Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia
bab 47


__ADS_3

Hana berjalan pelan masuk setelah melihat pesan dari Arka yang mengabarkan sedang di jalan.


Hana naik ke tangga sambil berpegang erat.


Sesampainya di atas Ia menghela nafas lega.


"Karna gak makan jadi gak punya tenaga," gumamnya sendiri


Hana berjalan menuju kamarnya dan langsung membuka pintu.


Hana masuk dan kembali menutup pintu, Ia berjalan menuju teras kamarnya.


Tidak berapa lama terdengar bunyi suara mobil datang, Hana langsung berdiri di teras dan melihat ke bawah, Arka yang baru datang langsung melihat ke atas sambil tersenyum


"Assalamu 'alaikum sayang," ucap Arka agak keras sambil memperlihatkan bungkusan mie ayam di tangannya.


"Wa'alaikumussalam," Hana tersenyum melihat Arka buru-buru masuk, Arka langsung menuju dapur mengambil mangkuk untuk mie ayamnya.


Setelah disalin ke mangkuk, Arka langsung membawanya ke atas.


"Ceklik!" bunyi pintu di buka.


Arka masuk dan langsung membawa mie ayamnya ke teras.


Hana menoleh ke arahnya.


Mereka berdua langsung duduk di lantai teras.


"Ini langsung dimakan," ucap Arka


Hana mulai menyuap, baru 3 suapan Hana langsung memegang perutnya dan akhirnya muntah ke badan suaminya.


Hana terlihat gak enak, "Mas," ucap Hana.


Belum selesai bicara Hana langsung mual lagi dan kali ini muntahnya sedikit jauh dari Arka


Arka langsung mengusap punggung Hana tanpa peduli muntahan di pakaiannya.


"Keluarkan lagi, gak apa-apa," ucap Arka cemas


Setelah habis dikeluarkan, Hana langsung menatap pakaian suaminya.


"Maaf," ucapnya


"Gak apa, ayo ke kamar mandi kita bersih-bersih, ini biarin nanti Bu Lastri yang beresin," kata Arka


Arka langsung mengangkat Hana menuju kamar mandi.


Saat sudah di dalam kamar mandi, Arka langsung melepas pakaiannya dan memakai handuk yang ada di gantungan.


Arka membantu Hana membuka jilbabnya lalu mencuci tangan dan mulutnya.


Hana menitikkan air mata, dan mulai menangis sesegukan saat melihat perlakuan Arka padanya, Ia sangat terharu.


"Apa ada yang sakit?" tanya Arka cemas karna Hana terus menangis.


Hana menggeleng tapi masih terus menangis.


Hana menangis karna mengingat betapa banyak kesalahan yang diperbuatnya dulu pada suaminya, betapa banyak dosanya.


Hana memeluk Arka dengan erat tanpa bicara sepatah katapun.

__ADS_1


Arka membalas pelukannya.


"Sudah-sudah ayo istirahat," Arka melepaskan pelukannya lalu memegang Hana saat berjalan keluar dari kamar mandi.


Saat Arka membaringkannya di tempat tidur, Hana semakin keras menangisnya.


"Hiks...hiks...hiks...!" tangis Hana tanpa henti.


Arka berjongkok ditepi tempat tidur, Ia menghapus pelan air mata istrinya yang semakin deras keluarnya.


Arka mengusap perutnya Hana, "Jangan nakal anaknya ayah," ucap Arka


"Begini saja, kita minta perawat datang ke rumah minta diinfus saja biar cairan masuk, tubuh kamu lemah karna gak makan jadinya cuma itu cara supaya kamu punya tenaga," ucap Arka


Hana mengangguk setuju.


"Ya sudah istirahat dulu, aku mandi dulu setelahnya baru cari perawat, nanti yang di teras biar Bu Lastri yang beresin," Arka langsung bangkit menuju kamar mandi.


Arka mengumpulkan pakaian kotor lalu memasukkannya ke ranjang.


Setelahnya baru langsung mandi.


Saat mandi di air mengalir, Arka diam sejenak.


Ternyata wanita kalau lagi hamil sangat menderita ya, pantas saja Papa sangat sayang sama Mama, pengorbanan wanita ternyata cukup besar juga batin Arka


Arka langsung membersihkan diri secepatnya, saat Ia keluar dari kamar mandi, Hana sudah memejamkan matanya.


Arka langsung memakai pakaiannya, lalu mencium kening Hana sebelum akhirnya berjalan keluar kamar.


Arka masuk ke dapur mencari Bu Lastri.


"Bu, saya mau pergi sebentar, tolong jaga istri saya kalau ada apa-apa cepat-cepat telpon," ucap Arka.


"Satu lagi, di kamar bekas makanan dan muntahan tolong dibersihkan, terus pakaian kotor ada di ranjang dalam kamar mandi," kata Arka


"Iya, setelah masak nasi, saya bersihkan." kata Bu Lastri


Arka langsung pamit pergi, Arka masuk ke mobil dan langsung melaju ke butik Mamanya.


Sesampainya di butik, Arka langsung masuk, karna Mamanya lagi sibuk sama pelanggan jadi Ia duduk menunggu.


Sesekali Mamanya menoleh ke arahnya.


Setelah pelanggan pergi, Mamanya langsung mendekat.


"Ada apa?" tanya Mamanya


"Ma, Aisya gak bisa makan, tadi saja muntah-muntah, air putih saja gak masuk, bisa gak carikan perawat yang bisa dipanggil saat perlu," ucap Arka


"Ya sudah nanti Mama ke sana bawa perawat," ucap Mamanya


"Makasih Ma," ucap Arka


"Wanita hamil memang seperti itu tapi gak semuanya sama, jadi jangan cemas, itu hal wajar diawal kehamilan," kata Mamanya


Arka nengangguk mengerti


p


"Oh ya Mama ada waktu gak?" tanya Arka

__ADS_1


"Ada, mau ngapain?" tanya Mamanya


"Mau beli susu tapi gak ngerti mana yang bagus," kata Arka


Mamanya tersenyum, "Ya sudah ayo kita ke supermarket, sekalian beli buah, siapa tau Hana mau makan buah," kata Mamanya


"Ayo," ucap Arka


Mamanya mengambil tas dan langsung mengikuti Arka keluar.


Arka membukakan pintu mobil untuk Mamanya lalu Ia juga ikut masuk.


Mereka melaju menuju supermarket.


Di depan supermarket Arka dan Mamanya bertemu dengan Cantika dan Bu Siska.


Cantika menyapa Linda dengan ramah, sedangkan Siska terlihat acuh tak acuh.


Arka terlihat tidak suka melihat Cantika memegang tangan Linda.


"Ma, ayo kita masuk," ajak Arka sambil menarik Mamanya.


"Ya sudah Cantika, Bu Siska kami masuk dulu," ucap Linda sambil berlalu masuk.


Bu Siska hanya nyengir lalu menarik Cantika pergi.


"Ma, kita kan mau belanja," ucap Cantika


"Ke tempat lain saja," kata Bu Siska yang terburu-buru masuk ke dalam mobil.


Cantika juga terpaksa masuk ke dalam mobil lalu melaju.


Di dalam supermarket, Linda memilih beberapa susu ibu hamil.


Arka hanya mengikutinya sambil mendorong keranjang.


Linda juga mengambil beberapa perlengkapan dapur.


*


Arka pulang ke rumah membawa banyak barang, Bu Lastri langsung menyambutnya dan membawa semuanya ke dapur.


Arka langsung berjalan naik ke kamarnya.


Terdengar suara Arka membuka pintu, Hana langsung menoleh padanya.


Arka tersenyum melihat Hana yang lagi duduk sambil minum air manis.


"Tadi Alwi nelpon, dia baru pulang sekolah," kata Hana


"Ah iya, bentar lagi kita pasti bisa kumpul di sini, apa dia sudah tau kalau akan punya adik?" tanya Arka


"Iya, kan waktu itu di sana sempat periksa, saat dinyatakan hamil lah makanya buru-buru pulang ke sini, pengennya saat hamil dekat sama suami," kata Hana


"Ah iya benar, nanti malam aku akan nelpon Alwi lagi," kata Arka sambil memegang rambut istrinya.


"Oh ya, nanti Mama yang akan bawa perawat ke sini, sekarang mau makan buah gak?" tanya Arka


Hana menggeleng


"Ini minum saja, Mas Arka sudah makan siang belum?" tanya Hana

__ADS_1


"Nanti saja, ini masih kenyang," kata Arka


__ADS_2