
**hello....author back again ya
tetap pantengin si om Adit dan Dita ya**.....
Pov Dita.
perlahan aku membuka mataku yang sangat terasa berat,kepalaku terasa sedikit pusing.Aku mengedarkan pandangan di sekeliling,ternyata aku telah berada di dalam kamar,dan akupun masih menegenakan seragam lengkap yang sedikit koyak akibat perbuatan Dion siang tadi.Aku baru ingat ketika perjalanan pulang aku tertidur di mobil,pasti om adit yang yang sudah menggendongku dan memindahkanku disini.
Aku melihatnya duduk di kursi dengan kepala bersandar di ranjangku dan tanggannya memegang erat tanganku.Saat tidur ia terlihat sangat tampan,ada perasaan bahagia melihat om Adit yang masih disini menemaniku.Bahkan ia masih mengenakan pakaian kerjanya,masih teringat jelas raut kekhawatirannya siang tadi,bahkan saat om Adit memukul Dion terlihat sangat marah dan tidak terima.Baru pertama kalinya ini ia melihat om nya begitu brutal,bahkan lebih brutal saat ie menyerang perampok kala itu.
Betapa beruntungnya aku mempunyai kekasih yang sangat perhatian dan begitu menjaganya seperti om Adit,akan tetapi jalannya begitu rumit.Mungkin inilah resiko kisah cinta beda usia yang terpaut jauh,ada rasa takut,senang,bahagia bahkan was was bila banyak yang mencemooh.Tapi apapun itu jika semua berdasarkan cinta yang kuat pasti akan tetap bertahan.
Aku mengusap usap rambut om Adit dengan tangan kiriku,aku mencoba menjelajahi setiap inci wajahnya yang lelah menggunakan jariku,aku tidak tega melihat dia yang terlihat begitu capek.Aku merasakan desir kehangatan saat mengusap setiap inci wajahnya,matanya,hidungnya,bibirnya begitu menggemaskan.hei dita..... sadar kamu ini berpikiran apa kok sampai sejauh itu.aku hanya tersenyum sendiri ada pergolakan dalam hatiku saat melihat om Adit yang masih tertidur.
Tubuhnya terlihat sedikit menggeliat karena pergerakan tanganku.Aku segera menarik tanganku karena takut mengganggu tidurnya,apalagi dengan posisi seperti itu pastilah tidak nyaman dan membuat badan terasa pegal semua.
Ia mendogakkan kepala dan tersenyum melihatku,terlihat sangat manis bahkan hatiku benar benar dibuat meleleh melihat senyum manisnya.
"Sayang kamu sudah bangun?"tanyanya yang masih menampilkan senyum manisnya.
"Ya om"aku menganggukkan kepalaku.
"Kenapa tidak membangunkanku, kamu pasti haus atau lapar?"tanyanya yang terlihat khawatir.
"Nggak om,aku gak haus atau lapar,maafkan aku ya om sudah repotin om adit,sekarang om adit mesti meninggalkan pekerjaan penting hanya untuk menjagaku"
"Hei..sudahlah,dikantor aku kan bossnya,jadi itu hal kecil buatku" ia tersenyum terlihat sangat tampan.
"Apa om gak capek?aku sudah mendingan kok,jadi om bisa pulang untuk istirahat,nanti biar mbok nah yang menemaniku"ujarku tak tega melihat kekasihku yang terlihat lesu.bahkan rambut dan kemejanya sudah terlihat acak acakan.
"Apa kamu tega menyuruhku pulang malam malam seperti ini?".
Aku baru sadar melihat jam dinding di kamar,ternyata ini sudah jam 2 dini hari,berarti aku tidur sangat lama sekali.Kenapa aku bisa sekebo gini sih tidurnya.
"Kok diam,,baru sadar ya kalau tidurnya lama sekali?"ucap om adit.
Aku hanya menggaruk tengkuk kepala yang tidak gatal.Aku hanya melihat pegerakan om adit yang sudah merasa tidak nyaman dengan pakaian yang ia kenakan,bahkan ia mencoba melonggari kemejanya dengan membuka kancing atas kemejanya dan melipat lengan kemeja hingga atas lengan.wow benar benar tidak nampak seperti biasanya.Aku harus menelan salivaku berkali kali melihat dada om Adit yang tampak sebagian,dan aku benar benar salah tingkah melihat pergerakan om Adit.Ku buang jauh jauh pemikiranku yang konyol itu.hingga om Adit heran melihat tingkahku.
"Kamu kenap Dit?kok gugup gitu"tanyanya.
"Eng...eng....gak apa apa om"jawabku bohong,meskipun nyatanya aku benar benar tergoda.
"Om ke kamar mandi dulu ya,rasanya sudah gerah"ucapnya.
Kini ia telah masuk ke dalam kamar mandi,aku langsung menutup wajahku dengan bantal dan berusaha menetralisir perasaanku yang mulai kacau.Aku mendengar pintu kamar mandi terbuka dan reflek aku kaget dan menyenderkan tubuhku papa papan ranjang seolah tidak terjadi apa apa.
__ADS_1
Dan kini melihat rambutnya yang basah menambah detak jantungnku kian tak beraturan...oh my god....pikiran macam apa ini,aku juga gadis normal yang akan terkesima jika melihat pemandangan seperti ini di depanku.
"Dita...dit kamu kenapa dari tadi aneh seperti itu"tegur om Adit.
"Gak....gak apa apa,oh ya om,apa om nyaman menggunakan baju itu untuk tidur?"tanyaku mengalihkan agar ia tidak curiga.
"Sebenarnya tidak nyaman sih,tapi apa boleh buat aku tidak membawa baju ganti"jelas om Adit.
"Pinjam baju papa aja om,minta tolong mbok nah untuk mengambilkannya"usulku.
"Iya juga sih,tapi gak enak ah dini hari membangunkan mbok nah tidur,biar aku pakai ini saja"om Adit kini sudah kembali duduk di kursi dekat ranjangku.
"Terserah om sajalah"
Kini ia memandangku,kami sama sama diam dan bingung,berkali kali aku memainkan tanganku,tapi tak jua menghilangkan rasa gugupku.aku menggigit bibir bagian bawahku,aku berusaha menetralkan perasaan.Hingga kedua netra kami kembali bertemu
."emmm dit,kamu besok istirahat di rumah saja ya"om Adit mulai membuka pembicaraan.
"Tapi.... hari ini aku baru saja mulai masuk sekolah om,apa iya aku harus ijin lagi aku kan sudah kelas XII om sebntar lagi juga ujian"aku mencoba protes.
"Aku mohon menurutlah,aku tidak mau terjadi apa apa lagi padamu,cukup untuk hari ini"ujar om Adit tegas.
"Baikalah om .."kalau om Adit sudah seperti ini aku tidak bisa berbuat apa apa.Aku hanya terdiam dan menundukkan kepala.
"Dit,om harap kamu besok sudah siap"ujarnya kemudian.
Aku kembali menatapnya dan bingung apa yang dimaksud om Adit.
"Maksud om?"
"Kamu menyiapkan diri saja untuk besok,tadi aku sudah berbicara dengan om Hendarto,dan besok aku akan mengajak mama kesini"jelas om Adit yang pasti semakin membuatku bingung.
"Sudah, tidak usah kamu pikirkan yang terpenting kamu istirahat yang cukup,aku akan menunggumu tidur di sofa sebelah sana"ujar om adit sambil beridiri dan mengacak kepalaku.
Dan jujur aku masih bingung dengan semua perkataan om Adit,aku melihatnya sudah menempatkan posisi di sofa.Ia merebahakan tubuhnya dan mengatur posisinya agar nyaman dan dan seketika matanya langsung terpejam.
Aku melihatnya dari ranjangku,ada perasaan senang bercampur bingung,tapi apalah itu lebih baik aku istirahat,toh beaok juga aku pasti tahu apa yang dimaksud om Adit.semakin lama mataku mulai terpejam dan akhirnya bisa tertidur.
*********
Pagi hari aku sudah bangun,tetapi aku tidak menemukan om Adit di kamar,Aku bangun dan membersihkan diri dan mengganti bajuku yang dari kemarin masih aku pakai di kamar mandi,kini aku sudah memakai pakaian rumah yang biasa aku kenakan.Kini tubuhku lebih rileks,setelah berendam dengan sabun dan aromatherapy membuat pikiranku semakin tenang.
Aku mencari ponselku dan menchargenya,setelah beberapa menit aku mencoba menghidupkannya mengecek siapa tahu ada hal yang penting.Satu notifikasi pesan langsung masuk dan itu dari om Adit.
------ MY Lovely uncle------
__ADS_1
Dita,om pulang dulu.hari ini kamu istirahat di rumah saja ,dan jangan lupa siap siap,nanti aku akan kerumahmu bersama mama.
Aku mengernyitkan dahi,berpikir ada apa om adit mengajak oma kirana ke rumah,mungkin saja oma sudah kangen dan ingin bertemu denganku.
Aku seger membalas pesan dari om Adit.
------Dita--------
Baik bosss laksanakan.
Setelah membalas pesan om Adit aku mematikan ponsel kembali dan segera beranjak keluar kamar.
Keluar dari kamar aku mencium aroma masakan mbok nah yang sangat lezat,perut ini terasa meronta ronta mencium aroma masakan yang menguar.
Aku menyusul mbok nah yang tengah masak di dapur,sepertinya hari ini mbok nah belanja banyak sekali terlihat dari kantong sayur yang tergeletak di meja dapur.Aku pikir karna ada om Adit dan Oma kirana yang akan datang,jadi mbok nah menyiapkan semuanya.
"Mbok nah masak apa,enak banget kayaknya" tegurku dari belakang .
"Eh...non Dita sudah bangun,non duduk saja nanti mbok siapkan sarapannya,pagi ini mbok masak cap cai kesukaan non"ujar mbok nah.
"Wah....ini kesukaanku,aku tunggu di meja ya mbok,perutku sudah lapar"aku berlalu dan menuju meja makan yang sudah ada papa sedang sarapan.
"Pagi pa...."sapaku sambil duduk di sebelahnya.
"Anak papa sudah bangun rupanya"
"Iya..jenuh di kamar terus"aku menyempoutkan bibir.
"Oh iya.bagainana keadaanmu?apa sudah mendingan?tadi pagi Adit buru buru pulang karena harus menyelesaikan urusannya di kantor yang tertunda"jelas papa.
"Iya pa,tadi om adit sudah kasih kabar kok"mbok nah datang membawakanku cap cay kesukaan.
Aku dengan lahap memakannya,papa terlihat heran ,tapi aku cuek saja karena memang perut ini sudah lapar dari tadi malam,cuma aku gengsi saja saat om adit menawariku.
"Dita,papa harap hari ini kamu tetap dirumah,karena sore nanti kita kedatangan tamu"ujar pak hendarto.
"Iya pa,aku sudah tahu"aku masih saja melahap makananku.
"Bagus kalau begitu,karena lebih cepat lebih baik,papa berangkat ke kantor dulu,kamu baik baik dirumah,ingat jangan kemana mana"tukas papa sambil mencium pucuk kepalaku.
Aku masih penasaran dengan maksud papa,tapi ya sudahlah,nanti juga aku bakal tahu.
Yang terpenting perutku harus terisi agar cacing dalam perut tidak marah-marah.
,💟💟💟💟
__ADS_1