Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
89. Penjelasan


__ADS_3

Happy Reading temen temen 💙


Pada akhirnya, Reyhan membawa Cery menuju taman yang ada di rumahnya.


"Apa? Sejak kapan jadi gini?" tanya Cery saat melihat kondisi taman yang sudah di sulap sedemikian rupa.


"Sejak kemarin." sahut Reyhan biasa.


"Apa? Kenapa aku tidak tahu?" tanya Cery lagi.


"Karena kamu tidak menengok." jawab Reyhan.


Prosesi pertunangan Cery dengan Reyhan dilaksanakan di taman rumahnya dan berjalan dengan lancar.


Seusai pertukaran cincin, Reyhan pun mengajak Cery menemui beberapa tamu undangan.


"Katanya mas Rey keluar kota!" protes Cery.


"Iya, itu buat alasan nyiapin ini semua." jelas Reyhan.


Cery hanya menganga kaget, karena sudah diberikan surprise oleh Reyhan.


"Selamat Cery!" ucap Maya sambil memeluk Cery dari belakang.


"Ha? Lo tau darimana? Oh, jangan jangan Lo juga terlibat ya?" tanya Cery mengintrogasi.


"Hehehe kan biar kejutan!" sahut Maya cengengesan.


"Awas aja Lo!" ancam Cery sembari tertawa pelan.


Maya datang ke pertunangan Cery di temani oleh Dony.


***


Cery berjalan menghampiri para sahabatnya ditemani oleh Reyhan.


Tukkk... Tukkk... Tukkk... Tukkk...


Cery memukul pelan kepala Reisa, Enjii, Rama dan Meryana secara bergantian.


"Aduh, awh!" ucap mereka saat kepalanya di pukul oleh Cery.


"Kak!" pekik Enjii.


Sedangkan Reyhan hanya tertawa pelan melihat tingkah Cery dan sahabatnya.


"Apa apaan sih Lo? Ntar gue jadi bodo tauk!" protes Rama.


"Apa salah gue sih Cer?" tanya Reisa dengan polosnya.


"Aish Lo mah! Udah tunangan, masih aja bar bar!" gerutu Meryana.


"Salah siapa pakek nyembunyiin ini semua!" ketus Cery.


"Kakak ipar! Calon bini kakak kejam! Mending batalin aja deh!" sahut Enjii mengadu.


"Oy kompor! Belum pernah di ledakin Lo yak?" gertak Cery.

__ADS_1


"Sudah sudah, biar kakak kasih pelajaran dulu ya calonnya!" pamit Reyhan sambil menggenggam tangan Cery.


Reyhan mengajak Cery masuk ke dalam rumah mencari tempat yang sepi untuk berbicara.


Sedangkan orang tua dari Cery maupun Reyhan sedang membicarakan masalah pernikahan.


"Cer." panggil Reyhan sambil menepuk sofa di ruang utama tersebut.


"Apa mas?" tanya Cery sambil mendudukkan dirinya di samping Reyhan.


"Cery punya buket bunga kan? Bisa tolong di ambilin!" pinta Rey sembari menggenggam tangan Cery.


"Buat apa mas Rey?" tanya Cery tak mengerti.


"Udah ambilin aja dulu, gih!" ujar Reyhan.


Cery pun mengiyakan perintah Reyhan. Ia bergegas menaiki tangga menuju kamarnya guna mengambil kotak saat Cery wisuda dulu.


***


"Ini mas Rey!" ucap Cery seraya memberikan kotak itu kepada Reyhan.


"Ternyata bunga ini masih kamu simpan ya!" kata Reyhan saat membuka kotak tersebut.


"Apa maksudnya? Dan darimana mas Rey tahu, kalau Cery punya buket bunga?" tanya Cery tak paham.


"Buket bunga ini adalah hadiah dari ku saat kamu wisuda SMA gadis kasar!" jelas Reyhan.


"Ha? Berarti mas Rey.." belum sempat Cery melanjutkannya, Reyhan sudah menyela dulu.


"Mas Rey jangan mengada-ada dong!" ujar Cery tak percaya.


"Kalau kamu nggak percaya, silahkan tanya langsung kepada Dony!" balas Reyhan sambil menyampirkan tangannya ke sofa belakang Cery.


"Dony!" teriak Cery.


"Iya nona bos, ada apa?" tanya Dony tersengal-sengal.


"Jelaskan semuanya Don!" perintah Reyhan.


"Baik bos!" jawab Dony tegas.


Dony pun menceritakan semuanya sama persis dengan apa yang di ucapkan oleh Reyhan.


Dan Cery membelalakkan matanya tak percaya dengan semua ini.


Setelah memberikan penjelasan, Dony pergi meninggalkan Reyhan dan Cery berdua.


"Apa kamu sudah percaya sayang?" tanya Reyhan lembut.


"Dari kapan kamu mulai mengenal ku?" tanya Cery tegas.


"Dari pertama aku melihat mu, saat masih kecil." jelas Reyhan cepat.


"Apa selama ini kamu selalu memperhatikan ku?" tanya Cery lagi.


"Tentu! Bahkan saat kamu di tinggal kekasih mu pergi, sampai kamu di khianati oleh lelaki yang pernah ku hajar di depan kampus. Dan karena dia juga, kamu sampai kecelakaan. Kamu juga pernah menabrak ku di cafe Star, bahkan kamu juga memaki ku di perusahaan papah." jelas Reyhan sambil memandang dengan tatapan kosong.

__ADS_1


Cery menelan savilanya dengan sangat tegas dan berusaha memalingkan wajahnya.


"Lalu, kenapa kau tidak menemui ku?" tanya Cery.


"Bukan aku sayang, tapi kamu! Karena setiap saat, aku selalu memantau mu dari kejauhan." jelas Reyhan lagi.


"Apa kau selalu mengawasi ku?" tanya Cery.


"Hm, tentu! Dan saat itu hati ku merasa senang saat melihat mu tersenyum dengan pasangan yang kamu inginkan. Namun, aku juga cukup sakit dan marah saat mengetahui mantan mu itu berselingkuh. Dan aku bertekad ingin mengambil mu darinya." ucap Reyhan panjang kali lebar.


"Segitu besar kah cinta mu?" tanya Cery mulai berkaca-kaca.


"Hm, tentu nak! Bahkan Rey sama sekali tidak tertarik dengan wanita lain." sahut mamih Santhi.


"Mamih!" ucap Cery dan Reyhan serempak.


"Selama ini, Rey hanya gila akan pekerjaan. Katanya sih, untuk menghidupi mu kelak nak!" tambah papih Arengga.


"Mas Rey!" ucap Cery dengan suara parau.


Tanpa waktu lama, Cery langsung memeluk Reyhan dan menangis terharu di pelukannya.


Dengan sigap Reyhan juga membalas pelukan Cery sembari mengelus pelan kepala Cery.


Ya mereka duduk berdekatan dan saling berpelukan.


"Sudah sudah, sekarang waktunya istirahat sayang!" ucap Reyhan namun Cery masih tak bergeming dan malah menangis lagi.


"Udah Rey, kamu bawa aja Cery ke kamarnya di atas!" perintah papah Jemi.


"Boleh pah?" tanya Reyhan dengan polosnya.


"Boleh, asal nunggu nikah dulu kalau itunya!" sahut papah Jemi menggoda.


"Ah papah ini!" balas Reyhan terkekeh.


Reyhan pun berdiri di ikuti Cery yang masih memeluknya dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Rey.


Tanpa aba-aba Rey langsung menggendong Cery dan mengantarkannya ke kamar.


"Mas Rey turunin!" rengek Cery namun Reyhan hanya tersenyum.


Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍


Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)


Ayolah jangan cuman baca doang 😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌


Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏


Terimakasih juga bagi yang sudah mau berbagi:) Lovyu✨


Ini novel pertamaku jadi harap maklum 😉


Mendekati ending ya guys, so stay with me ya "NdaFers" jangan lupa jaga kesehatan ♥️


😘

__ADS_1


__ADS_2