
Happy Reading temen temen 💙
Hari semakin sore, pak Reyhan beserta orang kepercayaannya pun meninggalkan kampus.
Tadi Dony hanya mengantarkan berkas kepada Reyhan dan tanpa dugaan ada seorang wanita menghampiri bosnya.
"Sejak kapan bos punya kekasih?" tanya Dony di dalam hatinya. "Apa ada hal yang terlewatkan?" batin Dony yang masih bingung dan tak paham.
***
Hari demi hari Cery lewati yang pastinya ia menjaga jarak dengan dosen tersebut.
Hari ini tepat 1 bulan Cery menuntut ilmu di kampus Camvroda tersebut. Dengan penuh semangat, Cery berjalan memasuki kelasnya.
Di sana sudah ada Maya yang tengah duduk manis. Entah akhir akhir ini ia sedikit bersikap lembut kepada orang terdekatnya.
"May!" panggil Cery.
"Iya, apa?" tanya Maya terdengar santai.
"Pada ngerjain tugas apa sih ni pada? Tugas Bu Kiara ya?" tanya Cery saat melihat semua orang sibuk dengan kertas dan bolpoinnya.
"Jam pelajaran Bu Kiara masih nanti kali Cer." balas Maya.
"Lha terus ngerjain apa sih tuh anak anak?" tanya Cery kembali.
"Lo lupa apa gimana sih Cer? Mereka tuh lagi ngerjain tugas pak Reyhan." jawab Maya sibuk mencari kertas.
"Apa? Masak ada tugas sih?" tanya Cery tak percaya, pasalnya semalam ia hanya mengerjakan tugas yang di berikan Bu Kiara.
"Ini nih!" sahut Maya sembari memberikan selembar kertas jawaban.
"Ya ampun! Gue lupa." ucap Cery panik.
Saat hendak menyalin tugas, pak Reyhan pun datang.
"Sial banget sih gue!" guman Cery dan langsung mendapat sikutan dari Maya.
"Selamat pagi semuanya." sapa pak Reyhan.
"Pagi pak." sahut mahasiswa mahasiswi dengan kompaknya.
"Terakhir masuk sini, saya memberikan tugas. Betul?" tanya pak Reyhan tanpa bosa basi.
"Betul pak." jawab seluruh ruangan dengan serempak kecuali Cery.
"Oke, silahkan kumpulkan tugas kalian sekarang!" perintah pak Reyhan.
Mendengar itu, wajah Cery langsung berubah pucat pasi.
"Gimana dong ini?" batin Cery sambil menggigit bibir bawahnya.
"Siapa yang tidak mengumpulkan tugas yang saya berikan, silahkan angkat tangan!" perintah pak Reyhan selanjutnya. "Di mohon untuk jujur!" imbuhnya.
Dengan ragu ragu Cery mulai mengangkat tangannya sambil menunduk.
"Cuman satu orang?" kata pak Reyhan membuat Cery langsung menoleh kanan kirinya dan benar saja.
__ADS_1
"Shit!! Memang hari sial gue!" umpat Cery dalam hatinya.
"Kamu Cery, kenapa tidak mengumpulkan tugas?" tanya pak Reyhan dingin.
Berbanding terbalik dengan pikirannya yang terasa sangat senang.
"Akan aku gunakan kesempatan ini! Enak aja Dony punya gandengan, masa aku tidak!" batin pak Reyhan.
"Anu..Saya.. Saya lupa pak." jawab Cery sedikit gelisah.
"Selesai pelajaran ini, temui saya di ruangan!" ucap pak Reyhan tegas tak ingin di bantah.
"Baik pak." jawab Cery patuh.
"Kelinci masuk kandang singa! Hm, tidak begitu buruk." pikir pak Reyhan.
***
Dua jam berlalu, pak Reyhan menghampiri kursi Cery.
"Saya tunggu di ruangan!" ujarnya dingin dan melangkah pergi tanpa menunggu jawaban dari Cery.
"Lo nggak mau nemenin gue May?" tanya Cery sedikit memelas.
"Kagak. Lo pergi sendiri aja napah?" balas Maya sibuk dengan ponselnya, seperti biasanya ia sedang bermain game cacing kesukaannya.
"Ayolah! Biasanya Lo juga ikut gue kemana mana." ajak Cery, namun Maya tetap pada pendiriannya.
"Kagak dengan hari ini. Gue mau nyalin tugas Bu Ara, jadi Lo pergi sendiri aja ya!" sahut Maya sembari mengeluarkan buku catatannya.
"Nyebelin Lo!" ujar Cery kesal dan pergi meninggalkan Maya.
"Apa? Lo mau nemenin gue?" tanya Cery penuh semangat.
"Kagak. Gue cuman mau pinjem jawaban Lo, gue ambil ya!" jawab Maya tersenyum manis.
"Temen biadap Lo, ambil aja sono!" sahut Cery dan melenggang pergi.
Cery mengatur napas dan detak jantungnya yang tidak beraturan. Ia mulai masuk ke dalam ruangan pak Reyhan, setelah di beri ijin.
"Oh Cery, silahkan duduk!" ucap pak Reyhan terlihat santai dengan kemeja putihnya.
"Oh Tuhan, kenapa dia begitu tampan!" batin Cery sambil senyam-senyum.
"Hey! Malah nglamun." ujar pak Reyhan membuyarkan lamunannya. "Kenapa nglamun, hm?" tanyanya begitu lembut. "Apa kamu sedang mengagumi ketampanan ku?" imbuh pak Reyhan.
"Ih, mana ada! Bapak terlalu percaya diri." jawab Cery ketus lalu segera duduk di depan sang dosen. "Ada apa bapak menyuruh saya ke sini?" tanya Cery langsung pada intinya.
"Kenapa kamu tidak mengerjakan tugas?" tanya pak Reyhan balik.
"Saya lupa pak." jawab Cery dengan malasnya.
"Okey. Sebagai hukumannya, nanti malam kamu harus ikut saya menghadiri pesta pernikahan teman saya." ucap pak Reyhan terbilang serius.
"Tapi pak.." ucap Cery terpotong tatkala tangan telunjuk pak Reyhan menempel di depan bibir Cery.
"Tidak ada bantahan." sambung pak Reyhan, sementara Cery hanya mengangguk kembali menetralisir detak jantungnya.
__ADS_1
Selepas keluar dari ruangan pak Reyhan, Cery tidak berhenti untuk mengomel.
"Mana ada hukuman nyuruh nemenin ke kondangan! Ada ada saja, dasar dosen gila!" umpat Cery kesal.
-
-
Hari ini Cery pulang dari kampus sedikit sore. Ia segera masuk ke mobil dan menjalankannya.
Namun ia kembali teringat dengan hukuman yang di berikan oleh pak Reyhan.
"Kalau gue terima tuh hukuman, apa nilai gue juga bertambah ya?" pikir Cery.
Di sela sela memikirkannya, ponsel Cery pun berdering. Ia segera mengambilnya.
"Nggak ada namanya. Hm, angkat nggak ya?" pikir Cery sejenak. "Ah, nggak usah deh!" ucapnya sambil menggeser tombol, namun bukan untuk di matikan tetapi malah di jawab.
Dan Cery tidak mengetahui hal itu, ia langsung menjalankan mobilnya begitu saja dan meletakkan ponselnya di dashboard mobil.
"Jangan lupa nanti malem Cer! Aku akan menjemputmu di rumah." ujar seseorang di seberang dan secara kebetulan Cery selalu menglos speaker setiap panggilan di ponselnya.
Mata Cery terbelalak kaget saat mendengar suara yang begitu familiar akhir akhir ini. Ia segera meraih ponselnya dan tidak fokus pada jalanan.
Bruakhh...
"Astaga, mobilku!" ucap Cery panik dan langsung melepas sabuk pengamannya.
Ia segera kuat mengecek keadaan mobilnya yang penyok setelah menabrak tanaman di pinggir jalan dengan kuat.
"Cery kamu kenapa?" tanya Reyhan di telepon yang terdengar begitu khawatir.
Namun seakan Cery tuli, ia hanya memandangi mobilnya sambil berjongkok memegangi ponselnya dengan erat.
Karena tidak ada jawaban dari Cery, Reyhan langsung mematikan panggilannya dan bergegas melacak keberadaan Cery.
Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍
Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)
Ayolah jangan cuman baca doang 😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌
Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏
Terimakasih juga bagi yang sudah mau berbagi:) Lovyu✨
Ini novel pertamaku jadi harap maklum 😉
Hay para readersku 🤗 di part ini aku kembali mengetik lebih dari 1000 kata, so ayo tinggalkan jejak kalian ya say:)
Bu Maryam punya anak namanya Fugi
Si Fugi suka makan tomat
Tinggal beberapa episode lagi
Karya ku ini akan tamat
__ADS_1
😘