
Arka dan Hana sudah diperjalanan pulang.
Sesekali Arka melihat ke arah Hana, begitu juga Hana yang selalu tersenyum saat Arka melihatnya.
Seseorang mendadak lewat di depan mobil mereka, Hana kaget saat melihatnya.
"Mas...!" ucapnya sambil menutup telinga dan langsung memejamkan mata.
Arka juga kaget melihat orang itu dan langsung rem mendadak sedangkan tanpa sadar tangan kirinya menahan dada Hana supaya tidak terdorong ke depan.
Hana membuka matanya dan langsung melihat tangan Arka, jantungnya mulai berdetak cepat.
Ada apa denganku batin Hana
Arka menghela nafas karna tidak jadi menabrak orang tadi, Ia langsung melihat ke arah Hana sambil melepaskan tangannya.
"Gak apa-apa kan?" tanyanya
Hana melihat ke arah Arka sambil mengangguk
"Orangnya sudah pergi, kita jalan lagi," ucap Arka
"Iya, hati-hati!" kata Hana
Arka mulai menjalankan mobilnya lagi dengan pelan.
Hana melihat ke arah Arka yang fokus menyetir.
Hana tersenyum sedikit dan langsung melihat ke arah luar.
Mas Vito, mungkin saat ini aku mulai jatuh cinta pada temanmu batin Hana.
Hana memegang dadanya, jantungnya tidak henti berdetak kencang.
Arka melihat ke arah Hana sebentar, "Ada apa?"
Hana menoleh kembali ke Arka, "Gak ada apa-apa," Hana tersenyum sedikit.
"Habis sholat Asar kita ke suatu tempat dulu ya," ajak Arka
"Kemana?" tanya Hana
"Lihat nanti," kata Arka
Arka melaju ke tempat biasa di datanginya.
Mereka turun dari mobil, Ia memegang tangan Hana membawanya masuk.
Hana melihat beberapa orang sedang latihan panjat tebing di tempat untuk pemula.
"Wall climbing," kata Arka
"Mau coba gak?" tanya Arka
"Ini pakai gamis gak mungkin juga," kata Hana
"Di sini ada kok menyediakan pakaian latihan," kata Arka
"Gak usah, aku lihat Mas Arka saja," kata Hana
"Ya sudah ayo ikut ke sana," Arka menunjuk ke arah temannya latihan.
Hana mengikuti Arka, Boy tersenyum melihat Arka datang mendekat.
"Istri?" tanya Boy
"Iya," jawab Arka
__ADS_1
Boy tersenyum menyapa, Hana juga tersenyum sedikit.
"Aku ganti pakaian dulu, kamu duduk di sini," kata Arka sambil menunjuk bangku
Hana mengangguk.
Setelah berapa lama, Arka sudah selesai ganti pakaian, Arka menoleh sebentar ke arah Hana, Hana melihat Arka mulai bersiap dan naik perlahan.
Hana tersenyum saat melihat Arka sudah sampai tengah.
Sekarang aku baru sadar kalau aku gak tau apapun tentang suamiku sendiri, hobinya saja aku gak tau apalagi makanan kesukaannya batin Hana
Hana tersenyum lagi saat Arka sampai puncak, Arka turun lagi dan minum sebentar lalu kembali mulai lagi.
*
Mereka pulang ke rumah sebelum Magrib.
Sambil berjalan masuk ke rumah, Hana menarik lengan suaminya.
"Ada apa?" tanya Arka bingung
"Lain kali kalau mau ke tempat tadi, ikut lagi ya," ucap Hana.
"Tentu," kata Arka
*
Malam hari saat sudah mau tidur, Hana sudah berbaring dan seperti biasa Arka duduk menyandar di tempat tidur.
"Oh ya Aisya apa kamu tidak ingin punya rumah sendiri?" tanya Arka memulai obrolan.
Hana bangkit dan langsung ikut menyandar.
"Semua orang pasti menginginkan itu tak terkecuali aku," kata Hana
"Apa kamu gak suka tinggal di sini?" tanya Arka
Arka duduk menghadap ke arah Hana.
"Ya sudah besok kita ke gubuk kita," ucap Arka serius
"Baiklah." Hana tersenyum karna mengira Arka bercanda.
Hana kembali berbaring dan langsung menutup diri dengan selimut tebal.
Hana memejamkan mata, tangannya mengambil tangan Arka dan memeluk tangan suaminya itu.
"Mas Arka gak punya saudara jadi sudah pasti akan tetap di sini," kata Hana masih sambil menutup mata.
Arka hanya tersenyum mendengarnya.
Arka melihat tangan Hana yang sedang memegangnya. Masih terlihat luka bakar di lengannya walau sudah kering.
Terima kasih Hana Aisya hari ini sikapmu sudah mulai berubah, aku berharap suatu hari kamu bisa sepenuhnya mencintaiku, batin Arka.
Arka masih terus menatap ke arah Hana yang sudah mulai tertidur.
Disaat Hana sudah tidur lelap, Arka menarik tangannya dengan pelan dan langsung ikut berbaring.
Keesokan harinya.
"Pa hari ini aku agak telat ke kantor, soalnya mau pergi dulu sama Aisya," kata Arka
"Ya baiklah," ucap Papanya
"Mau kemana?" tanya Hana
__ADS_1
"Nanti tau sendiri, cepat habiskan sarapannya kita langsung pergi," ucap Arka
"Pasti mau ngasih kejutan," ucap Mamanya
Arka hanya tersenyum mendengarnya.
*
Arka dan Hana sudah di perjalanan.
"Sebenarnya kita mau kemana?" tanya Hana masih penasaran.
"Ke gubuk kita," jawab Arka sambil tersenyum.
"Ini serius," kata Hana
"Iya ini juga lagi serius, itu gubuk kita," Arka menunjuk sebuah rumah. Pandangan Hana langsung tertuju pada rumah itu.
Arka membunyikan klakson, Pak Tejo langsung membukanya.
Arka dan Hana turun dari mobil.
"Assalamu'alaikum Pak," ucap Arka
"Wa'alaikumussalam Mas," jawab Pak Tejo
Bu Lastri mendekat dan tersenyum ke arah Hana.
Hana masih bingung.
"Oh ya Aisya kenalin ini Bu Lastri sama Pak Tejo, mereka yang jagain rumah kita selama ini," kata Arka saat memperkenalkan kedua pembantunya pada Hana.
"Salam kenal Bu, Pak...!" ucap Hana ramah
"Salam kenal," ucap keduanya
"Apa Mbak dan Mas sudah akan pindah ke sini?" tanya Bu Lastri
"Belum Bu, ini cuma mau lihat-lihat dulu, beberapa hari lagi baru pindah," kata Arka
"Ah ya sudah silakan masuk, pintunya gak dikunci kok," kata Bu Lastri
"Ah iya kami masuk dulu," kata Arka
Arka memegang tangan Hana saat masuk ke dalam rumah, Hana terharu melihat rumah yang serba berwarna biru itu.
"Ini gubuk kita, apa kamu suka?" tanya Arka
Hana tersenyum ke arahnya, "Sejak kapan ini dibangun?" tanya Hana
"Beberapa waktu lalu, awalnya setelah nikah pengennya langsung tinggal di sini, tapi karna...!" ucapan Arka terhenti
Hana langsung tau apa yang ingin Arka bicarakan jadi tidak melanjutkan pembicaraan lagi.
Mereka berjalan melihat ke kamar.
"Ini kamar kita?" tanya Hana
"Iya, tapi gak sebesar kamar kita di rumah Mama dan Papa," jawab Arka
"Ini sudah cukup besar, aku menyukainya, terima kasih banyak," kata Hana penuh senyuman ke arah Arka.
Arka menatap mata Hana begitu juga Hana yang juga menatapnya.
Arka mendekatkan wajahnya ke wajah Hana, tapi saat tersadar Arka buru-buru menjauh takut Hana gak nyaman.
Hana hanya tersenyum tipis padahal dia sudah tidak masalah bersentuhan fisik dengan Arka.
__ADS_1
Arka mengalihkan pembicaraan dan langsung mengajak Hana melihat ke belakang rumah.
Saat mereka sudah di belakang rumah, Hana semakin senang saat melihat banyak tanaman seperti tomat, cabai, sawi, dan banyak lagi.