Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
68. Pertama Masuk Kuliah


__ADS_3

Happy Reading temen temen 💙


"Pasti tuh orang lagi ngetawain gue. Dasar orang ga jelas!" ucap Cery kesal.


"Things..." pintu lift pun terbuka.


Cery segera keluar dan berlari menuju parkiran mobil.


"Shit, malu banget dah gue!" umpat Cery dan segera menancap gas, pulang menuju rumah.


Di tengah perjalanan, ponsel Cery pun berdering. Dengan sangat terpaksa, Cery menepikan mobilnya terlebih dahulu.


"Halo, ada apa Vin?" tanya Cery ketus.


"Buset! Pagi pagi udah galak banget Lo Cer." komen Vina.


"Gue nanya ada apa?" tanya Cery dingin.


"Ck, bencanda dikit napah sih!" cerocos Vina.


"Lo jangan mancing emosi gue lagi!" sahut Cery kesal.


"Lo ada ape?" tanya Vina.


"Gue pagi pagi udah di suruh ke kantor nyokap, terus gue nabrak orang. Aish, ngapain gue malah cerita sih!" ujar Cery.


"Hahahaha, akhirnya Lo ngomong panjang juga. Penasaran gue, siapa sih tuh orang yang secara tidak langsung bikin Lo ngomong panjang kali lebar?" kekeh Vina.


"Serah, gue matiin nih!" geram Cery.


"Jangan dong! Gue cuman mau ngomong, ntar jam 10.00 Lo dateng kan sebelum gue berangkat?" ucap Vina terdengar serius.


"Alamak! Gue lupa, yaudah gue pulang dulu mandi." balas Cery.


"Lo ke kantor belum mandi?" ledek Vina.


"Diam Lo!" jawab Cery ketus seraya mematikan panggilan teleponnya sepihak. "Shit! Udah jam 09.00, kurang satu jam lagi!" umpat Cery.


Cery segera menancap mobilnya, kurang lebih selama 15 menit kemudian Cery sampai rumah.


"Pagi bi." ucap Cery sembari berlari menaiki tangga.


"Pagi juga non." sahut Bi Ijah. "Si non teh kenapa ya? Dari tadi pagi, lari lari terus." guman bi Ijah.


Pukul setengah 10 Cery baru saja selesai berdandan, ya walaupun hanya memakai bedak sangat tipis serta pelembab bibir.


Cery sudah terlihat sangat cantik.


"Gue pasti telat nih!" guman Cery saat sudah berada di mobil.


Sekitar kurang lebih 30 menitan, Cery akhirnya sampai di tempat dimana sebelum Vina pergi mengikuti pendidikan militernya.

__ADS_1


"Maaf gue telat, dimana Vina?" tanya Cery yang masih ngos ngosan.


"Iya nggakpapa, Vina udah cerita semuanya kok." balas Meryana seraya tersenyum.


"Vina masih ngikutin upacara, bentar lagi pasti kesini kan belum pamit juga." sahut Reisa.


Sedangkan Cery hanya ber oh saja. Tak lama kemudian Vina pun datang sambil menggendong ransel militernya.


"Lo jadi berangkat Vin?" tanya Reisa dengan mata berkaca-kaca.


"Ya iyalah." jawab Vina terkekeh, namun hatinya juga ikut bersedih.


"Lo di sana jangan lupa makan! Kalau nggak kuat Lo pulang aja!" celoteh Meryana menahan isaknya.


"Iya iya, jangan nangis dong." kata Vina sambil memeluk Meryana dan Reisa secara bergantian.


"Heh, karib gue!" pekik Cery.


"Apa temen jomblo gue?" tanya Vina mendekat ke arah Cery, namun Cery justru memalingkan wajahnya.


"Lo di sana hati-hati, jangan lupa sama gue!" ujar Cery ketus namun dengan suara serak.


"Yeh Cer, Lo bisa nangis juga!" celetuk Vina sambil memeluk Cery.


"Tauk ah!" balas Cery namun sudah terisak.


"Jaga diri Lo baik baik, doakan gue berhasil! Gue pergi dulu ya!" pamit Vina sesaat setelah ia juga berpamitan kepada orang tuanya.


Reisa, Meryana dan Cery pun saling berpelukan saat Vina sudah pergi bergabung naik ke dalam pesawat tentara.


Setelah menyaksikan kepergian Vina, Cery beserta yang lainnya pulang.


Sesampainya di rumah, Cery langsung membanting tubuhnya ke sofa di ruang utama.


Dengan muka sembab, Cery langsung tertidur begitu saja.


Sore pun tiba, Cery masih tertidur pulas. Sementara orang tua Cery sudah pulang sejak tadi.


"Cer, bangun nak! Mandi sono gih!" ujar mamah Emil sambil menepuk pipi Cery.


"Bantaran aja mah." sahut Cery lemas.


Mamah Emil pun pergi membantu Bi Ijah memasak untuk makan malam.


"Bi, tolong bangunin Cery. Saya mau panggil papahnya Cery dulu." ujar mamah Emil.


"Iya nyonya." jawab Bi Ijah sopan.


Setelah di bangunkan bi Ijah, Cery segera ke kamarnya untuk mandi.


Selesai mandi, Cery segera turun dan bergabung untuk makan malam. Cery hanya makan sedikit karena tidak ada nafsu.

__ADS_1


Dengan langkah gontai, Cery langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Namun sebelumnya ia sudah bersih bersih diri terlebih dulu.


-


-


Ke esokannya, Cery pun bangun pagi seperti waktu sekolah dulu. Karena hari ini adalah hari pertamanya masuk kuliah setelah libur panjang.


"Mah, pah Cery berangkat kuliah dulu ya!" pamit Cery setelah meminum susu buatan mamahnya.


"Hati-hati! Yang rajin ya Cer." balas papah Jemi sambil tersenyum penuh makna.


"Iya pah." kata Cery saat mencium tangan papah mamahnya secara bergantian.


***


"Pagi Bang Ucup!" teriak Cery saat sudah mengendarai motornya.


Jarak tempuh antara kampus dengan rumah Cery lumayan jauh. Jadi membutuhkan waktu kurang lebih 20 menitan.


Sesampainya di kampus, Cery langsung memarkirkan motor dan membuka helmnya.


Sontak paras Cery pun menjadi sorotan warga kampus.Entah itu kakak tingkat ataupun teman se angkatannya.


Cery turun dari motor sambil memandang kanan kiri. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku blezer yang Cery kenakan.


"Brugh..." tiba-tiba ada seseorang yang tengah memeluk Cery dari belakang.


Cery mencoba berontak dan hendak memukul orang itu, namun ia urungkan.


"Lo tega banget mau mukul gue Cer!" ujar Reisa kesal.


"Lah, Lo kuliah di sini jugak?" tanya Cery tak percaya.


"Iya dongs! Gue ga mau jauh dari sahabat gue lagi." ucap Reisa merubah ekspresinya.


Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍


Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)


Ayolah jangan cuman baca doang 😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌


Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏


Ini novel pertamaku jadi harap maklum 😉


Santhi berjalan dari sana ke sini


Membawa catatan biaya pajak


Jika kalian senang dengan cerita ini

__ADS_1


Jangan sungkan untuk tinggalkan jejak


😘


__ADS_2