Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
bab 25


__ADS_3

Arif dan Alwi pulang ke rumah.


Arif mengambil pengecas HP di kamarnya lalu mencolokkannya di dekat TV.


Hana melihat ke arah HP yang dicas Arif.


"Kak HPnya Bang Arka bagus ya," ucap Arif


"Iya makanya pegangnya hati-hati," kata Hana


Alwi berlari masuk ke kamar mandi.


"Alwi tunggu Paman, kita mandi bersama," kata Arif


"Alwi mau cepat, mau ketemu Om Arka lagi," teriak Alwi dari kamar mandi.


Arif dan Hana hanya tersenyum mendengarnya.


Bu Dahlia yang lagi di dapur bersama Pak Hairul juga tersenyum.


Hana masuk ke dapur lagi dan melanjutkan pekerjaannya yang tadi.


"Tadi Mak kira dia itu berbeda keyakinan sama kita, soalnya wajahnya mirip China," kata Bu Dahlia


"Mamanya Pak Arka wajahnya juga seperti itu, sangat cantik," kata Hana


"Oh pantas saja anaknya ganteng," kata Bu Dahlia


Hana hanya diam mendengarnya.


"Kira-kira Dia suka lauk apa?" tanya Bu Dahlia


"Dulu Dia pernah bilang yang penting makanan yang bisa di makan," kata Hana


Bu Dahlia dan Pak Hairul hanya tersenyum mendengarnya.


Di rumah Pak Santo, Arka membawa handuk dan gosok gigi masuk ke kamar mandi.


Arka tersenyum saat melihat peralatan mandi, Ia langsung menggosok giginya lalu mulai membuka bajunya dan menggantungnya di dekat handuk dan mulai mandi.


Pak Santo sampai bingung karna Arka mandinya lama.


Arif yang sudah selesai mandi langsung ke rumah Pak Santo bersama Alwi,


Arif juga bingung saat melihat Arka yang masih di kamar mandi.


Orang kota mandinya memang lama ya, pantas saja punya kulit putih batin Arif


Arif melihat jam di dinding karna bentar lagi masuk magrib.


Arka keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk sambil membawa baju kotornya.


"Bang sini baju kotornya biar nanti aku yang cuci," ucap Arif


"Ah gak usah," kata Arka


"Gak apa sini bajunya," kata Arif memaksa


Arka merasa tidak enak saat memberikan pakaiannya kecuali ****** ********.


"Bentar lagi Magrib, kita langsung ke Masjid saja," kata Arif


"Ah iya, pakai baju dulu, Alwi ayo ikut ke kamar," kata Arka


Alwi tersenyum dan langsung ikut masuk. Arif membawa baju kotor Arka ke rumahnya.


Arka membuka tasnya dan langsung memakai pakaiannya.


"Apa Alwi senang tinggal di sini?" tanya Arka


"Iya Om senang banget, di sini banyak teman, terus setiap pagi-pagi kami ke kebun, kadang sore juga," cerita Alwi


"Oh jadi Kakeknya Alwi ada kebun?" tanya Arka


"Aki bukan Kakek, Aki punya kebun sayur sama jeruk," ucap Alwi

__ADS_1


"Oh," Arka mangguk-mangguk


"Kalau begitu besok Om Arka ikut ke kebun boleh?" tanya Arka


"Tentu," kata Alwi


"Ya sudah ayo kita ke Masjid," ajak Arka setelah berpakaian.


Arka dan Alwi keluar dari kamar, Pak Santo juga sudah siap akan berangkat ke Masjid, mereka bertiga berjalan keluar rumah.


Terlihat Arif sudah menunggu bersama Bapaknya di depan.


Mereka semua berjalan bersama.


Hana melihat ke arah Arka yang lagi ngobrol bersama yang lainnya sambil berjalan.


Hana langsung menutup pintu.


Hana melihat pakaian kotor Arka di kamar Arif.


Ia langsung mengambilnya dan membawanya ke kamar mandi.


Bu Dahlia melihatnya, "Besok baru dicuci, sudah masuk Magrib, kita sholat dulu."


"Iya Mak," kata Hana


Di jalan menuju Masjid, Arka langsung terlihat ngobrol akrab bersama orang-orang yang juga ingin ke Masjid.


Mereka semua langsung ke tempat berwudhu, Pak Santo mempersilakan Arka wudhu duluan.


Saat semuanya masuk Arka langsung berbaris di dekat Alwi dan Pak Hairul.


Arka tersenyum saat melihat Masjid penuh.


Di rumah Hana juga sudah bersiap mau sholat bersama Maknya.


Hana duduk melamun.


Pak Arka sangat tegas dan pemarah, kalau lihat orang salah gak mau dengar alasannya dulu main pecat aja, kalau salah tetap salah batin Hana


"Ah iya Mak." Hana langsung bangkit untuk mulai sholat


Saat pulang dari Masjid.


"Ayo kita langsung makan malam," ajak Pak Hairul


Arka mengangguk.


Mereka mengucap salam saat masuk.


Hana dan Bu Dahlia menjawab salam mereka.


Makanan sudah tersedia di lantai beralaskan tikar.


Bu Dahlia langsung mengajak semuanya duduk makan.


Semuanya langsung cuci tangan, Arka melihat ke arah mereka.


Hana terlihat tidak enak pada Arka karna harus makan di lantai, tapi yang membuat Hana kaget, Arka langsung duduk bersama yang lainnya sambil tersenyum senang.


Hana mengambilkan Arka sendok dan garpu.


Arka menolak sendok dan garpunya lalu langsung cuci tangan.


Bu Dahlia mengambilkan Arka nasi.


"Silakan," kata Bu Dahlia


Arka langsung mengangguk.


"Maaf ya lauknya seperti ini," ucap Bu Dahlia


"Ini sudah lebih dari cukup," kata Arka sambil mulai mengambil sayur.


Hana mengambilkan Alwi telur dadar, lalu mendekatkan ikan ke depan Arka.

__ADS_1


Arka melihat ke arah Hana sebentar.


Hana langsung mulai makan.


Arka terlihat bahagia saat makan bersama keluarga Hana.


Bu Dahlia mendekatkan air putih untuk Arka karna Arka terlihat menahan pedas.


Arka langsung minum karna memang Ia gak tahan pedas.


"Ini tambah lagi," kata Pak Hairul


"Sudah Pak, sudah kenyang," kata Arka


Arka langsung bangkit ingin mencuci piringnya.


"Pak simpan di sini saja," ucap Hana


"Gak apa, saya cuci sendiri," ucap Arka


Arka langsung mencucinya dan menyimpannya di ranjang.


Setelah selesai makan, Arif langsung memberikan HP Arka.


"Terima kasih," kata Arka


Mereka turun dari rumah dan langsung ke rumah Pak Santo.


Keesokan harinya, Arka keluar dari rumah Pak Santo dan langsung melihat Hana menjemur pakaiannya. Hana berbalik dan melihat Arka lagi melihatnya.


Hana langsung masuk.


Arif dan Alwi juga baru keluar dari rumah Pak Santo.


"Ayo makan kue dulu," ajak Arif


Arka tidak masuk ke rumah Hana, Ia duduk bersama Alwi di teras rumah.


Arif membawa kue dan teh ke teras, Pak Hairul juga datang menemani mereka.


"Aki nanti Om Arka mau ikut juga ke kebun," kata Alwi


"Iya, sekalian lihat kebun jeruk kita," kata Pak Hairul


"Bang Arka ini makan kuenya," kata Arif


"Ah iya," Arka langsung memakannya.


Arka melihat banyak orang lewat mau berangkat ke kebun masing-masing.


Bu Dahlia juga sudah bersiap akan berangkat ke kebun karetnya.


Arka melihat pemandangan yang gak pernah dilihat sebelumnya.


Mereka langsung berangkat ke kebun.


Hana sendirian di rumah karna harus belanja dan masak.


Sesampainya di kebun, Arka tersenyum melihat tanaman milik Pak Hairul.


"Om, ayo kita petik jeruknya, jeruknya manis," kata Alwi sambil menarik tangan Arka


Arka langsung mengikuti Alwi.


Arif juga mendekat.


"Yang seperti ini berarti sudah boleh dipetik," ucap Arif saat menunjukkan jeruk yang matang.


Arka langsung mengerti dan mulai mengambil satu.


"Cepat kupas Om, pasti manis," kata Alwi


Arka langsung mengupasnya dan mulai mencobanya.


Arka tersenyum, "Iya ya manis, lebih enak yang baru habis dipetik ya," kata Arka

__ADS_1


Pak Hairul dan Arif tersenyum melihatnya.


__ADS_2