Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
bab 49


__ADS_3

Hari berikutnya, Arif pergi berdua bersama Arka untuk daftar kuliah.


Arif melihat ke arah Arka yang sedang menyetir.


"Bang Arka gak apa-apa ni terlambat kerja?" tanya Arif gak enak


"Gak apa, pagi ini gak terlalu sibuk, jadi izin sampai siang," kata Arka agak sedikit tersenyum karna sikap Arif yang gak enakan sama kayak Hana.


"Maaf ya Bang, aku jadi merepotkan," ucap Arif


Arka langsung mengacak-acak rambut Arif dengan tangan kirinya sambil tersenyum.


Arif juga ikut tersenyum.


*


Di rumah Hana dan Alwi sudah duduk di depan.


"Apa Nenek yang akan menjemput kita?" tanya Alwi


"Ya bentar lagi Nenek sampai jadi kita bisa langsung jalan," kata Hana


Beberapa menit kemudian dari luar pagar terdengar bunyi klakson mobil.


Linda turun dari mobil bersama supirnya yang baru.


"Itu Nenek, ayo kita langsung ke sana," ajak Hana sambil memegang tangan Alwi


Hana membuka pagar dan langsung mencium tangan mertuanya itu.


Alwi juga mencium tangan Neneknya.


Linda tersenyum sambil mencium pipi Alwi, "Nenek kangen, ayo langsung jalan,"


"Kita duduk di belakang saja bertiga," kata Linda


Mereka pun masuk ke mobil, supir mulai menjalankan mobilnya pelan.


"Kita pergi beli baju sekolah dulu ya, kan bentar lagi masuk," kata Linda sambil mencolek hidung Alwi.


"Kan baju sekolah Alwi masih muat," kata Alwi


"Gak apa kita beli yang baru lagi kan sekolahnya juga baru," kata Linda


Ya Allah terima kasih karna Engkau membukakan pintu hati Mama sehingga bisa menerima kami dengan baik batin Hana


Hana tersenyum melihat Alwi dan Linda bicara seperti Nenek dan cucu kandung.


Dulu aku pikir Mas Arka dan Mama bukanlah orang baik, ternyata itu salah besar, batin Hana


Linda heran saat melihat Hana menatapnya.


"Ada apa?" tanya Linda


"Gak kok Ma, hanya saja terima kasih untuk semuanya," kata Hana


Linda tersenyum mendengarnya.


Semoga saat bayi ini lahir, sikap mereka pada Alwi juga tetap seperti sekarang batin Hana sambil mengelus perutnya yang sudah mulai gerak.


Saat sampai di depan sebuah toko besar khusus barang sekolah, Mereka langsung turun dari mobil, Hana dan mertuanya sama-sama menggenggam tangan Alwi.


Mereka masuk kedalam.


"Pilih sepatu yang Alwi suka," ucap Linda sambil menunjuk ke arah sepatu kecil.

__ADS_1


Alwi menatap ke arah Bundanya, saat Hana mengangguk baru Ia berjalan menuju sepatu.


Alwi sangat mirip sama Arka kecil, Allah seperti sudah mentakdirkan mereka untuk jadi Ayah dan Anak walau gak ada ikatan darah batin Linda


Saat Linda dan Hana memilih seragam untuk Alwi, Alwi mendekat lagi sambil membawa sepatu pilihannya.


"Nenek yang ini boleh gak?" tanya Alwi


Linda melihat ke arah sepatu di tangan Alwi.


"Iya boleh," kata Linda


"Tapi ini tulisannya nolnya banyak berarti mahal kan?" ucap Alwi sambil mengelus-ngelus sepatunya.


Linda mengambil sepatu itu lalu melihat harganya, Linda tersenyum karna memang angka nolnya banyak.


Linda memegang wajah Alwi, "Alwi pintar, kita beli yang ini, sekarang Alwi cari kaus kakinya lagi dan harganya gak usah dilihat,"


Alwi mengangguk senang, sedangkan Hana juga tersenyum melihat tingkah putranya itu.


Linda masih terus tersenyum saat ingat kata nol, Linda ingat saat Arka umur 5 tahun juga pernah bilang angka nolnya banyak jadi harganya pasti mahal.


"Ma...!" panggil Hana membuyarkan lamunan mertuanya itu.


"Mama teringat Arka waktu kecil, dulu kan kami juga cuma orang sederhana, Arka bicaranya mirip banget sama Alwi," kata Linda yang sedikitpun gak pernah lupa tentang masa-masa Arka kecil hingga tumbuh besar.


Hana ikut tersenyum.


"Arka tu kalau bicara juga sopan kayak Alwi, hanya saja saat kami mulai menjodohkannya dengan Cantika, Ia jadi pembangkang, mungkin karna dia gak suka jadi dia lebih memilih membangkang," kata Linda


Hana mendengarkan cerita mertuanya itu sambil senyum-senyum.


Hana dan Linda kembali memilih-milih.


Hana tersenyum saat mengangkatnya, "Assalamu 'alaikum Mas,"


"Oh Iya gak apa, nanti kami juga makan di luar soalnya ini masih sama Mama cari perlengkapan sekolahnya Alwi," ucap Hana


"Ya sudah wa'alaikumussalam" kata Hana yang langsung memutuskan panggilan.


Hana tersenyum ke arah mertuanya.


"Apa yang dia katakan?" tanya Linda


"Mas Arka mau langsung ke kantor setelah mendaftarkan Arif," kata Hana


"Oh...!" Linda mangguk-mangguk.


*


Sore hari Arif lagi di kebun belakang rumah bersama Pak Tejo.


"Paman...!" panggil Alwi sambil berlari dan langsung memanjat ke punggung Arif yang lagi berjongkok menanam lobak.


"Alwi Paman lagi kotor, cepat turun," ucap Arif


Alwi turun dan langsung ikut menanam.


"Mas kecil kotor tangannya nanti," kata Pak Tejo


"Gak apa Pak, dia sudah biasa seperti ini," kata Arif


Arka baru pulang kerja, setelah mengucap salam dan mencium pipi istrinya sebentar,


"Alwi mana?" tanya Arka

__ADS_1


"Di kebun sama Pamannya," jawab Hana


Arka langsung berjalan keluar dari belakang menuju kebun.


Alwi menoleh ke arah Arka yang baru datang.


Alwi berlari ke arah Ayahnya dengan tangan yang penuh kotoran.


Arka langsung mengangkatnya.


Alwi memegan pipi Arka, hingga membuat Arka ikut kotor juga.


Pak Tejo kaget melihatnya, sedangkan Arif hanya tersenyum.


"Ada snack di mobil, tapi sekarang mandi dulu," ucap Arka yang langsung menurunkan Alwi.


Alwi berlari masuk melewati Bu Lastri dan Bundanya.


"Alwi pelan-pelan naik tangganya," kata Hana


Arka juga masuk ke rumah sambil tersenyum, Hana melihat wajah Arka yang penuh tanah.


"Pasti ulah Alwi kan?" tanya Hana


Arka hanya tersenyum membenarkan.


Hana mendekat dan langsung mengusap wajah Arka.


"Gak usah dibersihkan, ini mau langsung mandi," kata Arka


"Ya sudah ayo ke kamar," ajak Hana


Arka hanya mengangguk lalu memegang tangan Hana.


Mereka berjalan bersama saat naik ke atas.


"Aku bantu Alwi mandi dulu," kata Hana


Arka mengangguk lalu berjalan sendiri menuju kamar.


Hana membuka pintu kamar Alwi, terdengar Alwi sudah mandi sendiri.


Hana langsung menyiapkan pakaiannya.


"Alwi bisa sendiri?" tanya Hana sedikit keras


"Iya Bunda," kata Alwi


Hana langsung berjalan keluar sambil menutup pintu.


Perlahan Ia melangkah menuju kamarnya, desiran air saat suaminya mandi juga terdengar.


Hana langsung mengambil pakaian di lemari.


Rasanya saat ini bisa menjadi istri yang sedikit sempurna batin Hana


Hana duduk di tempat tidur sambil memegang pakaian suaminya.


Arka membuka pintu kamar mandi dan melihat Hana sudah menunggunya.


Hana tersenyum ke arahnya, Arka ikut tersenyum lalu berjalan mendekat.


"Ini pakaiannya," Hana mengulurkan pakaian.


"Terima kasih sayang," kata Arka

__ADS_1


__ADS_2