
Malam hari Hana makan malam bersama kedua mertuanya.
"Mama kira Mama orang tersedih hari ini, tapi ternyata kamu lebih sedih dari Mama, mungkin hal ini mengingatkan kamu pada kecelakaan Vito dulu ya?" tanya Linda
"Iya, rasanya aku gak siap Ma jika harus kehilangan suami lagi," ucap Hana jujur.
"Mama dan Papa sudah dengar cerita Rangga tentang hidup kamu dulu, Mama minta maaf karna pernah salah paham," kata Linda
Wijayanto tersenyum mendengar ucapan tulus istrinya.
"Mama gak salah kok, seandainya aku diposisi Mama, aku juga akan seperti itu," kata Hana
"Apa kamu sudah nelpon Arka?" tanya Wijayanto
"Belum Pa, nanti setelah setelah sholat baru nelpon," kata Hana
"Laki-laki kalau sudah beristri pasti nungguin telpon istrinya. Waktu di kantor saja, Farel bilang Arka sering mandangin ponsel sepertinya berharap kamu nelpon," ucap Wijayanto
"Ah iya Pa, aku kira dia gak suka kalau lagi kerja diganggu," kata Hana
"Arka sama kayak Papa, kalau orang lain yang ganggu maka dia akan marah, tapi kalau istri dan anaknya yang ganggu malah senang," ucap Linda sambil memegang tangan suaminya.
Hana tersenyum mendengarnya, Ia menatap kedua mertuanya yang sudah berumur tapi masih mesra.
*
Hana sudah di kamar lagi mandangin ponselnya terlihat ragu ingin menelpon.
Ternyata jauh di sana, Arka juga lagi mandangin ponselnya, Ia jalan mondar mandir bingung mau nelpon atau tidak.
Saat mereka sudah sama-sama yakin mau nelpon, mereka nelponnya barengan hingga yang terdengar cuma suara operator yang mengatakan "Nomor yang anda tuju sedang sibuk"
Tu kan pasti Pak Arka sibuk batin Hana
Di jauh sana Arka juga langsung mematikan panggilan.
Pasti jam segini Hana nelpon Alwi batinnya.
Arka langsung berbaring di tempat tidur, saat melihat jam di ponselnya, Ia langsung mencoba tidur.
Keesokan harinya Hana bangun tidur, tatapannya langsung tertuju ke arah samping kirinya.
Hana mengusap tempat tidur yang biasanya ada Arka.
Saat kamu pergi aku baru sadar kalau aku sudah mulai terbiasa terbangun ada kamu di sini batin Hana
Di jauh sana Arka juga melakukan hal yang sama, Arka terbangun saat subuh lalu melihat ke arah samping.
Ini pertama kalinya setelah kita menikah kita tidur terpisah, walau kita gak pernah melakukannya tapi bagiku yang terpenting bisa melihatmu saat bangun tidur itu sudah cukup batin Arka
__ADS_1
Arka langsung bangkit lalu berjalan ke kamar mandi untuk wudhu.
Arka sholat sendiri tidak seperti biasanya yang pasti ditemani Hana kalau tidak ke Masjid.
Selesai sholat Arka duduk lama di atas sajadah.
Setelah agak lama merenung, Ia langsung mengambil ponselnya lalu mengirim pesan.
* Jangan lupa lukanya diolesi obat lagi biar cepat kering *
Hana yang baru selesai sholat, mendengar suara ponselnya, Ia langsung bangkit dan berjalan menuju meja tempatnya menyimpan ponsel. Ia tersenyum saat menerima pesan dari Arka.
Hana membalas pesannya Arka.
* Obatnya ada di tempat jauh, * tulis Hana sedikit bercanda
Arka membuka balasannya dan tersenyum melihat pesan Hana yang sekarang sudah berubah banget dan lebih tepatnya bicara sedikit intim.
Arka tidak lagi membalasnya. Arka langsung duduk menyandar di tempat tidur, Ia menghela nafas.
Semoga ini awal kamu membuka hati, aku mencintaimu Hana Aisya dan aku berharap kamu juga segera mencintaiku batin Arka
Di tempat lain Hana juga duduk menyandar di tempat tidur.
Sepertinya aku mulai mencintaimu tapi aku belum yakin, mungkin perasaan ini hanya karna aku sudah terbiasa bersamamu, ini cinta atau keterbiasaan aku tidak tahu itu batin Hana
Pagi hari Hana sudah selesai sarapan bersama mertuanya.
"Iya Ma ikut, aku ganti baju dulu," kata Hana
"Iya Mama tunggu di depan sama Papa," ucap Linda
Hana mengangguk lalu buru-buru ke kamar.
Setelah siap mereka langsung pergi bersama.
Saat sampai di butik Hana dan Linda langsung masuk.
"Sini Mama mau ngasih kamu sesuatu," ucap Linda sambil menarik Hana.
Hana melihat Linda membuka pakaian.
"Ini cocok untuk kamu," ucap Linda saat memperlihatkan baju tidur.
Hana melihat baju itu dengan sangat kaget. "Walau bajunya panjang hingga ujung kaki, tapi ini lengannya cuma sejari," kata Hana
"Gak apa, yang penting saat memakai ini hanya suami kamu yang lihat," kata Linda tersenyum.
Hana mengambilnya, "Insya Allah nanti dipakai,"
__ADS_1
Siang hari Hana dan Linda mau pergi makan siang di restoran biasa Linda datangi.
Saat mereka masuk terlihat Cantika lagi makan siang bersama Siska Mamanya.
Cantika tersenyum melihat kedatangan Linda.
Cantika berdiri dan langsung merangkul lengan Linda.
"Tante ayo makan siang bersama, kita sudah lama gak makan siang bersama," ucap Cantika akrab.
Linda melihat ke arah Hana yang hanya menunduk, Cantika dan Siska terlihat tidak suka saat melihat Hana.
"Maaf Cantika, Tante sama Hana gak mau makan di sini, kami cuma mau beli makanan dibungkus," kata Linda sambil melepaskan tangan Cantika.
Siska langsung berdiri dan berjalan mendekat.
"Harga diri orang kaya jadi jatuh hanya karna punya menantu seperti ini yang sedikitpun gak punya kelebihan," ucap Siska
"Bu Siska jaga ucapan anda ya, ini menantu saya, menghinanya sama artinya dengan menghina saya," ucap Linda yang langsung menggenggam erat tangan Hana.
"Saya memang menghina Bu Linda karna lebih memilih kerikil dan membuang emas seperti anak saya ini," kata Bu Siska
"Ayo Hana kita pergi saja," ajak Linda yang geram dengan ucapan Siska.
Linda menarik tangan Hana saat berjalan keluar dari restoran.
Hana terlihat tidak enak pada mertuanya yang dihina karna dirinya.
Di dalam restoran.
"Ma bisa tidak jangan bersikap seperti itu di depan Tante Linda, saat ini Cantika semakin jauh darinya, bagaimana Cantika bisa dekat sama Arka lagi sedangkan Mamanya saja sudah kesal sama kita," kata Cantika marah.
"Cantika berhenti mengharapkan Arka, banyak diluar sana laki-laki yang lebih dari Arka," kata Linda
"Bagi Cantika cuma Arka laki-laki sempurna," ucap Cantika yang kesal sambil langsung duduk kembali.
Di taxi
"Kamu pasti sangat menderita punya mertua yang mulutnya seperti itu," ucap Linda
"Itu dulu Ma, yang terpenting sekarang aku dapat mertua yang baik seperti Mama dan Papa," kata Hana
"Mulutmu sangat manis, pantas Arka tergila-gila sama kamu," ucap Linda sambil tersenyum.
Hana ikut tersenyum.
*
Hari berikutnya Arka pulang ke rumah tengah malam, karna pagar dan pintu sudah terkunci, Ia langsung manjat pagar lalu manjat ke teras kamarnya.
__ADS_1
Arka mengambil kunci pintu teras di tasnya, lalu membukanya.
Terlihat Hana sudah tidur lelap, Ia mendekat sambil tersenyum dan membenarkan selimut Hana.