Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
78. Makan Malam


__ADS_3

Happy Reading temen temen 💙


Cery pun hanya bisa pasrah, saat pak Reyhan menyuruhnya untuk masuk di mobilnya.


"Ni orang ngapain selalu muncul di sisi gue sih?!" batin Cery jengah, saat menatap pak Reyhan.


Sedangkan pak Reyhan hanya fokus memandang ke arah jalan.


"Kenapa mandangin saya? Saya tampan kan?" goda pak Reyhan.


"Idih, apaan sih pak! Jangan terlalu percaya diri napah!" balas Cery dengan juteknya.


"Tinggal ngaku aja, apa susahnya?" kata pak Reyhan sambil tersenyum usil.


"Tauklah pak." jawab Cery memutar bola matanya dengan sangat malas.


Pak Reyhan membalas kata Cery dengan kekehan.


"Oh iya pak!" sentak Cery.


"Astaga Cer, jangan ngagetin saya! Saya masih mengemudi ini." ujar pak Reyhan namun terdengar lembut.


"Maaf pak, tapi saya cuman ingin bertanya." balas Cery sambil menatap lekat ke arah pak Reyhan, meskipun jantungnya sedang senam tak karuan.


"Apa itu?" tanya pak Reyhan cepat.


"Kenapa bapak tau nomor ponsel saya?" tanya Cery.


"Dari dulu saya tahu." jawab pak Reyhan singkat.


"Aneh!" gerutu Cery, namun tidak di sahuti oleh pak Reyhan. "Hm, darimana bapak tau rumah saya?" tanya Cery selanjutnya.


"Dari dulu sudah tahu." balas pak Reyhan tetap singkat.


"Ni orang siapa sih?" batin Cery sambil berpikir. "Pak!" panggil Cery lagi.


"Hm." sahut pak Reyhan masih fokus menyetir mobilnya.


"Bapak kenapa manggil orang tua saya dengan sebutan mamah papah?" tanya Cery semakin penasaran.


Melihat tingkah Cery yang selalu bertanya, membuat pak Reyhan jadi gemas sendiri. Pak Reyhan pun mencubit pipi Cery.


"Awh!" rintih Cery dan juga kaget.


"Karena kamu manggil orang tua saya juga dengan sebutan mami papi." jelas pak Reyhan. "Cepatlah turun, kita sudah sampai!" imbuh pak Reyhan.


Cery turun dari mobil di ikuti dengan Reyhan di belakangnya.


"Hm, terimakasih pak. Maaf merepotkan!" ucap Cery sedikit malu.


"Hm, tidak masalah." jawab Reyhan dengan ekspresi biasa saja.


"Eh nak Reyhan, sini mampir dulu Rey!" ajak mamah Emil yang baru muncul.


"Ah iya mah, tapi maaf Rey buru-buru mau ke kantor!" balas Reyhan sungkan.

__ADS_1


"Ah, begitukah? Ya udah nanti malem main ke sini ya, sekalian makan malam bersama!" ajak mamah Emil, sementara Cery melotot tak percaya dengan perkataan mamahnya.


"Apa apaan ini? Mengapa mamah sama papah begitu dekat dengan pak Reyhan?" batinnya saling berperang pertanyaan.


"Baiklah mah, kalau begitu Rey pergi dulu!" pamitnya sopan.


"Hati-hati ya Rey! Terimakasih sudah mau mengantar Cery pulang." balas mamah Emil setelah tangannya di cium oleh Reyhan.


"Bukan masalah mah." kata Reyhan sebelum benar benar pergi.


***


Malam pun tiba. Reyhan menepati ucapannya untuk datang makan malam bersama di rumah keluarga Sanjaya.


"Eh Rey, kamu sudah datang? Mari masuk, mamah Emil sama Cery sudah menunggu!" ajak papah Jemi setelah menyambut kedatangan Reyhan.


"Ah iya pah, maaf Rey datang terlambat!" ucapnya sedikit tidak enak.


"Tidak masalah. Anggap saja seperti rumah mu sendiri!" pinta papah Jemi sambil bersendau gurau.


"Hahahaha iya pah." balas Rey di sertai tawa kecil.


"Reyhan, sini sini duduk di sebelah Cery!" panggil mamah Emil yang terlihat sangat bersemangat.


Cery menatap malas dengan perilaku kedua orang tuanya.


"Nih yang anak sebenernya mana sih?!" gerutu Cery kesal.


Makan malam pun berjalan dengan lancar, tetapi tidak bagi Cery. Karena ia sedikit di campakan oleh kedua orang tuanya.


Sedangkan Reyhan di ajak papah Jemi untuk membicarakan hal serius di ruang kerjanya.


"Cer, menurut mu nak Reyhan itu bagaimana?" tanya mamah Emil dengan nada menggoda.


"Biasa aja mah." jawab Cery sembari mengelap tangannya.


"Haish, bukan begitu sayang!" celetuk mamah Emil.


"Lha terus gimana mah?" tanya Cery malas.


"Dia itu tampan dan baik menurut mamah!" ucap mamahnya tersenyum bangga.


"Cih, orang pak Reyhan itu dosen gila! Menyebalkan!" kata Cery sewot.


"Jangan gitu ntar jodoh Lo!" sahut mamah Emil.


"Idih ogah banget mah!" balas Cery jengkel, namun entah ada sedikit perasaan senang di hatinya.


Ia berlalu meninggalkan mamahnya.


"Aha! Hari ini kan babang Lee Min Ho gue tayang di TV. Nonton aja deh!" guman Cery lalu berlari menuju ruang utama.


Cery duduk manis sambil memangku sebuah bantal. Pandangannya tak beralih sedikit pun, ia terlalu fokus dengan layar TV.


Sampai sampai Cery tidak menyadari, bahwa di sampingnya sudah ada Reyhan yang ikut menonton.

__ADS_1


"Omo, babang! Hishh! Gue juga pengen kalik!" teriak Cery gemes, namun tetap memperhatikan depan.


"Kalau nonton tuh diem, ga usah teriak teriak." sahut Reyhan.


"Astaga!" kaget Cery saat menoleh ke arah Reyhan. "Sejak kapan bapak disini?" tanya Cery.


"Sejak film itu baru mulai." sahut Reyhan enteng.


"Huh. Ngapain bapak masih disini? Bukannya pulang sono!" kata Cery mengusir.


"Kamu ngusir saya?" tanya Reyhan dingin.


"Tidak pak, itu hanya pernyataan saja." jawab Cery pasrah.


Selang beberapa menit, mamah Emil sama papah Jemi datang dengan membawa camilan.


Namun kemudian di susul dengan hujan yang begitu deras.


"Mah, pah Reyhan pulang dulu aja!" pamit Reyhan saat akan beranjak.


Melihat hal itu entah mengapa Cery seakan akan tidak mau untuk di tinggal Reyhan.


"Loh, hujan hujan gini mau pulang Rey?" tanya mamah Emil.


"Iya mah, ntar kemaleman lagi." balas Reyhan tersenyum.


"Udahlah, kamu menginap di sini aja Rey! Masa iya hujan deras gini mau pulang?" tutur papah Jemi.


"Tapi pah.." sela Reyhan.


"Udahlah Rey, di sini juga ada kamar tamu. Malam ini kamu menginap di sini aja ya!" pinta mamah Emil.


"Baiklah mah pah." jawab Reyhan pasrah.


"Mah, cariin baju papah yang cocok buat ganti Rey!" perintah papah Jemi langsung di anggukin oleh mamah Emil. "Cer, anter Reyhan ke kamar tamu yang di lantai atas!" perintah papah jemi, setelah mamah Emil memberikan baju ke Reyhan.


Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍


Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)


Ayolah jangan cuman baca doang 😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌


Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏


Terimakasih juga bagi yang sudah mau berbagi:) Lovyu✨


Ini novel pertamaku jadi harap maklum 😉


Tina suka sekali mengalah


Tina mengalah sebab takut di pijat


Ayo buruan dukung saya lah


Biar Mis jadi tambah semangat

__ADS_1


😘


__ADS_2