
Happy Reading temen temen 💙
Cery berusaha menetralkan jantungnya sebisa mungkin. Ia kembali menatap Reyhan dengan gemetaran.
Deg...
Mata Cery tepat menatap wajah milik Reyhan dan dengan segera ia memalingkan wajahnya.
"Pa-pak mana kunci mobil saya?" ujar Cery sembari menadahkan tangannya, namun wajahnya menatap ke objek yang lain.
"Saya di sini! Kalau ngomong itu ngadep muka orangnya langsung dong!" perintah Reyhan sedikit ngegas namun juga tersenyum.
"Gimana mau ngadep, orang bapak deket banget sama saya!" gerutu Cery sebal, tetapi masih menadahkan tangannya.
"Ga ada alasan!" ujarnya biasa sambil menyalami tangan Cery yang tengah menadah.
"Bapak!" teriak Cery kesal.
Sementara Reyhan tertawa geli melihat Cery tengah kesal.
Reyhan mengeluarkan kunci mobil di sakunya dan saat itu juga tangan Cery berusaha mengambilnya. Namun ke buru di genggam dan di tarik oleh Reyhan.
"Pak, ih mau kemana sih?" tanya Cery sembari berusaha melepaskan genggamannya, tapi tak berhasil karena kekuatan Reyhan jauh lebih besar.
"Katanya mau lihat mobil." jawab Reyhan santai dan kembali memasukkan kunci mobil Cery ke dalam sakunya.
Cery yang mengetahui kuncinya kembali di masukkan, langsung mendengus kesal.
"Udahlah pak, percuma saja. Orang kuncinya juga nggak bapak kasih! Kalau begitu saya pulang dulu!" pamitnya dengan lesu.
"Ya udah, yuk saya anter!" tegas Reyhan.
Cery hanya mendengus pasrah karena ia sudah sangat letih.Apalagi hari sudah menjelang malam.
***
Cery langsung keluar begitu saja, setelah mengucapkan terimakasih kepada Reyhan.
Dan Reyhan pun memahami jika Cery sudah lelah. Apalagi hari ini ia berhasil menggodanya.
Reyhan segera menancap gasnya untuk kembali pulang. Sedangkan di tempat lain, Cery nampak berbicara dengan Enjii melalui panggilan video call.
"Lo kagak rindu kakak mu yang cantik ini ya?" tanya Cery dan berakting sedih.
"Ya rindu dong! Apalagi Enjii rindu banget sama dedek yang di kandungan bunda." celetuk Enjii.
"Ha? Maksudnya apa Nji?" tanya Cery tak percaya.
"Iya, bunda ngandung dedek baru." jawab Enjii dengan berbinar binar.
"Serius kamu? Kok gue nggak tau sih!" protes Cery kesal.
"Hahahaha kudet Lo kak!" ledek Enjii.
"Dasar adik sableng Lo!" ucap Cery tak terima.
"Gini gini cakep kan?" tanya Enjii penuh percaya diri.
__ADS_1
"Cakepan gua kalik Nji!" sahut Rama yang ikut nongol.
"Rama!" teriak Cery histeris.
"Apa nenek lampir? Lo nggak rindu gue apa?" tanya Rama merajuk.
"Rindu banget lah! Tapi ya itu sekarang kita sama sama sibuk." balas Cery.
"Lo sibuk pacaran yak?" goda Rama.
"Kagak lah!" jawab Cery ketus.
"Kata Enjii Lo baru kencan Cer? Ternyata Lo laku juga yak!" ledek Rama.
"Sialan Lo Ram!" umpat Cery.
Namun ia begitu senang karena akhirnya bisa dengar candaan dari Rama lagi.
Selesai melakukan panggilan videonya, Cery segera berlari menuruni tangga.
Brugh...
Cery pun terjatuh dan kakinya terkilir.
"Aduh Cery! Mamah bilang jangan lari larian, ah kamu mah!" ucap mamah Emil panik.
"Mah, Cery nggakpapa! Cuman terkilir dikit." belanya.
Setelah kaki Cery di pijat oleh dukun pijat di dekat rumahnya, ia segera memberi tahu oarng tuanya tentang kehamilan bunda Erin.
-
-
Saat pintu mobil terbuka, nampak Cery dengan susah payah turun dari mobil.
Meskipun sudah di pijat, namun belum sepenuhnya membaik. Jadi ia harus berjalan dengan sedikit pinjang.
Reyhan hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya saat melihat mamah Emil di dalam mobil.
"Bapak! Bapak ngapain di sini?" tanya Cery kaget.
"Nih kunci mobil kamu!" ucap pak Reyhan hendak memberikan kunci mobil, namun ia urungkan saat melihat kaki Cery yang di balut perban coklat.
"Terkilir?" tanya pak Reyhan dingin.
"Hehehe, nggak sengaja pak jatuh dari tangga." ucap Cery cengengesan.
Ia cengengesan untuk menghilangkan ketakutannya, karena pak Reyhan menatapnya dengan sangat tajam.
"Kebiasaan! Udah di bilangin suruh hati hati jugak!" ketus pak Reyhan.
"Iya iya pak." jawab Cery lesu. "Bapak tadi ke sini naik mobil saya?" tanya Cery saat melihat mobilnya di belakang pak Reyhan.
"Iya! Niatnya mau ngebalikin tapi nggak jadi!" sahut pak Reyhan dingin.
"Lah, gimana sih pak?" protes Cery tak terima.
__ADS_1
"Kaki kamu terkilir! Lagian kamu juga tidak bawa ganti ruginya kan?" tanya pak Reyhan sinis.
"Owh bapak mau saya ganti rugi? Berapa pak berapa?!" tanya Cery ngegas.
"Kamu yakin sanggup?" ucap pak Reyhan tersenyum usil.
"Bilang aja, berapa nominalnya?!" tegas Cery.
"Ini bukan masalah uang. Saya sudah banyak uang, jadi saya mau mintak yang lain." sahut pak Reyhan membuat Cery memicingkan sebelah matanya.
"Jangan aneh aneh!" balas Cery acuh.
"Tidak. Saya hanya minta kamu mau jadi kekasih ku!" ucap pak Reyhan sambil melipat tangannya di dada.
"Apa?" tanya Cery tak percaya.
"Kalau nggak mau ya udah, mobil kamu nggak kembali!" sahut pak Reyhan pergi meninggalkan Cery.
"Pak Rey!" teriak Cery membuat pak Reyhan membalikkan badannya.
Dengan segera Cery berjalan menyusul pak Reyhan.
"Berapa lama menjadi kekasih bapak?" tanya Cery.
"Sampai waktu yang tidak di tentukan." jawabnya tenang.
Cery membelalakkan matanya tak percaya dengan ucapan pak Reyhan.
"Ayolah Cer! Ini demi mobil mu!" batin Cery menyemangati dirinya sendiri.
"Baik saya mau pak!" jawab Cery pasrah.
"Bagus, gadis kasar." respon pak Reyhan sambil tersenyum penuh kemenangan.
Cery hanya bisa mendengus kesal dan berjalan menuju ke ruangannya dengan kaki yang sedikit pincang.
Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍
Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)
Ayolah jangan cuman baca doang 😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌
Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏
Terimakasih juga bagi yang sudah mau berbagi:) Lovyu✨
Maaf in Mis ya:( Hari ini Mis up 2 part aja. Mis mogok ngetik, karena para kakak kakak ya begitulah:) Udah bentar lagi Mis tamatin aja ya🙂
Ibu Megan jualan roti
Rotinya di model seperti buaya
Hay readersku yang baik hati
Jangan lupa jaga kesehatan ya
😘
__ADS_1