Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
bab 32


__ADS_3

Arka sekeluarga sedang sarapan, Hana melihat kedua mertuanya minum kopi, sedangkan Arka minum teh.


"Kok gak minum kopi juga?" tanya Hana


Arka gak bisa menjawab, Linda tersenyum mendengar pertanyaan Hana.


"Arka sekalipun gak pernah minum kopi, dia gak mau," kata Linda


Hana kaget mendengarnya, sedangkan Arka hanya diam.


Hana melihat ke arah Arka dan langsung ingat saat dulu memberikan Arka kopi saat Arka makan di tempatnya kerja.


Ia juga mengingat saat Arka meminum kopi di rumahnya di kampung.


Hana merasa gak enak lalu langsung menunduk.


Arka melihat ke arah Hana, "Pernah kok minum kopi beberapa kali, rasanya gak terlalu buruk," ucap Arka


"Ya memang gak buruk, kamu aja yang gak mau coba," kata Linda.


Wijayanto langsung tahu apa yang dialami Arka karna Ia juga pernah muda.


"Dulu Papa gak suka minum teh tapi karna Mama yang ngasih jadi Papa minum, karna apa yang diberikan oleh orang yang kita cinta akan terasa enak walaupun kita gak suka," ucap Papanya sengaja


Linda tersenyum mendengarnya, Hana kembali melihat Arka sebentar.


Arka melanjutkan memakan rotinya begitu juga Hana.


Setelahnya Hana mengantarkan Arka hingga depan rumah.


Tangan Arka sudah akan menyentuh wajah Hana tapi urung karna takut Hana gak suka.


"Berangkat dulu," kata Arka


"Iya, hati-hati," kata Hana sedikit tersenyum.


Hana mencium tangan Arka.


Arka langsung masuk ke mobil, Hana melihat mobil Arka mulai jalan dan keluar dari pagar rumah. Ia sedikit kecewa karna Arka sekarang seperti menjaga jarak padahal Ia sudah mau belajar menjadi istri yang baik.


Padahal sebelumnya gak pernah dandan, hari ini sengaja dandan sedikit untuknya batin Hana


Ia langsung berjalan masuk dan melihat Mertuanya juga mau berangkat.


"Mau ikut ke butik?" tanya Mamanya


"Lain kali saja Ma," kata Hana


"Ya sudah kami berangkat dulu," ucap Mamanya


Hana mengangguk lalu mencium tangan keduanya.


Setelah semuanya pergi, Hana langsung mengambil cuciannya tadi untuk dijemur sebentar.


Hana sudah berada di belakang rumah sambil menjemur pakaian.


Pasti sekarang Alwi sudah di sekolah batin Hana


Hana meneruskan menjemur lalu kembali masuk ke rumah, pembantu baru pulang dari belanja.


Hana langsung membantunya mengeluarkan belanjaan.


"Mau masak apa Bik siang ini?" tanya Hana


"Saya jarang masak untuk siang karna gak akan ada yang pulang, paling saya masak untuk kami para pembantu, tapi sekarang ada Mbak Hana jadi saya akan masak apa yang Mbak suka," ucap pembantu namanya Bik Ijah

__ADS_1


"Saya gak milih kok Bik, biar nanti saya masak sendiri, Bibi beresin rumah saja," ucap Hana


"Baiklah," ucap Bik Ijah yang tersenyum ke arah Hana.


*


Arka yang baru datang ke kantor langsung disambut para pegawainya dengan senyuman.


Arka ikut tersenyum, Farel juga baru datang dan langsung menghampirinya.


Farel tersenyum melihat bosnya yang sudah melepas masa lajang.


Mereka berdua masuk ke dalam lift.


"Pak Wijayanto kok belum datang?" tanya Farel


"Dia ngantar Mama dulu ke butik, sebentar lagi juga datang," kata Arka


"Iya ini perlu tanda tangannya cepat," kata Farel


*


Siang hari Arka buru-buru keluar dari kantor.


Ia langsung masuk ke mobil lalu melaju pulang.


Sesampainya di depan rumah Arka langsung mengucap salam lalu masuk.


Hana tidak mendengar salamnya, Hana masih di dapur sibuk memasak.


Arka berjalan ke arah dapur karna mencium bau masakan.


Ia melihat pemandangan indah saat Hana memasak, "Assalamu 'alaikum," ucap Arka lagi


Hana kaget sambil melihat ke arah belakang.


"Apa masakannya sudah siap," ucap Arka


"Ah iya sudah, tinggal dibawa ke meja makan, kata Bibi biasanya gak ada yang pulang jadi ini cuma masak seadanya," kata Hana


"Gak apa, ayo makan siang," ajak Arka


Hana langsung membawa makanan ke meja dibantu Bik Ijah.


Hana mengambilkan Arka nasi lalu duduk di depan suaminya.


Disaat mereka makan, Hana melihat ke arah Arka yang fokus pada makanannya.


"Nanti Pak Arka mau ke kantor lagi?" tanya Hana


"Iya, nanti setelah mandi dan sholat langsung berangkat lagi," kata Arka.


Arka sedikit tidak nyaman saat Hana masih terus memanggilnya Pak Arka.


Ternyata walau sudah menikah tapi jarak diantara kita masih jauh batin Arka


Hana menuangkan Arka air dan memberikannya pada Arka.


*


Arka sudah berangkat lagi tapi tujuannya bukan ke kantor, Ia melaju ke arah rumahnya yang baru.


Ia turun dari mobil dan melihat rumahnya yang sudah jadi. Ia berjalan menuju pintu, setelah membukanya Ia langsung masuk dan melihat ke setiap ruangan.


Terlihat sudah ada 2 pembantu sepasang suami istri, namanya Pak Tejo dan Bu Lastri.

__ADS_1


Arka mengucap salam saat melihat mereka di kebun belakang.


Mereka tersenyum melihat Arka datang dan menjawab salamnya.


"Kami akan pindah ke sini bulan depan," kata Arka


"Iya Mas, semuanya sudah siap kok, tinggal langsung ditempati," kata Pak Tejo yang juga adalah tukang kebun.


"Pak saat kami pindah nanti saya berharap semua tanaman sudah besar-besar," kata Arka


"Insya Allah saya usahakan," Pak Tejo menjawab sambil tersenyum.


Arka melihat-lihat sebentar lalu langsung pamit pergi.


Saat di dalam mobil, Arka langsung menelpon nomor Arif, Arif melihat panggilan di ponselnya lalu mengangkatnya.


"Assalamu 'alaikum bang Arka," ucap Arif


"Wa'alaikumussalam, Alwi mana?" tanya Arka


"Lagi tidur siang, mau dibangunin gak?" tanya Arif balik


"Gak usah, oh ya Arif umur kamu berapa?" tanya Arka


"18 tahun bang, memangnya kenapa?" tanya Arif bingung.


"Kamu lulus SMA gak?" tanya Arka lagi


"Lulus," kata Arif


"Kamu mau kuliah gak?" tanya Arka lagi


"Gak ada biaya bang, lagian di sini kalau kuliah juga harus ke daerah kotanya," ucap Arif


"Nanti saat Alwi naik kelas, kamu ikut sekalian ke sini, biar kuliah di sini, bang Arka bayarin kuliah kamu," ucap Arka


Arif tersenyum, "Tapi Bapak sama Mak pasti gak setuju, mereka takut orang mengira kami memanfaatkan bang Arka," senyum Arif seketika hilang.


"Nanti kita bicarakan pada mereka saat waktunya tiba," ucap Arka


"Baiklah,"


Mereka sudah menutup sambungan.


Arif terlihat bahagia lalu langsung bersiap mau ke kebun.


Bu Dahlia yang tidak mendengar apa-apa hanya bingung melihat Arif yang begitu senang.


*


Arka yang sedang di jalan juga sedikit tersenyum karna mendengar suara Arif yang bahagia. Ia melaju menuju arah kantor.


Hanya ini yang bisa kulakukan batin Arka


Di rumah Hana terlihat bosan dan hanya melihat-lihat sekeliling kamar Arka.


Hana membuka laci dan melihat album foto.


Hana langsung membuka album itu, terlihat foto Arka dari masih bayi, Hana tersenyum melihatnya karna itu sangat lucu dan menggemaskan.


Terlihat foto Arka waktu sekolah dasar, mata yang sipit, kulit putih bersih.


Hana membuka halaman-halaman berikutnya, beberapa foto Arka saat mengikuti pertandingan olah raga.


Hingga halaman terakhir senyum Hana langsung hilang saat melihat foto Arka bergandengan bersama Vito dan Rangga di acara pertandingan sekolah, terlihat Arka memegang piala dengan memakai pakaian olah raga, Rangga juga memegang piala memakai pakaian seragam, sedangkan Vito juga memegang piala memakai baju koko. Terlihat jelas dari pakaian ketiganya, pertandingan apa yang mereka mainkan.

__ADS_1


Hana mengusap pelan wajah Vito, air matanya perlahan menetes hampir mengenai foto itu.


__ADS_2