Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
bab 27


__ADS_3

Arif sudah pulang dari mengantarkan Arka cari taxi.


Arif langsung masuk ke kamar, terlihat Alwi masih tidur.


"Pasti gak sholat subuh," gumamnya


Mata Arif langsung tertuju pada mejanya.


Arif mendekat dan melihat HP milik Arka, dan di bawahnya ada uang.


Arif langsung membawa itu keluar.


"Kak...!" panggilnya pada Hana


Hana keluar dari kamarnya.


"Ada apa," tanya Hana


"Lihat ini Kak, ini kan HPnya Bang Arka, pasti ketinggalan," ucap Arif


"Ah iya, coba dibuka," kata Hana


Arif langsung membuka layarnya yang memang sudah gak terkunci.


"Ini gak ada kartu Kak, pasti Dia sengaja ninggalin ini untuk Alwi, karna tadi ini di simpannya dekat Alwi tidur, terus di bawahnya juga ada uang," ucap Arif sambil memperlihatkan uang itu.


Hana menggela nafas.


"Uangnya simpan saja dulu, siapa tau Ia lupa membawanya, terus HPnya biar kita pakai nanti belikan kartu baru, nanti saat Dia ke sini lagi baru kita berikan lagi," kata Hana


"Iya Kak, ya sudah ini Kakak yang simpan, aku mau ganti baju, mau langsung nyusul Ayah ke kebun," Kata Arif


Hana mengambil uang dan HP itu.


"Nanti Alwi ke kebunnya sama Kakak saja," kata Arif


Hana mengangguk.


Hana kembali masuk ke kamar, Hana duduk sebentar sambil melihat cincin yang diberikan Arka tadi.


Hana membukanya lalu menyimpannya kembali di kotak lalu memasukkannya ke dalam lemari.


Alwi terbangun dari tidurnya dan langsung berlari ke kamar Bundanya.


"Bunda Om Arka sudah pulang ya?" tanyanya


"Iya tadi subuh, Dia gak enak bangunin Alwi jadi hanya melihat Alwi tidur saja sebelum pergi," kata Hana


"Oh tapi nanti Dia akan ke sini lagi kan?" tanya Alwi


"Iya pasti," kata Hana


"Mau ke kebun gak?" tanya Hana


Alwi mengangguk.


"Kalau begitu gosok gigi dulu, nanti makan kuenya di kebun saja," kata Hana


*


Arka sudah di dalam taxi, matanya tertuju ke arah luar.


Syarat dari kamu gak boleh poligami, kamu suruh poligami saja aku gak akan mau batin Arka


Arka melihat sepanjang jalan banyak gunung-gunung yang di lewati.


Beberapa jam pun sudah di lewati, Arka sudah di bandara sedang membeli tiket.

__ADS_1


Ia berjalan menuju bangku untuk menunggu jam terbangnya.


Semoga kedepannya kita bisa bersama berada di sini, di pesawat yang sama batin Arka


Sekarang Arka sudah di pesawat dan sebentar lagi sampai di Jakarta.


Sesampainya di bandara, Arka langsung turun dari pesawat dan berjalan dengan cepat.


Ia berjalan keluar dari bandara dan langsung menghentikan taxi.


Arka langsung menuju ke arah kantornya.


Saat turun dari taxi, Arka melihat Farel akan keluar dari kantor.


Farel melihatnya juga dan langsung menyapanya.


"Apa kamu sudah membelikan saya HP baru?" tanya Arka


"Ah iya Pak, ada di mobil saya," kata Farel


Farel langsung berlari menuju mobilnya terparkir. Ia mengambil HP yang baru dibelinya.


Farel langsung memberikannya ke Arka.


"Ini Pak, sama seperti yang lama," kata Farel


Arka langsung membukanya dan memasukkan kartunya.


"Saya capek jadi ingin istirahat dulu, besok saya sudah masuk," kata Arka


"Ya sudah sekalian saya antar," kata Farel


"Iya ayo," Arka langsung berjalan menuju mobil Farel.


Farel membuka mobilnya, keduanya langsung masuk.


Sesampainya di rumah Arka hanya melihat satpam dan pembantunya karna Mamanya pasti sedang berada di butik.


Arka langsung masuk dan berjalan menuju kamarnya. Ia langsung mandi, setelahnya baru langsung tidur.


Saat Linda datang, pembantu langsung memberitahunya kalau Arka sudah pulang.


Linda langsung berjalan menuju kamar Arka.


Ia membuka pintu kamar Arka dengan pelan.


Linda tersenyum melihat Arka tertidur pulas, Ia kembali menutup pintunya.


Pasti kecapean batin Linda


Linda langsung berjalan.


Malam hari, Arka duduk makan malam bersama orang tuanya.


"Jadi saat kita datang ke sana gak perlu lamaran resmi lagi?" tanya Wijayanto


Arka mengangguk, "Langsung menikah saja,"


"Apa mereka sudah menentukan harinya?" tanya Linda


"Nanti mereka nelpon saat sudah menentukan hari," kata Arka dengan bahagia


Mereka melanjutkan makan.


Di rumah keluarga Hana, mereka sudah selesai makan malam.


Hana dan kedua orang tuanya duduk bersama sambil nonton TV, sedangkan Arif sedang mengajari Alwi di kamar.

__ADS_1


Bu Dahlia melihat ke arah Hana.


"Aisya menurut kamu kapan kalian bisa menikah?" tanya Bu Dahlia


"Terserah Mak dan Bapak saja, tapi Pak Arka dan keluarganya sangat sibuk, ada baiknya mereka saja yang menentukan," ucap Hana


"Ya benar juga, takutnya nanti mengganggu pekerjaan mereka," ucap Pak Hairul


"Nanti kamu hubungi Dia lagi, suruh orang tuanya yang menentukan tanggalnya," kata Pak Hairul


Hana mengangguk.


Hana bangkit dan berjalan ke kamar.


Hana duduk di pinggir tempat tidur sambil melihat HP yang ditinggalkan Arka.


Hana memasukkan kartu baru yang tadi dibelikan Arif.


Hana langsung mengaktifkannya lalu langsung menelpon nomor Arka, panggilan pun tersambung, Hana menunggu Arka mengangkatnya.


Arka yang baru keluar dari kamar mandi mendengar suara HPnya, tapi saat mau diangkat keburu mati.


Arka melihat nomor tidak dikenal dan langsung mencoba nelpon balik.


Hana melihat Arka menelpon balik, Ia langsung mengangkatnya.


"Assalamu 'alaikum," ucap Hana


Arka langsung tersenyum mendengar suara yang ada di seberang sana adalah suara Hana.


"Wa'alaikumussalam," ucap Arka


"Pak Arka ini tadi HP sama uangnya ketinggalan," kata Hana memulai pembicaraan.


"Itu memang saya tinggalkan untuk kalian, dipakai saja," kata Arka yang langsung berbaring.


"Oh ya Pak saya nelpon mau ngasih tau kata orang tua saya kalau masalah tanggal pernikahan kalian saja yang tentukan," ucap Hana


"Baiklah karna biasanya keluarga kami akan liburan dibulan Februari jadi kita menikah tanggal 8 Februari bulan depan," ucap Arka


Hana langsung diam karna merasa terlalu cepat, sedangkan Ia baru beberapa bulan ketemu keluarga yang sudah lama berpisah.


"Aisya...bagaimana?" tanya Arka


"Tidakkah itu terlalu cepat, Alwi terlalu sering pindah padahal baru kelas satu," kata Hana


"Begini saja setelah menikah kita tinggal terpisah dulu hingga Alwi naik kelas, kalian tinggal di kampung hingga akhir bulan juni, nanti baru saya jemput," ucap Arka


"Tapi gak apakah seperti itu?" tanya Hana


"Gak apa, jadi seperti itu saja ya," ucap Arka sambil sedikit tersenyum


"Iya Pak, terima kasih sudah mau mengerti," kata Hana


"Ya sudah Pak Arka istirahatlah pasti capek karna perjalanan hari ini," kata Hana


"Iya, selamat malam, Assalamu 'alaikum," ucap Arka


"Wa'alaikumussalam," Hana memutuskan sambungan.


Arka langsung melepaskan HPnya.


Hingga saat ini kau masih bicara formal batin Arka


Arka langsung berjalan keluar kamar.


Hana yang sedang di kamarnya juga langsung berjalan keluar kamar.

__ADS_1


__ADS_2