
Happy Reading temen temen 💙
Seminggu setelah Reyhan menginap di rumah keluarga Sanjaya, kini Cery bersikap seolah olah ia tidak pernah mengenal Reyhan.
Ia sangat malas jika harus bertatap muka dengan Reyhan, bahkan Cery juga jengah saat mengikuti pelajarannya.
Cery melakukan hal itu karena ia tak ingin ada perasaan aneh yang timbul di hatinya, karena masih trauma akan percintaan.
"Ini kalau bukan demi mobil, gue ogah banget ngobrol sama orang ngga jelas tuh!" gerutu Cery. "Lagian udah dua minggu, di taruh di mane lagi tuh mobil gue? Jangan jangan di jual lagi!" pikir Cery yang sangat kejauhan.
Dengan sangat terpaksa Cery pun menghubungi Reyhan lewat pesan chat.
Cery Angesta Sanjaya
"Pak Rey, mobil saya dimana ya?"
"Hish! Masa iya gue baek baekin tuh orang?!" guman Cery.
Pak Reyhan-_-
"Di rumah saya."
Setelah mendapat balasan dari Reyhan, Cery tak henti hentinya ngedumel sendiri.
"Sialan tuh orang! Kalo udah jadi ngapain nggak suruh orang buat nganter ke rumah sih?! Atau paling nggak hubungin gue gitu!" geram Cery.
Cery Angesta Sanjaya
"Ya udah nanti sore saya ke rumah bapak ambil mobil!"
Setelah mengirimkan pesannya, Cery langsung mematikan ponselnya. Karena sebentar lagi Bu Kiara akan datang.
***
Pelajaran Bu Kiara selesai sekitar jam setengah tiga sore.
Dengan langkah gontainya, Cery keluar dari area kampus. Ia berjalan melewati parkiran dan kebetulan di situ ada Maya yang tengah di jemput oleh Dony.
"Enak banget tuh anak, di jemput sama pacarnya! Sedangkan gue? Iya di jemput ama tukang ojek!" ujar Cery ngedumel.
"Kamu pengen seperti itu?" tanya pak Reyhan yang berdiri tepat di samping Cery.
Cery yang kaget, segera menoleh ke arah pak Reyhan tanpa berkedip.
"Aduh, ni ciptaan Tuhan sempurna banget yak! Pakek jeans hitam, kaos putih, pakek jaket item pula. Sungguh tampannya berkali kali lipat!" batin Cery tersenyum sambil membayang bayangkan.
"Hey! Sudah sudah, nanti saja kalau mau mandangin saya. Ayo masuk mobil!" ujar pak
Reyhan pergi menuju pintu mobilnya.
Cery berusaha memalingkan wajahnya karena ia ketahuan memandangi pak Reyhan.
"Bapak kenapa ke kampus? Bukannya tidak ada jadwal mengajar ya?" tanya Cery namun enggan menatap pak Reyhan.
"Oh itu, saya memang sengaja jemput kamu." jawabnya cuek.
"Ha, apa pak?" tanya Cery berbinar, namun kemudian ia berusaha menetralkan wajahnya kembali.
"Kenapa? Kamu senang, hm?" tanya Reyhan kalem.
__ADS_1
"Biasa aja." jawab Cery acuh.
Mobil yang di kemudikan Reyhan melesat membelah jalanan kota yang begitu padat karena banyak orang yang berlalu lalang.
"Nanti kalau naik mobil hati-hati!" perintah Reyhan dan di anggukin oleh Cery yang nampak imut saat manggut manggut.
Reyhan hanya terkekeh, kemudian keluar dari mobil di ikuti oleh Cery.
"Dimana pak, mobil saya?" tanya Cery tak sabaran.
"Di garasi situ!" tunjuk Reyhan.
"Oh, kuncinya dimana pak?" tanya Cery lagi.
"Di dalem, sini masuk dulu!" ajak Reyhan dan berjalan mendahului Cery. "Duduk di situ dulu!" perintah Reyhan langsung di turuti oleh Cery.
Reyhan pergi meninggalkan Cery di ruang tamu. Ia berjalan ke arah dapur bukan untuk mengambil kunci.
Karena sedari awal kunci mobil Cery selalu ia bawa kemana mana.
"Bi...Bi Minah, tolong buatin minuman ya buat tamu Rey. Oh iya, kalau bisa jus strawberry ya Bi!" pinta Reyhan.
"Baik den." jawab Bi Minah sopan.
"Papi mami dimana bi?" tanya Reyhan.
"Oh tuan sama nyonya, pergi jalan jalan den." sahutnya sambil mencuci strawberry.
"Oh yaudah, Rey ke atas dulu ya Bi!" pamitnya.
Sudah beberapa menit Cery menunggu di ruang tamu dengan muka sebalnya.
"Rumah besar, tapi sepi kek kuburan!" batin Cery.
"Ah iya, panggil saya Cery aja Bi..." ucap Cery sedikit menggantung.
"Nama saya bi Minah non." ucap bi Minah dengan polosnya.
"Jangan di kasih non bi!" sahut Cery sedikit sungkan.
"Enakan gini atuh non." ujar bi Minah tetap.
"Baiklah." jawab Cery pasrah sambil tersenyum kecut
"Non Cery ini, pacarnya den Reyhan ya?" tanya bi Minah senang.
"Oh bukan bi, saya itu mahasiswinya pak Reyhan." jawab Cery sedikit kaget, karena bi Minah mengira ia pacarnya Reyhan.
"Tapi den Reyhan kayaknya seneng banget atuh non! Saya belum pernah liat senyumnya seseneng itu." balas bi Minah dengan sungguh sungguh.
"Ah begitukah bi?" kata Cery sambil tersenyum canggung.
"Iya non, kalau begitu bi Minah ke dapur dulu ya non!" pamitnya.
"Iya, makasih ya bi." ucap Cery.
Setelah kepergian bi Minah, kini Cery tidak teman mengobrol.
"Kemana sih pak Reyhan nih? Lama amat!" gerutu Cery sambil menyeruput jus favoritnya.
__ADS_1
"Saya di sini Cery." sahut Reyhan yang tiba-tiba muncul.
"Uhuk!" Cery pun tersedak. "Awh!" rintihnya.
Dengan cepat Reyhan mengambil tisu di meja dan segera mengelap bibir, hidung serta tangan Cery.
Gimana reaksinya Cery? Jangan di tanya lagi, ia bahkan hanya diam seperti patung.
Cery memperhatikan Reyhan yang sedang mengelap tangannya dengan penuh kelembutan. Membuatnya tak berkedip.
"Lain kali hati-hati ya! Jangan terus terusan ceroboh!" nasehat Reyhan namun Cery tak memperhatikannya.
"Lembutnya!" ucap Cery tanpa sadar.
"Apa?" tanya Reyhan tersenyum usil.
"Ha? Ah, enggak enggak pak. Hm, makasih." ujar Cery lalu memalingkan wajahnya
Tanpa sengaja mata Cery menatap sebuah foto keluarganya Reyhan.
"Kok kayak nggak asing ya mukaku itu!" batin Cery mengingat ingat namun ia tetap lupa. "Bapak darimana sih, lama amat!" ketus Cery.
"Saya tadi habis mandi." jawabnya sambil meletakkan tangan kanannya di sandaran sofa.
"Enak banget bapak sudah mandi! Sedangkan saya? Belum. Ya udah mana kunci mobil saya pak!" balas Cery kesal.
"Kenapa? Mau mandi bareng, hm?" tanya Reyhan menggoda dan mencoba merapatkan duduknya tepat di sebelah Cery.
Deg... Deg... Deg...
"Jantung sialan!" batin Cery.
Melihat Cery gugup, Reyhan pun meluncurkan aksi usilnya.
"Ayok kalau mau mandi bareng! Saya nggak papa kok, mandi dua kali." sahut Reyhan sembari menatap Cery lekat.
Blush...
Pipi Cery berubah menjadi merah merona.
"Ada apa dengan pipi mu, hm?" tanya Reyhan yang terus menggeser duduknya mendekati Cery yang sedang berusaha menjauh.
Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍
Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)
Ayolah jangan cuman baca doang 😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌
Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏
Terimakasih juga bagi yang sudah mau berbagi:) Lovyu✨
Hay readersku 🤗 Di part ini Mis kembali ngetik lebih dari 1000 kata loh, jadi harap aspirasinya ya kakak💖
Rumah pak Tarno serba kaca
Kaca itu buatan kakaknya
Ayo readers semangat baca
__ADS_1
Dan nantikan cerita selanjutnya
😘