Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
bab 37


__ADS_3

Disaat Fahri dan Hana masih mengobrol, Arka datang.


"Aisya...!" panggilnya


Hana menoleh kaget saat mendengar suara Arka, wajah Hana langsung ketakutan seperti orang ketahuan selingkuh.


Arka tidak bawa mobil sehingga kedatangannya tidak terdengar.


Fahri juga melihat ke arah Arka.


Arka tersenyum ke arah mereka berdua.


"Ayo kembali ke pabrik," ajak Arka yang tersenyum tapi sebenarnya sedikit cemburu.


"Ah iya. Mas Fahri aku harus pergi sama suami dulu" ucap Hana saat melihat ke arah Fahri tanpa memperkenalkan mereka terlebih dahulu.


Fahri mengangguk dengan wajah kecewa, Fahri hanya ingat Arka orang yang pernah mengantar Alwi dan Hana dulu.


Hana langsung mendekat ke arah Arka.


Arka menggenggam tangannya sambil berjalan pergi.


Hana menoleh lagi ke arah Fahri, Ia langsung merasa bersalah saat melihat wajah kecewa Fahri.


Arka melihat ke arah Hana yang terus melihat ke arah Fahri.


Wajah Arka langsung berubah kesal.


Mereka berjalan menelusuri jalan, sepanjang perjalanan Arka hanya diam dengan tatapan dinginnya.


Hana melihat ke arah Arka yang hanya diam.


Hana mengerti Arka lagi cemburu.


"Lapar," ucap Hana


Arka menoleh ke arah Hana masih dengan wajah kesal.


"Pak Arka cemburu ya?" tanya Hana sambil tersenyum menggoda.


"Aku ini bukan Nabi yang bisa sempurna," ucap Arka


"Beneran cemburu ya?" tanya Hana lagi


"Gimana gak cemburu, kamu manggil dia mesra banget," ucap Arka


"Gak kok, hanya panggilan biasa," kata Hana


"Kamu manggil dia dengan sebutan Mas Fahri, sedangkan sama suami sendiri panggilnya kayak bawahan manggil atasan," ucap Arka


Hana tersenyum, "Jadi harus manggil apa? Mas, Abang, sayang, Kakak, suamiku atau Ayahnya Alwi?" tanya Hana


"Apa saja yang penting jangan Pak," kata Arka


"Iya Mas Arka," Hana langsung tersenyum ke arah Arka.


Hana langsung merangkul lengan Arka, ini pertama kalinya mereka ngobrol akrab sambil bercanda.


"Gak marah lagi kan?" ucap Hana sambil mengangkat wajah melihat wajah Arka yang mulai tersenyum.


Arka hanya tersenyum sambil terus berjalan lalu mulai merangkul pundaknya Hana.


"Ayo makan, mau makan apa?" tanya Arka

__ADS_1


"Mau makan mie ayam," ucap Hana


"Di sini gak ada jualan itu," ucap Arka


"Ya sudah, mie instan saja, Mas Arka yang masak di pabrik," kata Hana yang masih terus tersenyum.


"Ya sudah kita beli mie instan dulu," ucap Arka sambil menarik Hana menuju toko.


Mereka masuk ke dalam toko, Arka mengambil beberapa mie instan dan telur sedangkan Hana mengambil pembalut, Arka langsung membayar semuanya.


Mereka berjalan menuju pabrik.


Fahri duduk sendiri di halaman, Ia duduk melamun.


Aku ingin melanjutkan kuliah supaya bisa lebih mapan dari sebelumnya cuma untuk kalian, sudah beberapa tahun kita saling mengenal tapi tidak pernah kamu buka hatimu untukku, sekarang sudah ada dia di sampingmu, aku hanya bisa berdoa semoga kalian bahagia selamanya batin Fahri


Fahri melihat ke arah rumah lama Hana, Ia merasa Hana dan Alwi masih ada di sini.


Fahri menyandar di bangku taman di bawah pohon besar tempat biasa Ia mengajari Alwi.


Di pabrik, Hana dan Arka masuk ke dapur khusus.


Hana duduk menunggu Arka memasak mie.


Sesekali Hana melihat ke arah Arka yang saat membuat apapun tetap fokus.


Arka sudah menuang mienya dan membawanya ke meja depan Hana, Hana tersenyum melihatnya.


"Makan yang banyak," ucap Arka


Mereka berdua mulai makan.


Saat makan Hana selalu tersenyum saat melihat Arka.


"Setelah aku sholat Dzuhur kita buat adonan roti ya di sini," Ajak Arka


Hana mengangguk.


"Setelah makan kamu istirahat dulu," kata Arka


Hana mengangguk lagi.


"Dari dulu gak pernah berubah ya, bisanya cuma mengangguk doang," kata Arka


Hana hanya tersenyum sambil terus menyuap mienya.


Arka mengantar Hana ke ruang istirahat, Ia membuka laptop dan mulai kerja sambil nunggu waktu Dzuhur.


Hana berbaring di sofa tapi tatapannya terus tertuju pada Arka yang memang selalu fokus kalau mengerjakan apapun.


Saat waktu sudah masuk Dzuhur, Arka menutup laptopnya, Ia tersenyum melihat Hana yang lagi tidur.


Arka mendekat dan mulai berani mencium kening Hana, setelahnya Ia langsung keluar menuju Masjid depan.


Hana yang memang sudah terbiasa pura-pura tidur langsung memegang keningnya yang habis dicium oleh Arka.


Ia bangkit dan langsung membenarkan jilbabnya yang berantakan.


Setelah berapa lama Arka sudah kembali lagi setelah sholat.


Arka melihat Hana sudah duduk menunggunya.


"Kita langsung ke dapur ya!" ajak Hana

__ADS_1


"Iya ayo," Arka jalan duluan diikuti Hana dari belakang.


Mereka masuk ke dapur khusus, Arka dan Hana sama-sama cuci tangan dulu lalu langsung menumpahkan tepung dan bahan lainnya.


Hana langsung mengikuti apa yang dulu dilakukan Arka.


Saat mereka mulai mengadon, Hana mencolekkan tepung ke wajah Arka.


Arka membalasnya, Hari ini aku seperti menemukan kamu yang baru batin Arka


Hana terus-terusan mengganggu Arka.


"Nanti adonannya gak jadi ngembang," kata Arka


Hana hanya tersenyum lalu langsung fokus membuat adonan, Ia langsung mengingat kenangan mereka dulu.


Ya Allah terima kasih sudah memberikanku suami seperti ini batin Hana.


Setelah mereka memasukkan adonan yang sudah dicetak ke dalam oven, mereka duduk menunggu.


Arka membuatkan Hana minuman, Hana mendekat ke arah Arka yang membelakanginya.


Hana langsung memeluk Arka dari belakang, Arka kaget dan langsung memegang tangan Hana yang ada di perutnya.


"Maaf karna selama ini gak bisa jadi istri yang baik," ucap Hana tulus


Arka hanya diam mendengarnya.


"Maaf karna sudah hampir sebulan kita menikah tapi aku gak pernah melakukan tugasku sebagai istri." Hana mengeratkan pelukannya.


"Gak apa-apa saat kamu siap baru lakukan, jangan memaksakan diri jika memang belum bisa," ucap Arka


Arka berbalik sambil melepaskan tangan Hana, Ia menghadap ke arah Hana lalu menatapnya dalam.


"Aku tau kok kalau cinta pasti butuh waktu, aku hanya berharap suatu saat kamu bisa mencintai suamimu ini sepenuh hati," kata Arka sambil memegang tangan Hana lalu meletakkannya di dada.


Hana sedikit tersenyum lalu mulai berjinjit mengecup bibir Arka sebentar.


Arka kaget melihat sikap Hana yang semakin berani.


Arka tersenyum lalu mengusap kepala Hana yang tertutup jilbab.


Hana mengambil minumannya dan langsung kembali duduk. Ia terlihat malu dengan apa yang dilakukannya tadi.


Arka juga langsung duduk di samping Hana.


*


Sore hari Hana dan Arka menemui Rangga di rumah sakit.


Rangga tersenyum melihat mereka datang, Rangga langsung mendekati mereka berdua. Mereka semua duduk di bangku tunggu.


"Kalian terlihat bahagia, ada apa?" tanya Rangga


"Gak ada apa-apa," jawab Arka


"Jangan-jangan Hana sudah hamil ya, ini jelas-jelas wajah kalian sangat bahagia," ucap Rangga


Melakukannya saja gak pernah, gimana bisa hamil, batin Hana


"Beneran gak ada apa-apa, kami hanya bahagia bisa pergi bersama ke tempat pertama kali kami bertemu," ucap Hana


"Kami sengaja mampir ke sini sebelum pulang. Oh ya minggu depan datanglah ke Jakarta bawa istri dan anak," kata Arka

__ADS_1


"Ya baiklah," ucap Rangga yang tetap melihat ke arah wajah Arka yang memang terlihat sangat bahagia gak seperti biasanya.


__ADS_2