
Happy Reading temen temen 💙
Semua orang pun pergi meninggalkan Reyhan sendirian di ruangannya.
"Apa yang terjadi Don?" tanya ibu Reyhan.
"Tadi kata bos, nona Cery hanya menganggap hubungannya sebagai bentuk ganti rugi saja! Makanya bos kecewa dan melampiaskannya." jelas Dony.
Wanita paruh baya itu hanya bisa menghela napas kasarnya.
-
-
Keesokan harinya, Reyhan tetap tidak beranjak dari sofa ruang kerjanya. Bahkan semalam ia tidak tidur.
"Bos, apakah kau tidak merasakan sakit di tangan mu? Dan apa yang kau lakukan, bahkan tidak tidur semalaman!" guman Dony saat berdiri di samping pintu.
"Permisi tuan, saya mau mengantar sarapan untuk tuan muda." ijin bi Sumi.
"Hati hati ya bi!" balas Dony.
Bi Sumi masuk ke dalam untuk menaruh sarapan di meja kayu kecil samping sofa.
"Tuan, silahkan sarapan!" ucap bi Sumi bergetar.
"Saya tidak mau!" tegas Reyhan dan tetap tak bergeming.
Bi Sumi pun melangkah pergi namun sarapannya tetap di tinggal.
"Tuan Dony, hm.. Tuan muda tidak mau makan." lapor bi Sumi.
"Saya akan menjemput pawangnya." balas Dony smabil tersenyum simpul.
Pukul 08.00 pagi Dony keluar dari mansion Reyhan menuju kampus Camvroda.
Sesampainya di sana ia langsung pergi ke ruang pimpinan untuk mengijinkan bosnya.
***
"Hoy Cery, kantin yuk!" ajak Maya girang.
"Ch, Lo ogeb ya? Bentar lagi kan jadwalnya pak Reyhan!" balas Cery.
"Kata tuh siapa hm, ketua kelas iya! Kata ketua kelas pak Reyhan ijin!" ujar Maya.
Cery membelalakkan matanya kaget. Ia takut hal buruk terjadi pada pak Reyhan.
"Ijin kenapa?" tanya Cery cepat dan begitu cemas.
"Katanya sih sakit!" jawab Maya cuek sementara Cery kaget.
"Sakit? Apa semalam dia kehujanan gara gara gue?" batin Cery.
Dengan cepat ia pun berlari menuju parkiran di susul oleh Maya.
"Kebetulan nona di sini!" kata Dony saat berpas pasan dengan Cery.
__ADS_1
"Dimana pak Reyhan? Apa dia sakit?" tanya Cery nampak khawatir.
"Sangat sangat sakit." jawab Dony sambil membayangkan keadaan bosnya.
"Antar saya menemuinya!" tegas Cery. "Maya ntar Lo nyusul setelah mata kuliah Bu Kiara selesai aja!" ucap Cery sambil memberikan kunci mobilnya kepada Maya.
Cery pun pergi ke mansion pribadi Reyhan bersama Dony. Perasaan salah, cemas, khawatir, tidak tega bercampur menjadi satu.
"Kau ini lama sekali!" bentak Cery pasalnya dari tadi belum sampai sampai menurutnya.
"Tidak bos, tidak pujaannya, sama saja! Pemarah!" batin Dony.
Sesampainya di mansion, Cery menatap takjub bangunan megah tersebut.
"Rumah pak Reyhan bukan di sini! Kau membohongi ku ya?" teriak Cery.
Dony mengenyitkan alisnya dan beberapa detik kemudian ia baru paham.
"Oh itu rumah papih sama mamih, sedangkan ini milik bos sendiri!" jelas Dony melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah.
Cery hanya manggut manggut dan mengikuti Dony di belakangnya.
"Bi, bi Sumi! Pak, pak Joko!" panggil Dony.
"Iya tuan." jawab bi Sumi dan pak Joko serempak.
"Apa bos masih di sana?" tanya Dony.
"Benar tuan, bahkan sarapan dari pagi tadi belum di sentuh!" jelas bi Sumi.
Dony menghela napasnya dan segera menuju ruangan Reyhan, di ikuti oleh Cery, bi Sumi, dan pak Joko.
***
Sementara Cery masih diam terpaku melihat keadaan ruang kerja milik Reyhan.
Apa lagi melihat kondisi Reyhan yang masih mengenakan pakaiannya kemarin, belum lagi darah kering masih membekas di tangannya.
Tanpa sadar air mata Cery pun turun begitu saja. Ia merasakan sakit di dadanya saat melihat kondisi Reyhan.
"Pergi!" teriak Reyhan saat mendengar suara gesekan sepatu.
"Pak Reyhan." ujar Cery sedikit lemah dengan air mata yang terus mengalir.
Sontak Reyhan pun menoleh ke arah Cery yang sedang berjalan mendekatinya.
"Cery." ucap Reyhan lirih dan beranjak dari sofa.
"Pak Reyhan, apa yang kau lakukan?" tanya Cery terisak sembari memegangi tangan Reyhan yang penuh dengan luka.
Greb...
Reyhan pun memeluk Cery sangat erat.
"Jangan tinggalkan aku! Aku tak bisa tanpa mu!" kata Reyhan lirih.
Cery membalas pelukan yang di berikan oleh Reyhan sambil menepuk nepuk punggungnya.
__ADS_1
"Tenanglah, aku di sini!" ujar Cery saat sudah berhenti dari isakannya. "Hm, sudahlah! Mari duduk dulu!" ajak Cery sembari menuntun Reyhan ke sofa. "Apa ini tidak sakit?" tanya Cery tidak tega.
Sementara Reyhan hanya menggelengkan kepalanya.
"Jadi semua ini karena aku!" batin Cery semakin sesak saat melihat foto dirinya yang tadi sempat di pegang oleh Reyhan."Bibi, tolong hangatkan lagi sarapannya!" pinta Cery lembut.
"Baik non." balas bi Sumi lalu mengambil sarapan tersebut dan pergi keluar.
"Kenapa ruangan ini tidak di bereskan?" tanya Cery yang masih setia memegang tangan Reyhan.
"Bos tidak mengijinkan." jawab Dony sedikit pelan namun Reyhan tetap biasa.
Cery menghela napasnya dengan kasar.
"Pak..?" ujar Cery tak mengerti namanya.
"Panggil saya pak Joko saja non!" sahut pak Joko sopan.
"Oh, pak Joko tolong bawakan kotak obat serta perban ya!" pinta Cery kalem.
"Tunggu sebentar nona, saya akan carikan!" kata pak Joko lalu pergi keluar ruangan.
"Pak Reyhan, ayo keluar dari sini!" ajak Cery lembut, namun Reyhan hanya melihatnya saja dan tidak bergeming. "Hm, mas Reyhan ayo keluar dari sini!" ajak Cery lagi dan dengan cepat Reyhan berdiri di samping Cery. "Oh rupanya, dia tidak suka jika ku panggil pak!" batin Cery.
Tanpa menunggu lama Cery pun segera menggandeng lengan Reyhan.
"Hm, tangan kanan! Tolong bereskan ruangan ini!" ujar Cery sebelum benar benar keluar.
"Baik nona." kata Dony sambil memungut berkas-berkas. "Benar-benar pawang si bos!" guman Dony sembari tersenyum.
Cery membawa Reyhan ke ruang santai yang masih berada di lantai yang sama.
"Duduklah, akan aku ambilkan air hangat dulu!" ujar Cery melepas pegangannya, namun dengan cepat Reyhan menahan tangan Cery. "Aku tidak akan pergi!" ucap Cery lembut.
"Baiklah." jawab Reyhan pasrah.
Tak lama kemudian bi Sumi datang membawa nampan di ikuti Cery serta pak Joko.
Setelah membaca jangan diem diem baek dong:( Ayo ramein novelku kakak 😍
Jadilah pembaca yang baik, hargai kerja keras penulis oke! Ngetik itu juga butuh tenaga kakak:)
Ayolah jangan cuman baca doang 😭 Like, Vote, Komen and favoritnya jangan lupa ❤️ Kan itu juga gratis 😫 Hitung hitung saling berbagi, karena itu sangat berarti bagiku yang masih pelajar kak 😌
Terimakasih bagi yang sudah mau mampir 🙏
Terimakasih juga bagi yang sudah mau berbagi:) Lovyu✨
Ini novel pertamaku jadi harap maklum 😉
Ibu ke pasar beli tali peti
Tali peti itu untuk mainan
Hey readersku yang baik hati
Anggaplah cerita ini hiburan
__ADS_1
Waw, aku kembali ngetik lebih dari 1000 kata kakak🤗 jadi harap aspirasinya ya 🙏
😘