
Bulan Februari pun tiba, Arka dan Mamanya sibuk belanja untuk seserahan.
Arka dan Mamanya pergi ke toko barang khusus ibadah.
Linda memilih mukena dan juga sajadah untuk mahar.
Setelah membeli itu, Linda mengajak Arka ke toko lain.
Arka kaget dengan toko yang mereka masuki.
"Ma aku tunggu di luar saja ya," ucap Arka yang kaget melihat pakaian dalam perempuan.
"Gak bisa, ini untuk calon istri kamu jadi kamu yang harus milih," kata Linda
"Gak, gak Ma, Mama pilih sendiri saja." Arka berjalan keluar dari toko.
Linda tersenyum karna memang sengaja mengerjai anaknya.
Linda langsung mengingat bentuk tubuh Hana.
Linda mengambil beberapa pakaian dalam yang cocok untuk Hana, lalu langsung membayarnya.
Linda langsung berjalan keluar, Arka sudah di dekat mobil.
Linda berjalan mendekat, saat Arka membukakannya pintu, Ia langsung masuk dan menyimpan barang tadi di kursi belakang.
"Mau kemana lagi?" tanya Arka
"Masih banyak tempat yang harus didatangi, beli perlengkapan make up, terus beli baju tidur, beli kain batik, terus kita ke butik Mama ngambil jilbab sama kebaya, sama satu lagi ke toko perhiasan," kata Linda penuh semangat.
"Ya sudah ayo," ajak Arka sambil menjalankan mobilnya.
*
Arka dan Mamanya sudah pulang dari belanja, saat mereka masuk ke rumah, Wijayanto sudah duduk bersantai di ruang tamu.
Mereka langsung duduk bertiga, Arka menyandar di sofa karna lelah.
Arka baru ingat sesuatu dan langsung buru-buru ke kamar.
Mama dan Papanya hanya melihat kepergiannya.
Arka masuk ke kamar lalu langsung menelpon Hana, panggilan pun tersambung, Hana langsung mengangkatnya.
"Assalamu 'alaikum," ucap Hana
"Wa'alaikumussalam. Oh ya uangnya tadi pagi sudah saya transfer ke rekeningnya Arif," kata Arka
"Ah iya Pak, tadi sudah ada laporan masuk, tapi Pak jumlahnya terlalu banyak," kata Hana
"Gak apa, barang lainnya menyusul ya saat kami datang," kata Arka
"Iya Pak. Pak Arka ingin pernikahan yang seperti apa?" tanya Hana
"Seperti adat kalian di sana saja, nanti uangnya kalau gak cukup langsung telpon saja," ucap Arka
"Itu sudah lebih dari cukup Pak, biasanya di sini uang hantaran paling banyak 20juta," kata Hana
"Aisya, saya lupa nanya, maharnya mau seperti apa?" tanya Arka
"Terserah Pak Arka saja," kata Hana
Setelah cukup lama mengobrol mereka langsung memutuskan sambungan.
Hana duduk di kamar.
Sebentar lagi menikah, rasanya belum siap untuk jadi seorang istri lagi batin Hana
__ADS_1
*
Tanggal 7 Februari Arka dan kedua orang tuanya beserta Rangga sudah tiba di bandara Pontianak, Arka ingat dulu saat supir taxi memberikan nomor telpon.
Arka langsung menghubunginya dan ternyata supir taxi itu kebetulan sedang di dekat bandara.
Supir taxi itu menjemput Arka sekeluarga, Ia membantu memasukkan barang ke mobil.
"Pak bisakah jadi supir kami untuk beberapa hari?" tanya Arka
"Bisa kok, saya kan gak kerja di perusahaan taxi jadi gak terikat, mobil juga mobil pribadi yang saya pakai untuk jadi taxi," ucap supir taxi
"Tapi di daerah waktu itu Pak, nanti menginapnya juga di hotel, Bapak hanya perlu antar jemput kami," ucap Arka
"Iya," ucap supir taxi
Di sepanjang perjalanan Linda melihat ke arah luar.
"Di sini banyak pergunungan yang dilewati," kata Linda
Wijayanto ikut melihat ke arah luar begitu juga Rangga.
"Di sini masih belum terlalu banyak gedung jadi udara juga segar," kata Wijayanto.
Ini seperti kejadian dulu, datang ke sini bersama sahabat untuk melihatnya menikah batin Rangga
*
Di rumah Arka, Cantika datang ingin mengajak Linda makan siang.
Satpam membukakannya pintu.
"Maaf Non orang di rumah ini semuanya lagi pergi ke luar kota untuk beberapa hari," kata satpam
"Pergi kemana?" tanya Cantika
"Gak tau Non karna perginya mendadak, mungkin urusan kerjaan," ucap satpam
Cantika langsung keluar pagar dan berjalan masuk ke mobilnya.
Tumben-tumbennya Tante Linda ikut kalau masalah kerjaan batin Cantika
Cantika pun mencoba menelpon Linda tapi gak aktif, Cantika mencoba nelpon Arka dan ternyata sama gak aktif juga.
Ia terlihat kesal dan langsung melaju pergi.
*
Sore hari, Arka dan yang lainnya sudah sampai dan langsung menyewa kamar hotel di dekat pasar.
Arka langsung mengirim pesan ke Hana mengabarkan kalau mereka sudah sampai.
Hana sedikit tersenyum dan membalas pesannya Arka hanya dengan emoji smile.
Arka melihatnya dan ikut tersenyum.
Mereka semua langsung istirahat, Rangga yang sekamar sama Arka melihat Arka sudah berbaring.
"Apa kau merasa grogi?" tanya Rangga
"Sedikit, karna ini pertama kalinya jadi sedikit gak tenang," ucap Arka
Arka sedikit tersenyum sambil memejamkan mata.
Keesokan harinya mereka sudah bersiap akan ke rumah keluarga Hana.
Linda memasukkan semua barang seserahan ke dalam mobil.
__ADS_1
Arka mulai menghela nafas karna benar-benar grogi.
Mereka sudah melaju menuju rumah Hana.
20 menit pun sampai, mereka melihat sudah banyak orang yang menunggu mereka.
Mereka turun dari mobil, para tetangga Hana langsung membantu membawa barang seserahan.
Bu Linda tersenyum saat melihat keramahan setiap orang, mereka dipersilakan masuk ke rumah Pak Hairul.
Wijayanto melihat ke arah rumah itu, saat masuk pun mereka tetap melihat kesekeliling.
Mereka pun dipersilakan duduk.
Arka langsung pergi ke kamar mandi untuk berwudhu, setelahnya kembali duduk
Acara seserahan pun langsung dimulai, Arif mendekati Arka dan mengajaknya masuk ke kamar.
Arka langsung mengikutinya dan masuk ke kamar. Ternyata Alwi sudah ada di kamar.
Alwi langsung memeluk Arka.
"Bunda lagi didandani di kamarnya biar nanti kelihatan cantik di depan Om Arka katanya," kata Alwi
Arka tersenyum mendengarnya.
"Ah iya, Alwi mulai hari ini Om Arka akan jadi Ayahnya Alwi jadi Alwi harus manggil apa?" tanya Arka
"Ayah," kata Alwi
"Pintar, jadi mulai hari ini jangan panggil Om lagi," kata Arka
Alwi mengangguk.
Acara seserahan masih berlanjut, orang sedang membacakan jumlah uang dan barang-barang yang dibawa keluarga Arka.
Di dalam kamar, Hana hanya mendengar orang di luar.
Bu Linda duduk mendekati Bu Dahlia. Bu Linda memegang tangan Bu Dahlia yang sedari tadi seperti sangat gak tenang.
Setelah seserahan, acara akad nikah pun akan dimulai.
Arka sudah keluar dari kamar bersama Alwi.
Arka langsung duduk di depan Pak Hairul, sedangkan Alwi memangku pada Uwannya.
Pak Hairul dan Arka sudah berjabat tangan.
"Saya nikahkan engkau Arka Wijaya bin Wijayanto dengan anak kandung saya Hana Aisya binti Hairul dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai," ucap Pak Hairul
"Saya terima nikahnya Hana Aisya binti Hairul dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai," kata Arka
"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu
Semuanya menjawab sah, lalu seseorang memimpin do'a.
Setelah selesai membaca do'a, Rangga tersenyum ke arah Arka.
Arka ikut tersenyum saat melihat Rangga sebentar.
Bu Dahlia masuk ke kamar Hana lalu membawanya keluar.
Arka melihat ke arahnya yang baru keluar, tampak senyum bahagia terpancar di wajah Arka berbeda dari Hana yang hanya tersenyum tipis.
Hana duduk di samping Arka, Arka memegang tangan Hana dan langsung memindahkan cincin waktu itu ke jari kanan Hana, lalu Arka memakaikan cincin baru di jari manis Hana.
Arka mencium kening Hana.
__ADS_1