Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
76. Kondangan


__ADS_3

Happy Reading temen temen 💙


Tak butuh waktu lama, Reyhan sudah menemukan dimana keberadaan Cery dan langsung menuju ke sana.


"Nona apa kau baik baik saja?" tanya seseorang mendekati Cery, namun Cery tetap tak bergeming.


Reyhan yang sudah tiba di lokasi langsung melihat ke arah orang yang sudah berkerumun.


"Maaf permisi!" sela Reyhan sopan dan mencoba menerobos.


Reyhan membelalakkan matanya saat melihat mobil Cery yang sudah penyok di bagian depan dan samping.


Namun kemudian ia bernapas lega, saat mengetahui Cery baik baik saja.


Reyhan mendekati Cery dan ikut berjongkok di sampingnya.


"Ayo pergi dari sini! Semua orang tengah memperhatikan mu." bisik Reyhan.


"Itu bukannya Reyhan Putra Arengga ya?" tanya seseorang yang tengah memperhatikan Reyhan dan Cery.


"Iya, itu anak pengusaha terkaya kan?" celetuk satu orang lainnya.


"Wah, tampan sekali!" cibir mereka bergantian.


Reyhan yang tak sengaja mendengarnya segera berbalik menatap mereka satu persatu.


"Maafkan kekasih saya yang telah membuat keramaian di sini!" ujarnya dingin dan segera mengangkat tubuh Cery ke dalam gendongannya, karena sedari tadi Cery tak bergeming sama sekali.


Reyhan menggendong tubuh Cery dan memasukkannya ke dalam mobil miliknya.


Ia mendudukkan Cery di samping kemudinya dan menutup pintu dengan perlahan.Setelah itu ia segera menelepon seseorang.


"Don, suruh orang bengkel untuk menderek mobil dan memperbaikinya. Alamatnya menyusul." pinta Reyhan kepada asistennya.


"Baik bos." jawab Dony patuh.


Reyhan langsung mematikan ponselnya dan masuk ke dalam mobil.


Suara pintu yang tertutup membuat Cery kembali sadar.


"Kok gue ada di mobil." guman Cery lalu melirik ke sampingnya. "Loh pak Reyhan, mengapa bapak di samping saya?" tanya Cery mengamati sekelilingnya.


"Memang kenapa? Ini kan mobil saya." jawabnya acuh.


Ia masih kesal dengan Cery yang selalu tidak berhati-hati saat berkendara.


"Loh, kok saya bisa disini? Dimana mobil saya pak?" tanya Cery kepada Reyhan yang tengah menjalankan mobilnya.


"Di derek." sahutnya dan masih fokus mengemudi.


"Di derek?" tanya Cery tak percaya.


Tanpa bosa basi Reyhan segera menepikan mobilnya.


"Iya di derek, karena kecerobohanmu sampai menabrak tanaman yang tidak bersalah." ucap Reyhan yang sudah mendekatkan dirinya ke arah Cery, jadi hanya tersisa beberapa senti saja.

__ADS_1


Deg... Deg... Deg...


Jantung Cery kembali berdetak tak karuan, ia segera memalingkan wajahnya. Namun dengan cepat Reyhan menarik dagu Cery, membuatnya membelalakkan mata karena kaget.


Jantungnya pun kembali maraton tidak jelas.


"Jangan ulangi lagi kecerobohan mu!" perintah Reyhan dan langsung di anggukin oleh Cery.


Reyhan kembali ke posisi awalnya dan segera menjalankan mobilnya kembali.


***


"Terimakasih, hm bapak mau mampu dulu?" tanya Cery berbosa basi.


"Tidak. Saya buru buru, nanti saya akan menjemput mu pukul 07.00 malam." ujarnya dan langsung pergi.


Cery berjalan memasuki halaman rumahnya dan tampak kedua orang tua tengah mengobrol di teras rumah.


"Cery, kamu sudah pulang sayang?" tanya mamah Emil berbosa basi.


"Hm." jawab Cery letih, pasalnya hari sudah sore dan ia baru pulang.


"Oh iya, kok kamu jalan kaki?" celetuk mamah Emil.


"Dimana mobil mu Cer?" tanya papah Jemi ikut nimbrung.


"Hm, adalah pah." balas Cery dengan lesu.


"Kamu pulang sama siapa?" tanya papah Cery.


Setelah mengobrol panjang kali lebar, Cery langsung masuk rumah menuju kamarnya.


Ia segera mandi dan merebahkan dirinya. Tak lama kemudian bi Ijah datang membawa makanan dan segelas jus strawberry.


Dengan tidak minatnya, Cery memakan semua sedikit demi sedikit.


***


"Cer, nak Reyhan sudah menunggu di bawah. Cepatlah bersiap!" ujar mamah Emil setelah Cery menyelesaikan makannya beberapa jam yang lalu.


"Iya mah." jawab Cery malas.


Cery segera bersiap sambil menggerutu pelan.


"Katanya jam 07.00, ini juga masih pukul 06.00!" gerutunya.


Cery hanya memoleskan bedak tipisnya, ia juga memakai pelembab di bibirnya.


Ya seperti make up naturalnya sehari hari.Namun kali ini ia tambahi dengan memakai maskara.


Di rasa telah cukup Cery langsung turun ke bawah menemui Reyhan.


Mata Cery berhenti berkedip saat memandang ke arah Reyhan yang di balut dengan jasnya, begitu pun dengan sebaliknya.


"Ekhem." suara deheman dari papah Jemi menyadarkan mereka.

__ADS_1


"Hm, maaf pah mah. Kalau begitu kami jalan dulu ya!" pamit Reyhan sopan lalu mencium tangan kedua orang tua Cery bergantian.


Begitu pun dengan Cery yang masih bingung mengapa pak Reyhan memanggil orang tuanya dengan sebutan mamah papah.


Mobil pak Reyhan melesat meninggalkan rumah Cery.


Di tengah perjalanan ponsel Cery berdering, membuatnya ragu ingin menjawab telpon dari Enjii karena sekarang ia masih bersama pak Reyhan.


"Angkat saja." perintah Reyhan memandangi Cery sekilas.


Cery langsung menggeser tombol hijau di layar ponselnya.


"Kakak!" teriak Enjii kesal. "Kenapa lama sekali mengangkatnya?!" protes Enjii.


"Maaf Nji, ini masih di jalan." jawab Cery.


"Di jalan? Kakak jalan sama siapa? Jangan bilang sama Derin!" tanya Enjii begitu tidak suka menyebutkan nama Derin.


"Nggaklah, gua mah kagak sudi!" jawab Cery kesal saat harus mengingat nama itu kembali.


"Siapa Cer?" tanya Reyhan dan tentu saja terdengar di ponsel Enjii.


"Kakak, suara siapa itu?" tanya Enjii curiga.


"Bukan siapa siapa." jawab Cery cepat, membuat Reyhan tersenyum ingin mengerjainya.


"Sayang, kok kamu tidak mengakui ku sebagai kekasih mu?" ujar Reyhan dan langsung mendapat tatapan tajam dari Cery.


"Wah, selama di luar negeri aku sudah ketinggalan berita!" gerutu Enjii. "Sejak kapan kakak berpacaran?" tanya Enjii penasaran, sedangkan Cery menatap Reyhan dengan muka kesalnya.


"Baru kemarin." jawab Reyhan ngasal dan langsung mendapat cubitan dari Cery. "Awh!" rintih Reyhan dan langsung menepikan mobilnya.


"Jangan kamu dengarkan omongan dosen gila itu!" pekik Cery dan langsung mematikan sambungan teleponnya sepihak.


Cery menatap tajam ke arah Reyhan, membuat Reyhan tersenyum usil lalu mendekatkan wajahnya.


Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍


Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)


Ayolah jangan cuman baca doang 😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌


Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏


Terimakasih juga bagi yang sudah mau berbagi:) Lovyu✨


Ini novel pertamaku jadi harap maklum 😉


Reni terjebak macet di jalan raya


Jalan rayanya milik Syahrini


Selamat membaca cerita saya


Semoga suka dengan karangan ini

__ADS_1


😘


__ADS_2