Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
bab 22


__ADS_3

Hana selesai sholat Dzuhur, Ia duduk sebentar sambil melamun.


Ia melihat telapak tangannya yang terlihat sangat kasar.


Tangan ini gak pantas untuk menggenggam tangan Pak Arka, batin Hana


Hana terlihat sedih. Ibunya mendekatinya.


"Aisya ada apa?" tanya Bu Dahlia.


"Gak ada apa-apa, hanya saja kemarin malam Aisya mimpi lagi tentang kecelakaannya Mas Vito," kata Hana


"Mungkin karna rasa bersalah di hati kamu makanya mimpi itu selalu hadir, ini bukan salah kamu jadi lupakanlah semua itu dan mulailah hidup yang baru dan cari pasangan yang baru," kata Bu Dahlia


"Untuk saat ini belum ada pikiran cari pasangan lagi, tapi nanti jika ada yang melamar Aisya kalau Dia bisa jadi imam yang baik maka Aisya akan langsung menerimanya, seperti dulu saat Mas Vito melamar Aisya." Hana tersenyum saat bilang itu.


Bu Dahlia ikut tersenyum mendengarnya karna awalnya Bu Dahlia mengira kalau Hana Aisya akan menutup hatinya.


"Ayo makan siang," ajak Bu Dahlia


"Iya." Hana bangkit dari duduknya begitu juga Bu Dahlia.


Mereka langsung masuk ke dapur, terlihat Alwi, Pak Hairul dan Arif sudah duduk bersiap akan makan.


Hana langsung mencuci tangannya dan duduk di samping Alwi.


Mereka pun mulai makan, Hana tersenyum saat melihat sambal ikan teri buatan Bu Dahlia.


Bu Dahlia mendekatkan sambalnya ke dekat Hana.


"Makan yang banyak," ucap Bu Dahlia


Hana mengangguk lalu mulai menyuap makanannya.


Bu Dahlia juga mulai makan sambil sesekali melihat ke arah Alwi dan Hana.


Bu Dahlia terlihat sangat bahagia.


Setelah makan Hana langsung memotong kue buatannya tadi.


Mereka duduk bersantai di depan TV sambil makan kue.


Pak Hairul tiba-tiba langsung masuk ke kamar, selang berapa menit keluar lagi.


Pak Hairul menyodorkan uang ke depan Hana.


Hana dan yang lainnya kaget melihat uang itu.


"Ini untuk apa Pak?" tanya Hana


"Ini uang untuk kamu," kata Pak Hairul


"Untuk apa Pak, kan uang Aisya juga masih ada sedikit," kata Hana


"Ini untuk kamu beli ponsel baru, kata Alwi ponsel kalian rusak," kata Pak Hairul


"Gak perlu Pak, kan gak ada juga yang perlu dihubungi, ini uangnya simpan saja lagi, kan sekarang beban bapak semakin banyak, Bapak harus membiayai hidup Aisya sama Alwi." Hana menolaknya dan kembali menyodorkan uang itu.


"Kalau begitu ini untuk kamu beli jilbab baru, pakaian baru untuk Alwi dan juga untuk kamu, diterima ya, setelah kamu menikah Bapak gak pernah ngasih apa-apa," kata Pak Hairul sedih.


"Aisya terima saja," kata Bu Dahlia.


"Ah iya baiklah uangnya Aisya simpan, nanti kalau Arif ke pasar biar sekalian belikan Alwi pakaian baru," kata Hana yang langsung mengambil uang itu.

__ADS_1


Pak Hairul tersenyum melihatnya.


"Terima kasih banyak Pak," ucap Hana dengan mata berkaca-kaca saat melihat uang itu.


Ini di kampung, uang segini sangat susah mencarinya batin Hana


Hana mengangkat wajahnya lalu tersenyum senang serasa dapat uang jajan seperti waktu sekolah dulu.


*


Arka tiba di kantor, kali ini wajahnya gak muram lagi. Ia berjalan masuk ke lift, saat di dalam lift Ia tersenyum senang sambil melihat ke arah HPnya.


Alhamdulillah akhirnya punya nomor keluarganya batin Arka.


Pintu lift terbuka, Arka langsung keluar berjalan menuju ruangannya.


Ia melihat alamat Hana yang baru dikirimkan Rangga.


Sudah sering ke luar kota tapi belum pernah ke sini batin Arka.


Arka langsung membuka laptopnya dan melihat seperti apa daerah Kalbar.


Arka melihat setiap daerah-daerah.


Kota yang indah batinnya


Aku akan pergi ke tempat ini saat tiba waktunya nanti, semoga kita bisa bertemu batin Arka


Setelah melihatnya Arka langsung fokus pada kerjaannya.


*


Alwi dan Arif naik motor pergi ke pasar.


"Paman nanti beli ice cream ya," ucap Alwi


Arif memegang tangan Alwi saat masuk ke toko pakaian.


Pelayan toko menyambut dengan ramah, mereka memilih-milih pakaian.


"Paman yang ini saja," kata Alwi


"Ya sudah coba dulu muat apa gak," kata Arif


Saat Alwi mencobanya, pakaiannya sangat pas.


"Iya yang ini saja pas banget sama Alwi, kita beli lagi yang seukuran ini," kata Arif


Arif mengambil beberapa pasang pakaian untuk Alwi, lalu memilih jilbab untuk Hana.


Setelah memilih Arif langsung mengumpulkannya dan langsung menawarnya.


Arif tersenyum karna pemilik toko mau memberikan harga murah.


"Ayo kita beli ice cream," ajak Arif


Alwi mengangguk, mereka berjalan menuju toko ice cream.


"Mau yang mana?" tanya Arif


"Yang ini saja." Alwi menunjuk ice crean coklat.


"Mau berapa?" tanya Arif

__ADS_1


"1 saja," kata Alwi


"Iya 1 untuk Alwi 1 untuk Paman, kita gak punya kulkas jadi nanti cair," kata Arif


Arif langsung membuka ice creamnya supaya langsung dimakan, Ia kembali memilih snack untuk Alwi lalu membayarnya.


Mereka kembali berjalan menuju motor sambil makan ice cream.


"Habiskan dulu baru kita pulang," kata Arif


Alwi mengangguk.


"Di tempat tinggal kalian yang lama pasti kamu sering makan ini," ucap Arif


"Gak kok, baru sekali makan ini, waktu itu juga dibelikan sama Om Arka," kata Alwi


"Oh, lain kali setiap kali ke sini kita beli ice cream," kata Arif


Setelah habis mereka langsung naik kembali ke motor.


Arif langsung menjalankan motornya.


Sesampainya di depan rumah, Alwi turun dari motor dan langsung berlari ke rumah tetangganya karna teman sekelasnya lagi main kelereng.


Arif hanya tersenyum melihatnya.


Alwi duduk di teras tetangganya sambil merhatiin temannya main.


"Alwi mau ikut gak?" tanya Dio temannya


"Aku gak punya kelereng, jadi lihat saja," kata Alwi


"Ini untuk kamu, ayo main," kata Dio


Alwi tersenyum, "Terima kasih,"


Hana keluar dari rumah dan melihat Alwi main dengan bahagia bersama temannya.


Arif melihat Kakaknya.


"Kak ini barangnya," kata Arif


Hana melihatnya dan langsung tersenyum.


"Terima kasih, ayo masuk biarin Alwi main sama temannya," kata Hana


Arif ikut masuk dan melihat Bapaknya sedang memilih jeruk yang bagus.


Arif duduk membantu memilihnya.


"Nanti antar ke rumah Pak Utong ya," kata Bapaknya


"Iya Pak," kata Arif


Hana ikut membantu memilihnya.


"Ini dijual harganya berapa Pak?" tanya Hana


"8ribu/kg," kata Bapaknya


Hana hanya mangguk-mangguk.


Setelah memilih jeruk, Hana masuk ke kamar dan melihat jilbab yang dibeli Arif tadi, Hana langsung ingat saat Arka memberinya jilbab karna jilbabnya kotor.

__ADS_1


Hana langsung berdiri dan membuka lemari, Hana mengeluarkan jilbab pemberian Arka dan langsung membelainya lembut.


Hana tersenyum melihat jilbab itu lalu kembali menyimpannya.


__ADS_2