Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
61. Perayaan Kelulusan


__ADS_3

Happy Reading temen temen πŸ’™


Hari Senin ini adalah hari yang mendebarkan bagi pelajar kelas 12 SMA Tunas Jaya, pasalnya hari ini merupakan hari pengumuman kelulusan.


Sesuai instruksi, seluruh kelas 12 melaksanakan apel terlebih dahulu untuk mendengarkan beberapa pengumuman.


"Oke langsung saja, saya ucapkan terimakasih atas kerja keras kalian dalam belajar, dalam menimba ilmu di majelis ini! Tak lupa juga, saya ucapkan selamat kepada anak anakku kelas 12 yang telah menyelesaikan pendidikannya dengan baik, sehingga sekolah kita mendapatkan predikat yang baik pula! Saya berharap pada anak anak agar dapat menjaga nama baik dan berlaku sopan di manapun kapanpun kalian berada. Semoga kelak menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Inti dari yang saya sampaikan yaitu, seluruh siswa siswi kelas 12 SMA Tunas Jaya lulus seratus persen!" ucap Bu Sustiwi panjang kali lebar.


Sontak para murid Tunas Jaya pun bersorak sorak ria.


"Akhirnya gue lulus juga! Entah dapet nilai berapa, yang penting gue lulus! Mamak anakmu lulus!" teriak Rama girang


"Kayak anak TK aja Lo Ram!" protes Reisa.


"Yeh, syirik mulu Lo!" timpal Rama mendelik kesal.


"Guys, selamat ya atas ke lulusannya!" ucap Cery seraya tersenyum kecil.


"Lo juga selamat Cer!" begitulah balasan ucapan dari para sahabatnya.


"Lah, Lo ngapain murung Vin? Bukannya seneng udah lulus juga!" sahut Reisa saat menoleh ke arah Vina yang nampak murung.


"Gue seneng bisa lulus, tapi gue juga cukup sedih!" jawab Vina lesu.


"Lo sedih kenapa Vin?" tanya Enjii.


"Whahahha, ternyata Lo juga bisa bersedih!" ledek Rama.


"Diem Lo! Kaga gue kasih restu sukurin Lo ntar!" ucap Vina garang.


"Ye ye ye maap.." sahut Rama kesal.


"Ch, Vina sedih tuh karena dia mau berpisah dengan kalian!" jelas Meryana.


"Pisah? Lah kan kalo Lo pisah, Lo juga bisa nemuin kita atau kitanya yang nemuin Lo!" sahut reisa. yang seperti memberi pencerahan.


"Lo semuakan mau lanjut kuliah! Yang pastinya bakal sibuk dan jarang buat ketemu gue, apalagi gue yang mungkin butuh waktu lama. Supaya gue bisa nemuin kalian lagi." jelas Vina namun susah untuk di mengerti para sahabatnya, kecuali Meryana.


"Maksud Lo?" tanya Cery.


"Lo ngejelasin yang detail dong! Otak gue nggak nyambung nih!" pinta Rama.

__ADS_1


"Gue mau ikut akademik kemiliteran!" ucap Vina sedikit pelan.


"Oh militer?" respon Rama tanpa sadar."Ha, apa?" tanya Rama kaget.


"Iya, gue mau masuk militer bolot!" ulang Vina.


"Jadi TNI dong Lo!" celetuk Enjii.


"Ya iyalah sayang, masak iya mau jadi dosen!" sahut reisa malas.


Sementara Enjii hanya terkekeh pelan.


"Yah, jadi lama dong nggak ketemu Lo!" kata Reisa sedikit sedih.


"La iyak! Tadi kan gue udah bilang." balas Vina lemah.


"Ngapain sih Lo pakek masuk militer segala?!" protes Rama sedikit kesal.


"Heh, heh, heh... Apa apaan sih kalian?! Seharusnya kita itu seneng bisa lulus, bukan malah mellow gini." imbuh Cery.


"Bener tuh, gue setuju sama Lo Cer!" celetuk Meryana.


Mereka pun mengambil pewarna semprot dan segera beraksi menyemprotkannya ke satu sama lain, namun tidak dengan Cery. Karena ia tidak mau pakaiannya bau semprotan warna.


"Guys, minta tanda tangannya dong!" ucap Vina tiba-tiba.


"Okey, ntar gue juga!" balas Reisa.


"Eh gue juga dong!" ujar Enjii.


"Jangan lupa gue sekalian!" kata Meryana saat mendekati sahabatnya.


"Ch, ga adil! Gue juga mau kalik!" kesal Rama.


"Gue juga minta!" sambung Cery.


Semua sahabatnya pun memandangi Cery dengan ekspresi tak terbaca.


"Ngapain mandangin gue?" ujar Cery ketus.


"Ya tadi aja Lo ga mau kena semprot takut kotor. Lha sekarang malah minta di tanda tanganin." cerocos Rama.

__ADS_1


"Makanya itu, gue ga mau di semprot karena cuman pengen tanda tangan kalian Lo pada!" jelas Cery.


"Oh, sini sini!" balas Meryana.


Sesi tanda tangan pun selesai, kini mereka sedang melaksanakan Poto album yang pastinya hanya mereka berenam saja. Karena semua sudah di urus oleh Rama dan Enjii.


Beragam gaya sudah mereka peragakan dan yang terakhir mereka berpoto dengan menggunakan motor gedenya masing-masing.


Rama bersama Meryana, Enjii dengan Reisa, sementara Cery bersama Vina.


"Guys, gimana kalo ntar malem kita barbeque an di rumah gue?" celetuk Reisa.


"Beneran Lo?" tanya Rama girang.


"Bener, suer deh!" balas Reisa sembari mengacungkan tangannya membentuk huruf V.


"Gue setuju!" ucap Meryana dan Vina kompak.


"Gue ngikut!" kata singkat yang keluar dari mulut Cery.


"Okay, semua setuju ya?" tanya Enjii memastikan.


"Iya dong!" sahut Rama penuh dengan senyum.


Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍


Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)


Ayolah jangan cuman baca doang😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❀️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌


Terimakasih bagi yang sudah mau mampir πŸ™


Ini novel pertamaku jadi harap maklum πŸ˜‰


Buku kamus buku saku


Buku sakunya di bagi bagi


Selamat menikmati ceritaku


Meskipun tidak mau berbagi

__ADS_1


__ADS_2