
Happy Reading temen temen π
Hari ini tepat seminggu setelah Edo menembak Cery, namun di tolak mentah mentah.
Dan kini sifat Cery sudah kelewatan. Ia sudah bukan Cery yang dulu lagi. Keceriaan dan keakrabannya hilang begitu saja.
Bahkan sekarang Cery tak lagi menunjukkan ketawanya di depan semua orang, kecuali keluarga dan sahabatnya.
Para sahabat Cery pun hanya bisa berharap, semoga Cery segera menemukan sesosok orang yang bisa membuatnya tersenyum kembali.
-
-
Berbulan bulan di lalui oleh para siswa siswi SMA Tunas Jaya. Terkusus untuk siswa siswi kelas 12 yang sebentar lagi akan menghadapi ujian kelulusan, membuat mereka semakin ekstra dalam belajar ntah di rumah maupun di sekolah.
Hari ini hari Sabtu, dimana para murid kelas 12 sedang mengantri untuk mengambil nomor karena lusa mereka akan melaksanakan ujian.
"Kok gue nggak ngerasa ya, kalau hari Senin udah ujian kelulusan aja!" ujar Rama dengan sedihnya.
"Yalah, gimana Lo mau kerasa orang tiap hari Lo pacaran mulu!" jawab Reisa sengit.
"Eh Oneng! Main ngatain gue lagi, ngaca tuh ngaca! Tiap hari Lo juga pacaran mulu!" sahut Rama kesal.
"Ram Ram, ngalah dikit kek ama cewek." balas Enjii yang tiba-tiba ikut nimbrung.
"Belain aja tuh cewek Lo!" ujar Rama dan terlihat begitu jelas raut peperangan di wajah Reisa.
"Ch, Rama udah dong. Hm, Enjii Reisa maapin Rama ya!" ucap Meryana meminta maaf.
Sedangkan Vina menatap jengah kedua pasangan tersebut.
"Hadeh! Disini gue bagaikan lilin di saat lampu menyala dengan terang. Nggak ada gunanya banget!" guman Vina. Vina menghela napas dengan kasar, ia memilih pergi mengikuti Cery di depannya.
"Lebih baik gue ngikutin keong ini aja deh! Daripada harus liat orang pacaran mulu, bisa bisa mata gue ternodai ntar!" gerutu Vina yang masih mengikuti Cery.
Cery melangkahkan kakinya menuju perpustakaan.
"Cih, kenapa sih selalu banyak orang pacaran di depan mata gue!" batin Cery merasa kesal
__ADS_1
Bukannya ia cemburu atau merasa tidak suka, namun ia begitu membenci pacaran.
"Ya setidaknya di sinilah tempat yang paling sehat!" gumannya saat berhenti di depan perpus.
Cery berjalan menuju rak rak buku. Ia mengambil beberapa buku materi sesuai jurusannya, dan ia baru sadar jika Vina telah mengikutinya dari tadi.
"Lah, Lo ngapain di sini?" tanya Cery.
"Hehehe..Gue ngikutin Lo! Habisnya gue cuman jadi obat nyamuk di sana." gerutu Vina seperti anak kecil.
"Hadeh, ya udah deh terserah Lo!" jawab Cery pasrah.
-
-
Hari yang di nanti para siswa maupun siswi kelas akhir pun tiba. Dimana hari di mulainya peperangan mereka setelah sempat mengisi peluru terlebih dulu.
Ya hari ujian kelulusan tiba. Sesuai jadwal, pukul setengah delapan ujian Kelulusan di mulai.
Seluruh siswa siswi nampak serius mengerjakan soal ujian. Ada juga sebagian murid yang tengah merasa kebingungan.
Namun tidak dengan Cery yang nampak anteng anteng saja.
"Gue pulang duluan." ucap Cery yang sudah berada di antara teman temannya.
"Buru buru amat sih Lo Cer!" sahut Vina kesal, pasalnya ia akan kembali menjadi lilin di saat lampu menyala dengan terang.
"Iya, sini ngobrol dulu ama kita napah sih Cer!" ajak Reisa seraya memohon.
Karena memang akhir akhir ini Cery selalu sulit untuk di ajak kumpul bersama.
"Maaf gue capek, gue mau istirahat!" jawab Cery singkat.
"Ch..Bilang aja Lo mau tidur tiduran di kamar!" sahut Rama sambil memanyunkan bibirnya. "Aduh duh, sakit Mer!" teriak Rama, karena Meryana mencubit kecil lengan Rama.
"Lo jaga baik baik tuh pacar Lo Mer!" ucap Cery terkekeh dan hendak melangkah pergi.
Menyadari hal itu, dengan cepat Enjii menggenggam lengan Cery. Sehingga Cery pun berhenti dan menoleh.
__ADS_1
"Lo yakin mau pergi kak? Nggak takut nanti ngrinduin kita?" tanya Enjii sedikit menggoda kakaknya.
"Ih...Apaan sih!" balas Cery tersenyum sambil menghempaskan tangannya.
Seluruh teman Cery pun tertawa melihat tingkah lakunya.
"Ishh, gue mau pulang aja. Duluan guys!" pamit Cery.
Baru beberapa langkah Cery berjalan, dengan cepat Vina berlari ke arah Cery.
"Kakak! Adek ikut pulang!" rengek Vina sambil bergelayut di tangan Cery.
Meskipun umur mereka sama, namun badan Cery lebih tinggi sedikit dari Vina. Hal itu membuat Vina sengaja memanggil Cery dengan sebutan kakak dan berhasil membuat gelak tawa dari teman temannya.
Entah mengapa kelakuan Vina selalu seperti anak kecil jika berdekatan dengan Cery.
"Haishhh! Lo kenapa ngikutin gue mulu sih?" tanya Cery kesal.
"Hehehehe..." Vina tersenyum sambil menunjukkan gigi gingsulnya.
"Hm, pasti ada maunya." ucap Cery jengah.
"Tau aja Lo, hehehehe.. Anterin gue pulang ya!" mohon Vina sambil mengedip ngedipkan matanya.
Tanpa banyak bicara, Cery langsung mengantarkan Vina pulang.
Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak π
Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)
Ayolah jangan cuman baca doangπ Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa β€οΈ Kan itu juga gratis π« Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kakπ
Terimakasih bagi yang sudah mau mampir π
Ini novel pertamaku jadi harap maklum π
Bang Ujang hapalan perkalian
Bu Minah jualan tanah sewa
__ADS_1
Ayo tinggalkan jejak kalian
Jangan buat author kecewa