
Happy Reading temen temen 💙
"Ayo buruan cerita napah Cer!" protes Maya yang sedari tadi setia menunggu Cery yang akan bercerita.
"Bawel banget sih Lo!" ketus Cery langsung menyeruput jus strawberry miliknya.
"Bodo! Buruan!" gertak Maya.
Cery mulai mengambil napasnya dan segera menceritakan semuanya termasuk kemarin, saat ia mencuekkan Maya sampai saat ini ia di larang keras untuk naik motor.
"Ya itu salah Lo sih Cer, naik motor kagak ati ati." komentar Maya sambil memakan camilannya.
"Kan gue buru-buru neng!" sahut Cery kesal.
"Hehehe iya juga. Tapi tunggu, siapa ya kira-kira yang ngaduin ke bokap Lo?" pikir Maya.
"Gue juga bingung. Tapi waktu di kantor bokap gue tuh deket banget sama tuh dosen. Masa iya dosen gila itu yang aduin gue?" ujar Cery yang masih bingung.
"Nah bisa jadi tuh Cer. Tapi bentar, waktu Lo nabrak mobil pak Reyhan itu ada orang lain yang liat kagak? Seperti kenalan bokap Lo mungkin." tanya Maya bak seorang detektif.
"Kagak ada. Kemarin tuh lumayan sepi May." jawab Cery.
"Oh berarti bener, kayanya emang pak Reyhan yang ngaduin." jawab Maya meskipun belum yakin sepenuhnya.
"Bener juga Lo." kata Cery.
Dengan semangat 45nya Cery bangkit dari kursi dan bergegas mencari pak Reyhan.Tak ketinggalan Maya pun juga ikut.
Tanpa pikir panjang Cery langsung menuju ruangan pak Reyhan. Dan secara kebetulan pak Reyhan berdiri di depan pintu ruangannya dan tengah berbicara dengan Dony yang merupakan orang kepercayaannya.
"Maksud bapak itu apa ha?" tanya Cery langsung tanpa bosa basi.
Kedua orang yang tengah berbicara itu pun menoleh ke arah Cery.
"Maksud apa?" tanya pak Reyhan yang mencoba menutupinya.
Ia yakin bahwa hari ini Cery pasti akan datang memprotes atau bahkan memakinya.
"Anda jangan pura pura bodoh dong pak!" sahut Cery sudah kesal.
"Hey nona! Jangan berkata yang tidak tidak dengan bos saya." ujar Dony memperingatkan Cery.
"Gue kagak ada urusan sama Lo!" tegas Cery.
"Tapi.." belum sempat Dony membalas ucapan Cery dengan segera pak Reyhan pun menyelanya.
"Biarkanlah Don. Mungkin kekasihku sedang rindu padaku, jadi dia menghampiriku." ucap pak Reyhan tanpa dosa.
Sementara Cery, wah jangan di tanya lagi. Ia benar benar kaget begitu pun dengan Maya.
"Mana ada!" tungkas Cery.
"Biasalah Don, kekasihku malu malu. Ya udah yuk kita bicara berdua saja!" ajak pak Reyhan dan langsung menarik tangan Cery menuju taman belakang kampus.
"Kok gue di tinggalin sih!" guman Maya menatap kepergian Cery dan berganti menatap pria yang di sebelahnya.
__ADS_1
"Ngapain natap saya?" tanya Dony dingin.
"Lah, situ sendiri ngapain liatin gue?!" balas Maya tak mau kalah.
"Idih siapa jugak!" sahut Dony mencoba mengelak.
"Serah!" sahut Maya acuh dan pergi menyusul Cery.
***
"Lepas! Bapak apa apaan sih, pakek bilang kekasih segala?!" protes Cery kesal.
"Duduk dulu." sahut pak Reyhan.
Cery pun mendudukkan dirinya di kursi yang sama dengan pak Reyhan, namun dengan jarak yang jauh. Tak ketinggalan juga raut wajah yang masih di tekuk.
"Tadi cuman nggak sengaja aja." jawab pak Reyhan dengan tenangnya.
"Bapak bilang nggak sengaja? Pak, itu nanti bisa bikin salah paham tauk!" ucap Cery kesal dan tidak memperhatikan posisinya yang kini semakin dekat dengan pak Reyhan.
"Kamu ngapain deket deket?" tanya pak Reyhan mengalihkan pembicaraan.
Cery tersadar akan jaraknya dan segera menjauh sedikit dari pak Reyhan.
Deg... Deg... Deg...
"Sial! Nih jantung gue kenapa lagi?!" batin Cery.
"Jangan coba coba mengalihkan pembicaraan ya pak!" tungkas Cery dan langsung berdiri menghadap pak Reyhan.
"Saya tidak mengalihkan pembicaraan Cery." jawabnya tenang.
"Tidak. Buat apa saya nglaporin ke papah kamu." sahut pak Reyhan beralasan.
"Jawab jujur! Bapak kan yang nglaporin?!" tuduh Cery.
"Saya bilang tidak ya tidak Cery." sahut pak Reyhan berdiri mensejajarkan tingginya dengan Cery.
Namun Cery tetap kalah, karena tingginya hanya sebahu pak Reyhan.
"Alah ngaku aja deh pak!" ucap Cery ngotot.
"Kok kamu malah ngotot sama saya." tungkas pak Reyhan.
"Siapa suruh bapak tidak mau mengaku! Udah aki-aki juga, masih aja bisa boong." celetuk Cery.
"Apa? Kamu bilang saya aki-aki?" tanya pak Reyhan mengulangi perkataan Cery.
Menyadari akan kesalahannya, Cery langsung berbalik hendak meninggalkan pak Reyhan. Namun dengan sigap pak Reyhan menarik tangan Cery.
"Setelah ngatain saya aki-aki, kamu langsung pergi begitu saja?" tanya pak Reyhan yang masih memegang tangan Cery dengan erat.
Untung saja hari ini sudah sedikit sore jadi keadaan taman kampus lumayan sepi.
"Bapak apa apaan sih?!" gerutu Cery melepaskan tangannya dengan kasar. "Kita impas bapak Reyhan! Karena kemarin bapak sudah ngaduin saya ke papah." imbuh Cery.
__ADS_1
"Saya tidak ngaduin kamu." elak pak Reyhan.
"Alah pak, mana ada maling yang mau ngaku! Udah deh pak." ucap Cery sebal. "Oke deh pak, saya akan tanya secara baik baik. Bapak kan yang kemarin nglaporin saya ke papah saya?" tanya Cery mencoba ramah di sertai senyuman.
"Tidak." jawab pak Reyhan singkat.
Cery menghembuskan napas kasarnya dan mengacak acak rambutnya.
Di lain tempat, nampak Maya bersembunyi di balik semak semak mendengarkan pertengkaran antara Cery dengan pak Reyhan.
"Kamu menguping ya?" tanya Dony yang juga ikut bersembunyi.
Karena kaget Maya pun langsung menoleh dan "Dugh" dahi Maya berjadukan dengan dahi Dony.
"Awh, sakit tahu!" rintih Maya.
"Saya nggak sengaja tadi." bela Dony.
"Ngapain sih Lo ngikutin gue mulu!" kesal Maya.
"Saya lebih tua dari kamu, apa kamu tidak bisa sopan dikit dengan saya?" tanya Dony.
"Terserah!" ketus Maya meninggal Dony.
"Maya!" teriak Cery.
Maya pun mendekat ke arah Cery.
"Pak." ucap Maya sambil menunjukkan deretan giginya.
"Hm." jawab pak Reyhan.
"Saya permisi pulang dulu, mari pak!" ucap Cery dingin.
Pak Reyhan tidak menjawab sebenarnya ingin sekali ia mengatakan "Hati hati di jalan". Namun seakan pak Reyhan masih belum mampu.
Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍
Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)
Ayolah jangan cuman baca doang 😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌
Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏
Terimakasih juga bagi yang sudah mau berbagi:) Lovyu✨
Ini novel pertamaku jadi harap maklum 😉
Waw, di part ini saya kembali ngetik lebih dari 1000 kata:) So ayo berbagilah kakak🤗
Adik nangis ingin makan
Sedangkan kakak nangis ingin buku
Aku tidak bosan bosan mengingatkan
__ADS_1
Supaya kalian mau dukung aku
😘