AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
Minta Maaf


__ADS_3

🌺 Jangan lupa like and vote ya 🌺


Biar Author semangat nulisnya


"Dita..dita...kamu kenapa nak" seru pak Hendarto yang melihat dita berlari ke atas sambil menangis.Tetapi Dita tidak menggubtis panghilan ayahnya.


"Mbak dita kenapa mang?"tanya pak hendarto pada mang iwan.


"Mamang gak tahu pak,tadi mbak Dita tiba tiba minta dijemput di cafe sebelah toko buku ganesha,setelah mamang sampai tiba tiba mbak Dita langsung masuk mobil sudah menangis"jelas mang iwan pada pak hendarto.


"O...baik mang terima kasih ya mang,sekarang mamang boleh pergi sekarang"ucap pak Hendarto,dan mang iwan langsung pergi ke luar lagi untuk membersihkan mobil tuannya yang kotor.


Pak Hendarto segera menaiki tangga dan menuju kamar dita,sepertinya putrinya itu benar benar sedih,terdengar suara dita yang sedang bicara sendiri sambil menangis,ia tahu betul watak anaknya bila menangis seperti ini ,pasti sedang kecewa dan sakit hati,ia teringat kejadian 2 tahun lalu,saat adit berkencan dengan pacarnya dan kami bertemu di sebuah restauran,dita marah karna adit tidak mengabarinya dan memberitahu bahwa adit sudah mempunyai pacar,alhasil dita langsung ngambek dan 3 hari gak mau sekolah.


Dan kali ini Dita menangis sesengukan dikamar sambil memeluk boneka pandanya.


Pak Hendarto hanya menggeleng gelengkan kepala mendengar racauan putrinya sambil senyum senyum.


"Dita..."pak hendarto menepuk punggung dita.


"Papa......" Dita langsung menghambur memeluk papanya sambil mengusap air matanya.Kemejanya langsung terasa basah oleh air mata Dita .


"Dita kenapa nangis?maafin papa ya kalau akhir akhir ini papa selalu sibuk hingga jarang menemanimu," pak hendarto mengelus elus pucuk kepala dita,agar putrinya bisa lebih tenang.


Tangis Dita sudah mulai reda,ia melepas pelukannya dan mengusap bekas air matanya.


"Enggak pa,Dita Gak papa kok,Dita lagi pengen nangis aja,aku capek,tugas sekolah banyak banget,Dita merasa jenuh pah......"Dita mencoba mengelak.


"Yakin karna tugas ?"tanya ayah dita seolah tak percaya penuturan putrinya.


"Iya pa...."dita kembali menekankan jawabannya.


"Bukan karna om am Adit kan?"


Dita langsung kikuk setelah mendengar nama Adit disebut ayahnya.

__ADS_1


"Udah deh pa ini gak ada hubungannya sama om adit,ini hanya karna Dita benar benar capek"Dita menjelaskan.


"Biasanya nih kalau kamu nangis kaya gini gara gara merajuk sama si Adiit" goda pak Hendarto.


"Udahlah pa,ini semua bukan karna om adit"Dita masih mengelak.


"Pa dita pengen istirahat,aku lagi pengen sendiri."ujar dita sedikit melo.


"Okey sayangnya papa,ingat jaga kondisi ya,kalau ada apa apa panggil papa okey"ucap ayah dita dengan mengecup kepala dita .


"Iya pa"


Dita pun kembali membenamkan kepalanya ,mengingat kejadian tadi sungguh membuatnya kecewa,kenapa om Adit tega ingkar janji,bahkan saat mereka bertemu di cafe om adit merasa tidak bersalah."benar benar menyebalkan" dita mendengus kesal


Tok tok tok tok.....


Terdengar pintu diketuk,"masuk aja bik pintunya gak dikunci,susunya taruh di meja aja"ujar dita masih dalam posisi tidur.


Dita merasa ada seseorang yang duduk mendekatinya dan mengelus elus kepalanya.Dita pun segera membalikkan badannya,alangkah terkejutnya dita melihat adit yang sudah di depannya.


"Om ngapain disini?" Ketus Dita sambil memposisikan tubuhnya duduk di kasur.


"Gak ada yang perlu dikhawatirkan om,dita udah gede"Dita langsung melepas tangan Adit dari kepalanya.


"Kalau udah gede kok masih ngambekan kaya gini"goda adit sambil mencubit pinggang dita.


"Om adit rese ah..."dita tambah kesal pada adit.


"mendingan om Adit keluar dari kamarku,om udah ganggu Dita tidur,aku mau istirahat,capek."


"waduh...galak benar ya gadis kecilnya om,berarti benar ya gosip yang beredar kalau kamu itu galak bin jutek."ujar adit.


"Biarin aja galak,jutek,gak ada urusan sama o."Dita berucap sinis pada Adit.


"Iya iya om adit minta maaf karna udah lupa menjemput Dita,tadi om ada meeting dadakan,sampai lupa ngasih kabar ke dita"jelas adit

__ADS_1


Dita masih melengos tidak menerima penjelasan adit.Baginya sulit untuk menerima alasan Adit.


"Dita beneran ngambek nih sama om,ya sudah om pulang saja gak jadi bantuin tugasnya dita"adit mencoba beranjak dari tempat duduknya.


"Om...."dita menarik tangan adit menahannnya.


"Maafin dita,dita hanya kecewa sama om karna gak tepatin janji"ujar dita menunduk.Akhirnya Dita menyerah dan memaafkan Adit.


Melihat gadis kecilnya kembali menangis Adit mendekap tubuh mungil itu,ia merasa tak tega bila melihat Dita mulai merajuk dan menangis seperti ini karna dirinya .Rasa itulah yang makin membuat Adit sulit untuk menjauhinya.


Meskipun hari ini Adit berusaha untuk menjauhinya ,nyatanya ia tidak tega dan rencananya gagal kali ini,dan itulah yang membuat Adit berada di sini saat ini.


"Om minta maaf ya"Adit melepas pelukannya dan menatap wajah dita.


Dita hanya mengangguk dan menunduk tak berani menatap wajah adit,Ada semburat merah di pipi Dita,Adit menarik wajah dita keatas,ada rasa kecewa dan marah terpancar disana.Ada rasa nyeri ketika melihat gadis kecilnya itu menangis.Sorot matanya menyiratkan keteduhan hati adit saat bersamanya.Sehari di bandung membuatnya gila tidak melihat dan mendengar gadis itu.Dita pun terlihat kikuk melihat pandangan adit yang seperti ini.


"Udah kamu ganti baju,trus om tunggu dibawah ya katanya mau dibantuin ngerjain tugasnya"ujar adit memecahkan suasana.


"hmmmm tapi nanti Dita makan dulu ya..?"ujar Dita karna perutnya memang terasa lapar.


"ternyata kamu lapar toh dari tadi?,pantesan aja juteknya minta ampun dari tadi siang.


"ini semua gara gara om,aku jadi kelaparan"


"iya iya om minta maaf,yuk buruan ganti baju,om tunggu dibawah ya..."Adit meninggalkan Dita dan turun ke bawah .


"Siap bozzz"ujar dita sambil beranjak ke dalam kamar mandi.


Akhirnya pertahanannya runtuh,padahal ia berencana akan mengabaikan Adit selama satu bulan ,agar ia merasakan apa yang dirasakan,biar kapok sekalian.


Yah setidaknya,Ia menang kali ini.Ia sudah berhasil membuat Adit untuk meminta maaf,meskipun rasa sakit dan jengkel masih ada,Tapi ya sudahlah,toh dia juga minta maaf dan mengakui salahnya.


Dan semua akan kembali baik baik saja seperti sedia kala.


Yah meskipun Dita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya,apakah kekhawatirannya sehari ini akan benar benar terjadi.

__ADS_1


Tapi sepertinya Dita tidak ingin ambil pusing dengan apa yang sudah terjadi.so life must go on ya...yang belum terjadi gak usah dibayangin yang aneh aneh.


Hargailah waktu yang sekarang sedang berjalan dengan mengisi hatri hari dengan hal yang positif


__ADS_2