Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
57. Dingin


__ADS_3

Happy Reading temen temen 💙


Cery melangkahkan kakinya dengan gontai menuju kamar.


"Kamu kenapa Cer?" tanya mamah Emil saat berpas pas an.


"Ah enggak mah! Cery mau ke kamar dulu." ucapnya.


Setelah pulang sekolah, Cery hanya berdiam diri di kamar. Ia enggan untuk turun.


Saat makan malam tiba, mau tak mau Cery pun turun.


"Mah, kenapa kok sekarang Cery banyak diemnya?" tanya papah Jemi selepas Cery pergi.


"Tauk tuh pah, tadi mamah udah sempet nanya tapi Cery nggak mau cerita!" jelas mamah Emil.


"Oh iya, gimana masalah toko kue mamah?" tanya papah Jemi.


"Ya gitu, udah mulai rame pah!" balas mamah Emil seraya merapikan meja makan yang di bantu oleh Bi Ijah.


Mamah Emil sekarang sedang merintis usaha. Ia memilih untuk mengelola toko kue. Meski belum lama, toko kue mamah Emil berhasil menarik minat warga. Karena rasanya memang enak.


Keesokan harinya, Cery pergi ke sekolah setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya.


Cery memilih berangkat seperti kemarin.


"Tuh orang yang di tungguin akhirnya nongol!" ucap Rama sambil menunjuk Cery menggunakan dagunya.


"Lo kenapa sih Kak? Kok datengnya siang mulu." tanya Enjii merasa heran.


"Pengen aja." jawab Cery singkat.


"Lo nggakpapa kan Cer?" tanya Vina.


"Gue nggakpapa kali!" jawab Cery sambil memutar bola matanya karena malas.


"Hm, yaudah hayuk ke kelas!" ajak Meryana, meskipun ia beda kelas.

__ADS_1


"Kalian duluan aja! Gue mau ngobrol bentar sama kakak gue." ucap Enjii tiba-tiba.


Reisa mengerutkan keningnya dengan cepat, Enjii pun mengedipkan mata sebelahnya.


"Yaudah kita duluan Cer!" ucap Reisa sedikit tergagap.


"Lo mau ngomong apa Nji?" tanya Cery ketika teman temannya sudah pergi.


"Kak gue mohon banget sama Lo!" ucap Enjii.


Cery yang masih bingung, mengenyitkan alisnya.


"Gue mohon, jangan bersikap dingin ke temen temen! Mereka itu ngga salah, jadi kakak ngga usah gini in mereka." ucap Enjii memelas.


"Gue butuh waktu Njii, tapi gue bakal usahain!" jawab Cery.


"Ya udah iya deh kak." pasrah Enjii.


Mereka pun memutuskan untuk berjalan ke kelas dan tanpa sengaja Cery di tabrak oleh Edo dari samping sehingga membuatnya jatuh.


"Kakakk! Lo nggakpapa kan kak?" tanya Enjii berusaha membantu Cery bangun.


"Hm, maaf kak aku nggak sengaja!" ucap Edo merasa bersalah.


"Hm, oke!" jawab Cery cuek. Ia pergi begitu saja membiarkan Enjii dan Edo.


"Ternyata Lo berubah lebih parah dari dulu kak!" batin Enjii sambil menyipitkan sebelah matanya.


Setibanya di kelas, Cery langsung duduk di bangkunya.


"Lo kenapa Cer?" tanya Reisa saat melihat Cery yang sedikit berantakan.


"Gue nggakpapa, tenang aja." balas Cery.


"Lo habis gulat Cer? Kenapa baju Lo lecek gitu?" tanya Rama bertubi-tubi.


"Ch.. Lo tuh bawel banget, kayak Mak Mak kos an aja!" ucap Cery kesal.

__ADS_1


Reisa segera bangkit dari kursinya dan menarik tangan Enjii yang baru saja tiba. Reisa membawa Enjii keluar dari kelas.


"Ada apa dengan Cery?" tanyanya langsung.


"Tadi dia di tabrak Edo." jawab Enjii.


"Terus?" tanya Reisa semakin penasaran.


"Ya gitu, Cery berubah! Dia jadi agak dingin dan cuek, lebih parah dari dulu." jawab Enjii sembari menatap lurus ke depan.


Ya Cery selalu mengalami ketidak baikan dalam masalah percintaan.


Sebelum berpacaran dengan Derin, Cery sempat menjalin hubungan dengan seseorang.


Namun hubungan mereka berakhir, lantaran Cery di tinggal pergi tanpa alasan. Hal itulah yang membuat ia sakit hati dan menutup hatinya lumayan lama, sampai akhirnya Cery bertemu Derin.


Derin sosok orang yang membuat Cery merasakan jatuh cinta lagi. Akan tetapi ia juga membuat Cery terluka lagi.


Dan pada akhirnya Cery kembali menutup pintu hatinya rapat rapat. Ia bahkan juga bersikap dingin kepada orang lain selain sahabat dan keluarganya.


"Udah nggak usah dipikirin, aku yakin Cery pasti menemukan orang yang tepat!" sahut Reisa saat menatap Enjii.


"Aku juga berharap begitu Sa!" ucap Enjii sambil tersenyum.


Bel masuk pun berbunyi, Reisa dan Enjii masuk ke dalam kelas.


"Darimana aja sih Lo? Main ninggalin gue lagi!" protes Cery.


"Maaf Cer!" jawab Reisa sembari tersenyum usil.


Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍


Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)


Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung bantu saya, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak😌


Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏

__ADS_1


Ini novel pertamaku jadi harap maklum 😉


Part ini aku ngetik cuman sedikit aja:) karena walaupun banyak juga nggak ada yang ninggalin jejak:( Hiks hiks hiks


__ADS_2