
Happy Reading temen temen π
Keesokan harinya.
"Cer, cepat turun waktunya sarapan!" teriak mamah Emil karena saat ini jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi.
Dengan malas Cery pun turun dari ranjang dan bergegas mandi.
Selepas mandi Cery hanya mengenakan kaos polos dengan celana jeans di bawah lutut. Ia juga hanya menguncir kuda rambutnya.
"Loh, kamu nggak ngampus Cer?" tanya papah Jemi.
"Ngampus tapi nanti sore sampek jam 07.00 malem pah." jawab Cery sembari menarik kursi .
"Kamu nanti pulang malem nak?" tanya mamah Emil.
"Iya mah." balas Cery.
"Biar bang Ucup yang nganter ya!" pinta mamah Emil.
"Tapi mah.." sela Cery.
"Bener kata mamahmu Cer, lebih baik nanti di antar saja!" timpal papah Jemi.
"Huft, baiklah." kata Cery.
***
Sarapan pagi pun selesai. Cery lebih dulu meninggalkan meja makan, karena ia harus mengerjakan tugas yang semalem tertunda karena ulah Reyhan.
Selang beberapa waktu, Cery meregangkan otot otot lengannya karena cukup lama ia mengerjakan tugas, sampai lupa waktu jika ia harus makan siang.
Namun apalah daya jam sudah menunjukkan pukul dua siang lebih lima menit.
Dengan secepat kilat Cery langsung pergi mandi dan bersiap untuk ke kampus.
Tepat pukul 03.00 sore, Cery berangkat di antar oleh bang Ucup menuju kampus Camvroda.
Cery membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit dan kini ia sudah berada di kampus.
Ia menengok kanan kiri mencari mobil milik pak Reyhan namun tidak ada.
"Apa dia tidak ada jadwal hari ini?" batin Cery bertanya tanya.
"Hoy! Ngapain di sini? Buruan masuk ntar telat kitanya!" ucap Maya membuyarkan lamunan Cery.
"Oh, ayo cepet!" balas Cery seraya berjalan meninggalkan Maya.
"Gue yang ngingetin, gue juga yang di tinggal!" guman Maya menatap punggung Cery yang semakin lama semakin menjauh.
Setengah empat sore kuliah di mulai. Cery menatap saksama ke arah dosen yang selalu kecentilan, siapa lagi kalau bukan Bu Kiara.
Tanpa terasa waktu berjalan dengan begitu cepat. Cery menyelesaikan kuliahnya pukul setengah tujuh malam.
Ia segera merapikan buku bukunya dan segera menghubungi orang rumah untuk menjemputnya.
__ADS_1
***
Cukup lama Cery menunggu jemputan di depan gerbang kampus di temani oleh Maya.
Tanpa sengaja matanya pun melihat seseorang yang sangat ia kenal tengah menatap lekat ke arahnya.
"Astaga! Mengapa dia di sini?" guman Cery.
"Lo kenapa Cer?" tanya Maya bingung.
"Ah gue? Gue.. Gue nggakpapa kok!" jawab Cery terbata bata.
"Yang ben.." belum sempat Maya menyelesaikan bicaranya Dony pun datang.
"Maya, ayo kita jalan!" ajak Dony.
"Terus Cery gimana?" tanya Maya.
"Udah Lo jalan aja, bentar lagi orang rumah pasti jemput kok!" balas Cery tersenyum kecut.
"Ya udah kita duluan nona!" pamit Dony. "Oh iya, bos bentar lagi akan memjemput mu nona!" imbuhnya.
Setelah mobil Dony pergi, Cery pun menjadi was-was.
Pasalnya lelaki yang tengah mabuk itu mulai mendekati Cery dengan sempoyongan.
"Ihhh mas Rey mana sih!" gerutu Cery.
"Cantik!" panggil lelaki mabuk itu.
"Masa kamu lupa sih? Sama pacar sendiri lagi." ujar lelaki itu sambil mencolek dagu Cery.
"Cih!" kata Cery saat menepis tangan itu dengan kasar. "Pacar? Lo lupa ya Der? Lo itu bukan pacar gue!" peringatan Cery kepada lelaki itu yang tak lain adalah Derin.
"Beraninya kamu tidak mengakui ku sebagai pacar!" bentak Derin berusaha mencium Cery secara paksa.
"Lepasin Der!" ucap Cery berusaha memberontak.
Plakkk...
Derin pun menampar pipi Cery dan tanpa di komando air mata Cery jatuh begitu saja.
"Brengsek!" umpat Reyhan di dalam mobil saat melihat Derin menampar Cery.
Derin berusaha mendekap Cery kembali, namun Cery menepisnya.
Derin yang sudah di kuasai amarah langsung mencengkeram tangan Cery dengan kuat.
Bugh...
Derin menerima bokeman mentah dari Reyhan.
Derin berusaha bangun dan dengan cepat Reyhan pun menonjoknya lagi. Reyhan benar benar geram karena lelaki itu sudah membuat Cery kesakitan.
"Sialan kau!" geram Reyhan yang terus membabi buta Derin.
__ADS_1
"Hiks hiks hiks mamah papah." ucap Cery yang terus menangis karena ia benar benar takut akan sikap Derin.
"Cery, kamu tidak apa apa?" tanya Reyhan mendekat ke arah Cery.
Brukhh..
Tanpa di suruh Cery langsung memeluk Reyhan dan menangis sejadi jadinya.
"Tenanglah, sekarang kamu sudah aman sayang!" ucap Reyhan sambil membalas pelukan Cery.
Setelah di rasa tenang Reyhan mengajak Cery ke mobil dan meninggalkan Derin yang sudah terkapar begitu saja.
"Apa kamu sudah makan?" tanya Reyhan lembut.
Cery hanya menggeleng yang berarti dia belum makan.
"Baiklah, kita makan terlebih dahulu ya! Maaf karena aku terlambat!" sahut Reyhan lalu menghidupkan mesin mobilnya.
Pantas saja Derin kalah karena postur Reyhan lebih tinggi daripada Derin. Sementara Cery, ia hanya sedadanya Reyhan.
Mobil yang di kemudikan Reyhan berhenti di depan sebuah restoran Cerey.
Ia segera turun dan menggandeng tangan Cery yang masih lemas menuju ke dalam.
Reyhan memilih tempat VIP dan segera memesan makanan untuknya dan juga Cery.
"Apa benar, kamu tidak apa apa?" tanya Reyhan khawatir.
"Sungguh, aku tidak apa apa." jawab Cery sembari tersenyum lemas.
"Kalau ada yang sakit, bilang ya!" pinta Reyhan begitu lembut.
"Hm, mas Rey!" panggil Cery.
"Ada apa, hm?" tanya Reyhan.
"Terimakasih sudah datang menolong ku!" ujar Cery tulus.
"Tidak masalah! Karena aku begitu menyayangi mu dan tidak akan pernah membiarkan kamu tersakiti." balas Reyhan.
"Terimakasih! Aku juga begitu menyayangi mu dan menyukai mu!" kata Cery.
Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak π
Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)
Ayolah jangan cuman baca doang π Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa β€οΈ Kan itu juga gratis π« Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak π
Terimakasih bagi yang sudah mau mampir π
Terimakasih juga bagi yang sudah mau berbagi:) Lovyuβ¨
Ini novel pertamaku jadi harap maklum π
Maaf ya mulai hari ini up nya hanya satu part aja:) Karena para readers ku sulit di ajak berbagi:( Terus aku juga akan up di karyaku satunya yang berjudul "Ada Apa dengan Tentara v/s Hakim" jangan lupa mampir yaβΊοΈ Dukungan kalian semangat kuπ
__ADS_1
π