Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
bab 34


__ADS_3

Hana mulai menitikkan air mata karna sudah tidak kuat lagi menahannya.


Hana tetap melanjutkan langkahnya menjauh dari kerumunan itu.


Air matanya semakin deras mengalir, Ia menutup mulutnya takut bersuara saat menangis.


Hana duduk di bangku masih sambil menangis. Hanya tatapan kosong yang ada pada matanya.


Berbagai kenangan bermunculan dipikirannya.


Aku mencintaimu Hana Aisya kata Arka kemarin malam terus terulang hingga semakin membuatnya menangis.


Hana mengingat senyuman Arka setiap hari untuknya, Ia langsung bangkit dari duduknya dan berjalan tanpa arah. Langkahnya gontai tanpa peduli orang yang lalu lalang menyentuh lengannya hingga sesekali Ia hampir jatuh.


Saat Ia mengangkat wajah, Ia melihat seseorang yang saat ini ditangisinya, Ia mematung menatap orang itu.


"Pak Arka...!" panggilnya pelan masih terus berdiri mematung.


Arka yang melihat ke arah lain langsung kaget mendengar suara tidak asing itu, Ia langsung menoleh ke sampingnya, ke arah suara itu.


Arka menatap ke arah Hana yang sudah menatapnya lama.


"Hiks...hiks.. hiks...!" tangis Hana pecah lalu langsung berlari ke arah Arka.


Hana langsung memeluknya erat, tangannya memeluk erat pinggang Arka, wajahnya dibenamkan di dada Arka.


Arka hanya bingung tapi langsung membalas pelukan Hana.


Hana menangis tersedu-sedu.


"Alhamdulillah Pak Arka gak kenapa-kenapa," ucap Hana yang bicara sedikit bergetar.


Kedua orang tua Arka juga berlari datang, mereka langsung melihat daftar, keduanya langsung lega melihat Arka dan Hana dari kejauhan, Mereka berlari mendekat.


Arka melihat ke arah mereka yang baru datang dengan wajah yang sama paniknya dengan Hana.


"Alhamdulillah," ucap Papa dan Mamanya


"Sudah jangan nangis lagi," ucap Arka pada Hana yang langsung mengerti kenapa semuanya datang ke bandara.


Hana terus-terusan menangis hingga tidak berani membuka wajahnya.


Arka melepaskan diri dari Hana, lalu kedua tangannya memegang kedua pundak Hana, Ia menghapus air mata Hana dengan lembut.


"Lihat aku baik-baik gak kenapa-kenapa kan," ucap Arka saat menatap mata Hana.


Hana tetap tidak bisa berhenti menangis, Ia terlihat malu saat melihat mertuanya.


Kedua orang tua mereka mendekat.


Linda memeluk Arka, "Mama lega kamu baik-baik saja,"


Wijayanto hanya tersenyum melihat mereka.


Wijayanto juga memegang Linda.


"Ayo kita pergi biarkan mereka berdua," ucap Wijayanto


Linda mengangguk, Wijayanto merangkul Linda saat mereka berjalan pergi.

__ADS_1


Setelah kedua orang tua mereka pergi, Hana memeluk Arka lagi.


Arka tersenyum melihat Hana yang seperti ini. Arka semakin mengeratkan pelukannya karna Ia bahagia melihat Hana mengkhawatirkannya.


Disaat itu juga supir taxi tadi menyusul Hana.


"Mbak saya cari kemana-mana juga, ini ponselnya" ucap supir taxi


Hana dan Arka langsung melepaskan pelukannya lalu melihat ke arah supir taxi.


"Maaf ya Pak jadi menyusahkan," ucap Hana sambil menghapus air matanya.


"Ada apa?" tanya Arka yang tidak mengerti


"Tadi buru-buru ke sini jadi lupa bawa uang jadi ponselnya jadi jaminan," kata Hana merasa gak enak sekaligus malu.


"Oh, ya sudah ini Pak ongkosnya, terima kasih sudah mengantarnya ke sini, sekalian nanti antar pulang lagi, tapi tunggu sebentar di depan," kata Arka sambil memberikan uang yang dikeluarkan dari dalam dompet.


"Iya, ini ponselnya," supir taxi memberikan ponsel pada Arka.


Arka mengambilnya, setelah itu supir taxi itu pergi.


Arka memberikan ponsel pada Hana.


"Aku telat 5 menit makanya gak jadi berangkat naik pesawat itu, jadi sekarang aku beli tiket untuk penerbangan selanjutnya," ucap Arka


"Ayo kita ke depan," ajak Arka


Hana mengangguk sambil menggenggam tangan Arka.


Arka melihat ke arah tangan mereka, Ia tersenyum bahagia.


Saat di depan bandara.


"Iya," ucap Hana sambil mengangguk.


Hana langsung mencium pipi Arka membuat Arka kaget.


"Hati-hati di jalan," kata Hana sambil tersenyum walau matanya masih sembab.


Arka tersenyum, "Iya kamu juga hati-hati,"


Hana langsung masuk ke dalam taxi tapi pandangannya masih terus menatap ke arah Arka.


Taxi mulai jalan dan menjauh, Arka masih melihat kepergian Hana hingga taxi tidak terlihat lagi.


Arka tersenyum memegang wajahnya yang habis dicium Hana, lalu Ia kembali berjalan masuk.


Ya Allah terima kasih karna telah menjaganya batin Hana saat dalam taxi.


Hana mengirim pesan ke Arka.


* Aku akan menunggumu pulang suamiku *


Pesannya tidak terkirim karna memang ponselnya Arka mati.


Linda sudah sampai di butik, Cantika sudah menunggunya, Linda terlihat malas saat melihatnya.


"Ada apa?" tanya Linda

__ADS_1


"Mau ngajak Tante makan siang," ucap Cantika


"Tante sibuk banget, maaf banget ya Tante gak bisa," ucap Linda


"Ah iya baiklah," kata Cantika


Cantika langsung pamit pergi, Cantika masuk ke mobil dengan kesal.


"Sikap Tante Linda juga sudah berubah banget," gumamnya


Cantika melaju pergi, Ia langsung pulang ke rumah.


Cantik masuk sambil menangis meraung-raung, Mamanya yang baru datang bingung melihatnya.


"Ada apa?" tanya Siska


"Ma, Tante Linda sekarang cuek banget sama Cantika, beberapa kali Cantika temui tapi dia gak terlalu peduli," ucap Cantika


"Cantika kamu itu cantik terpelajar, di luar sana masih banyak laki-laki lain jadi jangan lagi memikirkan Arka, toh dia sudah menikah, memangnya kamu mau jadi istri keduanya?" tanya Siska


"Ma pokoknya yang Cantika mau cuma Arka doang, mau dia nantinya duda, atau punya istri banyak, Cantika gak peduli, walaupun harus jadi istri kedua atau ketiga," teriak Cantika


"Cantika Mama mohon berpikir yang normal, toh nanti Arka juga nyesal karna memilih janda," kata Siska


"Cantika maunya Arka titik," ucap Cantika yang langsung berlari masuk ke kamar.


Siska hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya.


"Gara-gara ngejar Arka, kamu jadi lupa akan pekerjaan kamu," gumam Siska.


Cantika masuk ke kamar dan langsung membenamkan wajahnya di tempat tidur, Ia kembali menangis meraung-ranung seperti anak kecil kehilangan mainan.


"Pokoknya gak bisa, Hana Aisya gak bisa merebut mereka dariku" gumamnya


*


Hana sudah sampai di rumah, Bik Ijah dan satpam yang baru melihat berita langsung menanyakannya pada Hana.


"Mas Arka bagaimana?" tanya Bik Ijah


"Alhamdulillah Bik, Dia terlambat naik pesawat hingga gak ada di pesawat itu," kata Hana tersenyum


"Alhamdulillah," ucap keduanya.


Hana langsung pamit masuk ke kamar.


Hana langsung menelpon Arif, panggilannya tersambung, Hana menunggu panggilannya diangkat tapi ternyata gak ada yang angkat.


Hana melihat pesannya untuk Arka sudah terkirim.


Arka yang baru mengaktifkan ponselnya langsung melihat pesan dari Hana.


Arka membacanya sambil tersenyum lalu mengirim balasan.


* Aku belum naik pesawat, haruskah aku pulang gak usah jadi ke Singapura *


Hana juga tersenyum membacanya lalu kembali membalas * Jangan, urusan itu sangat penting gak boleh gak jadi, *


Setelah saling mengirim pesan, Arka kembali mematikan ponselnya.

__ADS_1


Hana keluar dari kamar untuk makan siang.


Saat makan Hana langsung mengingat Arka sering pulang siang hanya untuk makan siang bersamanya, tapi hari ini Ia makan sendiri tanpa ditemani suaminya.


__ADS_2