AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
Tidak Sadarkan Diri


__ADS_3

Tubuh Dita terbaring lemah tidak sadarkan diri dengan tangan yang berbalut perban,terdapat alat bantu pernafasan yang menempel pada hidungnya.


Terlihat seorang wanita baya yang selalu setia


menemaninya bersama Adrian.Mereka bergantian menjaga Dita yang masih tak


sadarkan diri.


Rasa khawatir menyelimuti hati mereka takut bila hal buruk menimpa Dita kapan saja.Adrian adalah yang terakhir menelpon Dita,sehingga ia


mendapat telepon dari pihak kepolisian perihal kecelakaan yang menimpa Dita.


Hari ini hari keempat Dita dirawat,akan tetapi ia masih saja belum sadarkan diri. Sepertinya dari dalam tubunya tidak ada kekuatan untuk  kembali.Sesekali sudut matanya mengeluarkan air mata tetapi tubuhnya tidak menunjukkan


reaksi sama sekali,Dokter berpesan pada orang terdekat untuk selalu mengajaknya berbicara,karena ia tetap akan mendengar meskipun dibawah alam sadarnya.


Beruntung dirinya masih selamat dalam kecelakaan tersebut,ia mengalami benturan pada


kepalanya dan mengalami retak pada tulang lengannya.Karena pada saat kecelakaan mobilnya terbalik dan tangannya terhimpit pada pintu mobil.


Para warga yang melihat kejadian tersebut langsung menghubungi kepolisian agar langsung berada pada TKP dan membawa korban ke rumah sakit.Karena Dita tidak sadarkan diri,pihak


kepolisian segera menghubungi nomor terakhir pada panggilan masuk Dita,yaitu nomor


Adrian.


Pihak kepolisian menginformasikan perihal kecelakaan Dita pada Adrian fan memintanya untuk segera pergi ke rumah sakit.


Dengan sigap ia segera menghubungi orang rumah untuk memberitahu perihal keadaan Dita.Mbok Nah begitu terkejut dan segera ke rumah sakit bersama mang Iwan.


Kali ini mbok Nah menjaga Dita bersama mang Iwan,dan biasanya Adrian akan bergantian menjaganya di malam hari.Sedangkan mbok Nah akan pulang untuk istirahat.Begitu seterusnya.


Perempuan baya itu kini menangis melihat majikannya yang terbaring tak sadarkan diri.Sengaja mbok Nah tidak memberitahu majikannya perihal kecelakaan putrinya.Pasalnya majikannya itu sedang fokus menyelesaikan pekerjaannya di makasar selama satu bulan agar dapat selesai saat pernikahan putrinya.


“Mbok kasihan non Dita ya,aku tidak tega melihatnya seperti ini”ujar mang iwan yang sedari tadi melihat kondisi Dita terbaring tak sadarkan diri.


“Iya mang,padahal sebentar lagi dia akan menikah,tetapi malah kecelakaan” ujar mbok  Nah menyeka air matanya yang meleleh.


“Mbok apa kamu sudah menghubungi Den Adit,sepertinya terakhir kali mereka sedang bertengkar,mungkin


saja dengan kehadiran den Adit non Dita bisa segera sadar”tanya mang Iwan.


“Aku kemarin sudah menghubungi den Adit tapi nomornya tidak aktif,lalu aku berusaha ,menghubungi


nyonya Kirana,dan hari ini nyonya kirana akan kesini setelah pulang dari Batam”jelas Mbok nah yang masih berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah.


Ceklek......terdengar


seseorang masuk kedalam ruangan mendekati mang Iwan dan mbok Nah.


“Mbok...bagaimana kabarnya Dita?”Tante kirana memeluk mbok Nah dan menangis.


“Non Dita,masih belum sadarkan diri nyonya”


“Mbok saya benar benar minta maaf karena baru menjenguk Dita,dan saya sangat menyesal karena semua ini karena Adit.”Tante kirana melepas pelukannya dan duduk disamping brankar tempat


Dita berbaring.


“Sudahlah nyonya ini semua sudah takdir,anda tidak perlu menyalahkan den Adit,non Dita saja yang membawa mobilnya terlalu kencang,untung saja ini kecelakaan tunggal jadi polisi tidak memperpanjang masalah kecelakaan ini”jelas mbok nah mendekati tante Kirana.


“Tapi Adit sudah keterlaluan mbok”terlihat sorot amarah dari dalam manik tante kirana.


“Mah, bagaimana keadaannya Dita ,aku sangat mengkhawatirkannya”Adit baru saja datang dan


mendekati dita yang terbaring lemah.


Plakkk......

__ADS_1


Adit meringis mendapat tamparan dari mamahnya.Pipinya terlihat memerah akibat


tamparan itu.Mbok Nah dan mang Iwan menutup mulutnya kaget melihat kejadian di


depan mereka yang begitu cepat.Tante Kirana terlihat sangat marah melihat putranya yang sama sekali merasa tidak bersalah.


Adit memegang pipinya yang terasa sakit,ia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa,apalgi melihat calon istrinya terbaring lemah tidak sadarkan diri dengan tangan yang dibalut perban.


“Adit,kamu ini benar benar sudah keterlaluan” Tante Kirana menarik tangan putranya dan membawanya menjauh dari ruangan Dita.Ia hanya diam saja mengikuti mamahnya.


Tante kirana membawa putranya berbicara di depan lorong kamar.Kebetulan suasananya lengang karena hanya orang khusus saja yang dirawat di paviliun melati.Kebanyakan dari


kalangan atas,sehingga akses ke paviliun ini terbatas.


“Mah..aku ingin melihat Dita mah”Adit berusaha kembali masuk keruangan tetapi ditahan oleh mamahnya.


“Cukup Adit...apa kamu tidak sadar,Dita seperti ini karena kamu.Kamu yang terlalu cemburu tidak beralasan”


“Mah...Adit sangat menyesal,ijinkan Adit melihat Dita sebentar saja”pinta Adit.


“Mama kecewa sama kamu Dit,harusnya kamu bisa berpikir lebih dewasa bukan malah kekanak-kanakan seperti itu.”


“Mah..Adit benar benar minta maaf mah”Adit terlihat sangat menyesal.


“Mama tidak tahu apa pernikahan kalian bisa dilanjutkan atau tidak,yag pasti semua keputusan ada di tangan Dita dan Pak Hendarto.Mamah tidak bisa berbuat apa-apa.Dan sekarang sebaiknya kamu pulang ,renungkan semuanya kesalahanmu”


“Mah jangan seperti ini,aku benar-benar khawatir dengan keadaan Dita,ijinkan aku bertemu dengannya sebentar saja”Adit memohon pada mamahnya.


“.............”Tante Kirana diam tak bergeming.


“Mah...”Adit masih memohon tetapi mamahnya kukuh pada pendiriannya.


Disaat mamahnya lengang Adit menerobos masuk kedalam ruang perawatan dan mendekati kekasihnya yang tengah tak sadarkan diri.


“Dita...”Adit mengelus rambut dita yang terurai.Kekasihnya kini tertidur cukup lama,bahkan disaat tertidur nampak wajah kekhawatiran disana.


“Yank...ini aku sudah ada disini,kalau kamu mau marah,marah saja,kalau kamu mau nampar aku.tampar saja aku.Tapi aku mohon bangun...”


“Apa kamu tidak kangen denganku?”


“Aku sudah ada disini untuk kamu Dit”Adit tergugudengan ucapannya.


Melihat Adit yang menagis membuat semua yang di dalam ruangan itu bersedih,mbok nah memeluk tante kirana karena tidak kuat menahan tangis.


“Mbok kita biarkan mereka berdua”Bisik tante Kirana dan memberi kode pada mang Iwan untuk


mengikutinya.


Adit duduk dan menangkup tangan kekasihnya,sungguh menyesal ia telah bersifat kekanak-kanakan.Harusnya ia tahu bahwa Dita tidak pernah membohonginya.Harusnya ia sadar betapa besar rasa sayang Dita terhadapnya.Dan kini ia sadar bahwa cemburunya membuat gadis


kecilnya ini terbaring lemah tidak sadarkan diri.


Flash back on


Suasana resto yang asri dan nyaman menjadi pilihan Adit untuk melakukan meetingnya untuk terakhir kali di Tasik.kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan yang saling


menguntungkan.Para kolega sudah undur diri dari tempat meeting.


Entah kenapa sejak beberapa hari yang lalu perasaan Adit tidak tenang.Bahkan ia selalu memikirkan Dita.


Ia khawatir dengan gadisnya itu,bahkan ia sempat memimpikan Dita yang


tersenyum dalam mimpinya.


“Cindy,apa agenda saya selanjutnya?”tanya Adit masih dengan perasaan bimbang.


“........”cindy tampak ragu ragu menjawab.

__ADS_1


“Kamu kenapa cin?”Adit memicingkian matanya melihat keanehan asistennya itu.


“Pak Adit...mbak Dita kecelakaan dan sekarang beliau tidak sadarkan diri”


“Apa..?”seketika adit lemas terduduk lemas mendengar ucapan Cindi.


“...........”Cindi khawatir melihat keadaan bosnya.


“Kenapa kamu baru memberitahuku hah!”Adit nampak meneyesal.


“Maaf pak,barusan saya dihubungi Ibu Kirana.Beliau mencoba menghubungi anda beberapa hari ini tetapi ponsel anda tidak aktif.”Jelas Cindi yang masih ketakutan melihat marah bosnya itu.


“Shit...”umpat Adit.


“Aku pulang hari ini,kamu selesaikan semua yang belum selesai,Revan akan aku kirim untuk


membantumu.”Adit segera beranjak dan melajukan mobilnya untuk segera meenjenguk


calon istrinya.


Flash back off.


“Dita...bukannya kita sebentar lagi kita akan menikah,apa kamu mau rencana kita gagal”Adit kembali berbicara pada kekasihnya yang terlelap,dengan harapan agar gadisnya itu segera sadar.


Hampir seharian Adit menunggu Dita,tetapi hasilnya masih saja.kekasihnya itu belum juga sadarkan diri.


Digenggamnya erat tangan kekasihnya itu hingga membuat ia tertidur disamping tubuh Dita.Matanya terlalu lemah untuk menagisi keadaan ini.Karena peneyesalan selalu datang terlambat.


“Dit..”sebuah tangan menepuk punggung Adit yang tertidur disamping tubuh Dita.


Ia tersentak dan mencoba membuka matanya yang teramat berat karena lelah menangis.


“Mamah”


“Sebaiknya kamu istirahat,makan dulu biar mama yang jaga  Dita”Tante Kirana mengelus punggung putranya.


“Tapi mah,aku masih ingin menemani Dita.”tolak Adit.


“Adit,ini sudah malam,kamu juga perlu istirahat jangan sampai kamu juga sakit,ingat,Dita gak akan suka melihat kamu selemah ini”tutur tante Kirana.


“..........”Adit terdiam melihat nanar kekasihnya.


“Dit..”


“Hmmm baiklah mah,Adit ke kantin dulu,mungkin Adit butuh secangkir kopi”Adit meninggalkan mamahnya di dalam ruang perawatan.Ia berjalan menuju kantin rumah sakit yang letakknya lumayan jauh dari paviliun tempat Dita dirawat.


*****


Kini ia menyesap secangkir kopi ditemani sebatang rokok.Disaat suasana hati yang buruk Adit memang lebih senang meminum kopi hitam dengan ditemani sebatang rokok mild,setidaknya bisa membuat suasana hatinya mendingan.


Suasana kantin tidak terlalu ramai,sehingga membuat Adit sedikit nyaman berada di tempat ini.Terlihat beberapa orang sedang makan dan meminum kopi untuk sekedar menghilangkan lelah.


Ia melihat satu sosok wanita yang tidak asing baginya,ia sedang duduk sendiri


enikmati minuman hangat ditangannya.sesekali wanita itu menangis dan mengusap air matanya.


Wanita itu yang dulu pernah sebentar mengisi hatinya,pernah menjadi calon istrinya,bahkan pernah menciptakan konflik antara Adit dan Dita.


******


hai hai....author up lagi ya....


terima kasih banget buat dukungan kalian para readerku...


so ...jangan lupa untuk selalu dukung author ya...


😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2