin tersebut.


"Owh saya mau pesen jus strawberry aja." jawab Cery sopan.


"Kamu nggak makan Cer?" tanya Maya.


"Enggak udah kenyang akunya." balas Cery sedikit merasa aneh dengan sebutan aku.


"Yaudah Bu, saya pesan capcay sama jus alpukat ya!" pesan Maya.


"Panggil saya mbak Nisa aja atuh!" sahut penjaga kantin tersebut.

__ADS_1


"Okey mbak Nisa." balas Maya seraya tersenyum.


"Cer, kalo kamu nggak terbiasa pakek sebutan aku kamu nggakpapa kali pakek sebutan Lo gue. Soalnya gue juga udah terbiasa nyebut gitu." jelas Maya.


"Jadi Lo dulu manggilnya juga pakek Lo gue gitu?" tanya Cery tak percaya.


"Ya iyalah." jawab Maya. "Oh, katanya Lo mau cerita!" tagih Maya.


"Ck, Lo tuh inget aja sih!" balas Cery memutar bola matanya karena malas.


"Gimana Cer?" tanya Maya tak sabar mendengarkan cerita Cery.


Cery mengambil napas dan mulai bercerita saat pertama kalinya melihat Rey dan memakinya habis habisan.


"Hahaha, jadi tadi di ruangan ceritanya pak Reyhan nyindir Lo gitu?" ucap Maya di sela tawanya.


"Ya iya." jawab Cery ketus.


"Pak Reyhan itu baik loh, untungnya dia nggak bongkar tentang penampilan Lo!" sahut Maya yang masih ketawa.


"Ah, malu banget gue!" kata Cery sembari mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


"Hahaha itu sih derita Lo Cer!" ledek Maya sesudah menyeruput jus alpukatnya yang baru saja sampai.


Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍


Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)


Ayolah jangan cuman baca doang 😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌


Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏


Ini novel pertamaku jadi harap maklum 😉


Edo mengambil air dari kran


Air itu untuk mencuci roda


Anggaplah cerita ini hiburan

__ADS_1


Dan nikmatilah apa yang ada


😘


__ADS_2