Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
82. Berantakan


__ADS_3

Happy Reading temen temen πŸ’™


Tanpa di komando hujan pun turun dengan sangat lebat dan beruntungnya Reyhan sudah berada di dalam mobil Dony yang memang menjemputnya, setelah tadi Reyhan di suruh turun oleh Cery.


"Hey bos, kenapa kau berada di pinggir jalan?" tanya Dony.


"Sejak kapan kau cerewet sekali!" tungkas Reyhan dingin.


"Hm, maaf bos!" ucap Dony, namun Reyhan tak bergeming.


Satu menit...


Dua menit...


Tiga menit...


"Bos!" panggil Dony pelan.


"Hm!" jawab Reyhan tersentak sedikit kaget.


"Kenapa bos melamun? Apa ada masalah?" tanya Dony berhati hati.


"Cery belum menyadari siapa saya. Dan bahkan ia hanya menganggap hubungan ini hanyalah mainan semata." ujar Reyhan semakin lirih.


"Sabar lah bos! Pasti waktu indah itu akan datang." jawab Dony mencoba menyemangati bosnya.


"Antar saya ke mansion pribadi saja." perintah Reyhan dan langsung di anggukkan oleh Dony.


10 menit menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di mansion yang cukup mewah.


"Tuan sudah pulang?" ujar pak Joko, suami bi Sumi yang merupakan seorang pembantu di rumah Reyhan yang sudah di anggap seperti keluarga sendiri.


"Hm, sudah pak. Oh iya malam ini tidak usah masakin buat saya ya!" perintah Reyhan.


"Baiklah tuan." jawab bi Sumi patuh dan heran saat melihat sikap Reyhan yang nampak tak bersemangat.


Reyhan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai atas.


Ia merebahkan dirinya di kasur kingnya, namun Reyhan tak kunjung tidur.


***


Dengan perasaan kesalnya, Reyhan langsung keluar dari kamar menuju ruang kerjanya.


Ia mendudukkan diri di kursi kerja, pandangannya pun tertuju pada sebuah figura yang terdapat foto Cery tengah tersenyum.


"Hm, kapan kau akan menyadarinya?" guman Reyhan sambil tersenyum miris.


Bruakk... Brakkk... Ctarr...


Suara mengerikan terdengar menggema di ruang kerja milik Reyhan.

__ADS_1


Dony yang sedang melapor kepada ibu Reyhan terpaksa mematikan sambungan teleponnya.


Ia segera bergegas menaiki tangga menuju ruang kerja Reyhan.


"Shit! Pakek di kunci lagi." umpat Dony yang merasa khawatir. "Bos, bos di dalam? Bos apa terjadi sesuatu?" tanya Dony terus menerus sambil mengetuk pintu kerja Reyhan.


"Diam! Tinggalkan aku, jika kau tak ingin mati!" teriak Reyhan.


Brakkk...


Suara benda terbanting di dalam sana.


Dony berusaha menelan keras savilanya. Baru pertama kali ini ia melihat sang bosnya terlihat sangat marah.


"Aku hanya khawatir pada mu bos." guman Dony dan pergi berlalu.


Suara mengerikan itu masih terdengar jelas di telinga Dony, malah semakin parah.


"Tuan, ada apa dengan tuan Reyhan?" tanya pak Joko yang baru datang.


"Entahlah pak, saya tidak berani mengganggu. Baru pertama kali ini saya melihatnya begitu marah dan frustasi." jelas Dony lesu.


"Kenapa tuan tidak masuk di ruang kerjanya dan menghentikannya saja?" tanya pak Joko.


"Pintunya di kunci, lagian nyawa saya cuman satu pak." ujar Dony bingung harus bagaimana.


"Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan tuan Reyhan?" tanya bi Sumi yang ikut menyela.


"Benar juga." sahut Dony cepat dan langsung menghubungi seseorang.


***


"Lebih baik nyonya segera ke mansion pribadi bos." jawab Dony cepat.


"Hey, aku bukan nyonya! Aku juga mami mu!" teriak wanita itu yang tak lain adalah ibu Reyhan.


"Baiklah, mami segera ke sini saja dan lihatlah kelakuan bos!" ucap Dony.


"Tunggu aku!" tegas ibu Reyhan dan segera menuju kamar untuk mengambil tas.


Ibu Reyhan berangkat menuju mansion Reyhan di antar oleh pak Tejo, karena pak Muklis sedang mengantar suaminya ke luar kota untuk mengecek anak perusahaannya yang lagi ada masalah.


***


Karena sudah kelelahan akhirnya Reyhan pun membaringkan tubuhnya di sofa panjang sambil memeluk foto Cery.


Ia terus menatap foto itu dan tanpa terasa air matanya pun mengalir begitu saja.


Di halaman mansion Reyhan, nampak mobil sang ibu yang tengah memasuki areanya.


Beliau bergegas turun dan langsung nyelonong masuk ke dalam rumah. Di sana tampaklah Dony dengan wajah kusutnya duduk bersama pak Joko serta bi Sumi.

__ADS_1


"Ada apa dengan kalian?" tanya ibu Reyhan bingung.


"Nyonya besar! Itu... Tuan muda sedang mengamuk di ruang kerjanya." sahut bi Sumi cepat.


Mendengar itu, ibu Reyhan langsung pergi ke lantai atas di ikuti oleh ketiga orang tersebut.


"Apa kalian tidak punya kunci cadangan?" tanya ibu Reyhan.


"Tidak nyonya besar! Kunci ruang ini hanya satu dan di pegang oleh tuan muda sendiri." jelas pak Joko.


"Biar saya dobrak saja mi." sahut Dony dan kemudian mendobrak pintu kerja Reyhan secara paksa.


Bruakk...


Pintu pun berhasil terbuka.


"Reyhan!" teriak sang ibu begitu kaget saat melihat keadaan putranya.


Sementara Dony membelalakkan matanya kaget melihat hasil karya bosnya, yang mana sudah seperti kapal pecah.


Banyak sekali berkas berkas berserakan ke sana ke mari dan lebih parahnya, pecahan kaca juga berserakan di mana mana.


"Rey, apa yang kamu lakukan?" tanya ibu Reyhan yang sudah terisak, namun Reyhan tak bergeming.


Ia hanya menatap foto Cery dan masih saja menitihkan air matanya.


Tangan sang ibu bergetar saat berusaha menyentuh tangan Reyhan yang sudah penuh dengan darah, akibat tonjokan yang ia lontarkan ke arah meja kaca.


"Tunggu apa lagi? Cepat bereskan ruangan ini!" perintah ibu Reyhan dengan lemah karena terus terisak.


"Pergi!" teriak Reyhan dengan keras membuat semua orang menghentikan aktivitasnya.


Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍


Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)


Ayolah jangan cuman baca doang 😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❀️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌


Terimakasih bagi yang sudah mau mampir πŸ™


Terimakasih juga bagi yang sudah mau berbagi:) Lovyu✨


Ini novel pertamaku jadi harap maklum πŸ˜‰


Bagaimana part ini? Stay with me ya kak, karena bentar lagi bakal end jadi pasti seru✌️


Pak Tejo hobi menyopir


Dan Bu Minah hobi makan


Terimakasih sudah mau mampir

__ADS_1


Maaf jika ceritanya membosankan


😘


__ADS_2